Ekonomi Riau Tumbuh 4,59 Persen pada Triwulan III 2025

Ekonomi Riau Tumbuh 4,59 Persen pada Triwulan III 2025
ilustrasi

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Pemerintah terus menunjukkan kemampuan menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global. Hal itu tercermin dari kinerja APBN Regional Riau hingga 31 Oktober 2025, yang mencatatkan capaian solid dan tetap tumbuh positif meski dunia menghadapi ketidakpastian.

Kepala Kanwil DJPb Riau, Heni Kartikawati, menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah telah bekerja optimal menjaga daya tahan ekonomi nasional, termasuk Riau.

“Meski situasi global berfluktuasi, ekonomi Indonesia dan Riau tetap bergerak stabil dan menunjukkan ketahanan yang baik,” ujarnya, Jum'at (28/11/2025).

Stabilitas ekonomi ini dicapai ketika dunia masih dihadapkan pada risiko shutdown pemerintahan Amerika Serikat hingga dinamika hubungan dagang AS–China. 

Namun berkat kebijakan fiskal yang hati-hati dan terukur, Indonesia mampu menjaga kondisinya tetap aman.

Ekonomi Riau pada triwulan III 2025 tumbuh 4,59 persen (yoy), menunjukkan aktivitas industri dan perdagangan berjalan stabil. Pemerintah juga berhasil menjaga kualitas pembangunan manusia, tercermin dari IPM Riau 76,31, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Kinerja pendapatan negara menjadi salah satu aspek paling menonjol. Penerimaan APBN di Riau menembus Rp20,58 triliun atau naik 29,38 persen dibanding tahun lalu.

Lonjakan ini sangat didukung kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan Bea Cukai. Sektor tersebut melesat hingga 349,31 persen, terutama dari Bea Keluar komoditas CPO.

“Ini bukti bahwa kebijakan pemerintah dalam sektor ekspor memberikan dampak nyata bagi penerimaan negara,” jelas Heni.

Meskipun pendapatan pajak turun akibat meningkatnya restitusi PPN, pemerintah menilai hal ini sebagai bagian dari layanan dan hak wajib pajak yang harus tetap dijaga.

Belanja Pemerintah Pusat di Riau turun 20,13 persen bukan karena perlambatan, tetapi hasil dari efisiensi anggaran dan perencanaan yang lebih tepat sasaran. Pemerintah juga memastikan Transfer ke Daerah tetap terjaga, tumbuh 1,29 persen, terutama lewat peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH).

Total defisit APBN Riau sebesar Rp5,4 triliun, namun lebih rendah dari target yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Ini menandakan pengelolaan fiskal kita semakin sehat dan disiplin,” tegas Heni. (aya/MCR)