Bupati Afni Ajak Ribuan Peserta Silatda NU Doakan Korban Tangsi Belanda

Bupati Afni Ajak Ribuan Peserta Silatda NU Doakan Korban Tangsi Belanda
Para korban runtuhnya bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di Kabupaten Siak.

SIAK, DENTINGNEWS----- Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli mengajak ribuan peserta Silaturahmi Daerah (Silatda) kader penggerak Nahdlatul Ulama (NU) se-Provinsi Riau untuk mendoakan para korban runtuhnya bangunan cagar budaya Tangsi Belanda. Ajakan tersebut disampaikan saat Resepsi Puncak Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (1926–2026) yang digelar di Siak Sport Hall, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan Silatda NU Provinsi Riau yang dirangkai dengan agenda gebyar sholawat dalam rangka menyambut satu abad lahirnya NU itu dihadiri sekitar 25 ribu massa dari berbagai daerah di Riau.

Dalam sambutannya, Bupati Afni mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mendoakan para korban agar diberikan kesembuhan serta kekuatan bagi keluarga yang terdampak.

“Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi bersama untuk lebih merawat dan menjaga warisan sejarah serta cagar budaya yang kita miliki,” ujar Afni.

Afni menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak akan menyampaikan kondisi dan kejadian runtuhnya Tangsi Belanda kepada Kementerian Kebudayaan. Sebelumnya, kata Afni, 
Pemkab Siak sudah mengajukan permohonan bantuan revitalisasi cagar budaya dan museum nasional yang ada di Kabupaten Siak.

“Kami sudah mengajukan permohonan bantuan revitalisasi cagar budaya dan museum nasional di Siak. Kejadian ini akan kami sampaikan secara resmi kepada pihak kementerian,” ungkap Afni.

Dalam kesempatan itu, Afni juga menyinggung pentingnya kemandirian NU di Kabupaten Siak. Ia menegaskan NU tetap berdiri kokoh dan tidak bergantung pada pemerintah, namun tetap bersinergi dalam membangun umat dan daerah.

Diketahui, Bupati Afni merupakan kader penggerak NU pertama di Riau yang menjabat sebagai kepala daerah. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum PC Muslimat NU Kabupaten Siak.

Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan cagar budaya Tangsi Belanda yang berada di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, ambruk pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan 16 orang menjadi korban, sebagian besar merupakan anak-anak.

Para korban merupakan rombongan siswa SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam yang saat kejadian berada di lantai dua bangunan untuk mengikuti kegiatan studi tour. Lantai dua bangunan runtuh secara mendadak saat sesi penjelasan berlangsung, menyebabkan para siswa terjatuh dan tertimpa material bangunan.

Seluruh korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit serta puskesmas terdekat. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Update kondisi korban:

1 anak an, Keisya Lutfi Latifatunnisa. Dirujuk RS AA Pku untuk memastikan kondisinya benar-benar baik. Sebelum dirujuk Bupati Afni ikut menemani selama proses penanganan medis di RSUD Siak.

5 anak Alhamdulillah dari hasil Rontgennya menyatakan semua dalam kondisi baik dan sudah dapat kembali ke rumah.

3 anak yang sempat ditangani secara medis sudah kembali ke rumah (perawatan lanjutan ke PKM terdekat).

1 guru yang ikut jatuh sudah pulang ke rumah.(Rls)