PEKANBARU DENTINGNEWS---- Partai Gerindra melalui akun resminya, memuji komitmen Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menjaga rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib berasal dari UMKM lokal. Sehingga dengan begitu terwujud kemandirian ekonomi masyarakat desa.
"Keren, Ibu! Harus dicontoh ini oleh kepala daerah yang lain," tulis akun resmi Partai Gerindra yang terverifikasi, mengomentari video Bupati Siak.
Dalam video berdurasi lebih dari enam menit tersebut, Afni terlihat mengunjungi peternakan ayam yang dikembangkan oleh BUMDes dengan modal sebesar Rp168 juta. Setiap harinya, peternak mampu menghasilkan sekitar 13 papan telur ayam.
Selain bisa masuk ke SPPG guna mensuport MBG, produksi tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di kampung setempat. Untuk itu, diperlukan penambahan volume usaha UMKM peternakan ayam di setiap desa di Kabupaten Siak, sehingga mampu memenuhi kebutuhan MBG.
Afni juga meninjau kebun cabai dan sayur yang berasal dari dana desa dan dikembangkan oleh BUMDes. Hasil dari kebun tersebut setidaknya sudah dapat memenuhi kebutuhan di tingkat kampung, sekaligus mendukung ketahanan pangan desa.
Terkait lahan milik Pemda, Afni menyatakan bahwa lahan tersebut dapat dikelola untuk kepentingan ketahanan pangan. Skema sewa pun diharapkan lebih ringan dengan regulasi yang akan disusun, termasuk kemungkinan pembayaran sewa dilakukan setelah petani panen.
Dari pengelolaan kebun cabai, sedikitnya mampu menyerap tenaga kerja lokal. Afni bersyukur UMKM seperti peternakan ayam petelur, kebun cabai dan sayur ini dapat diserap oleh SPPG.
Di Kabupaten Siak sendiri terdapat 56 dapur SPPG, dengan perputaran uang yang diperkirakan mencapai sedikitnya Rp1 miliar per dapur setiap bulannya. Peluang ini dinilai sangat sayang jika tidak dimanfaatkan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, apalagi di tengah dana transfer daerah yang berkurang.
Afni menegaskan, akan lebih baik jika kebutuhan MBG dipasok dari petani dan peternak lokal Siak, dibandingkan dari provinsi tetangga.
Perputaran ekonomi lokal inilah yang diharapkan, sejalan dengan program Presiden Prabowo melalui MBG, yakni mendorong ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Sebelumnya, dalam berbagai pertemuan Afni juga selalu bersikap tegas mengingatkan, agar program MBG dikawal dengan baik. Mulai dari hulu hingga ke hilirnya. Selain rantai pasok wajib dari UMKM lokal, SPPG juga diingatkan untuk menjaga kualitas MBG benar-benar sesuai dengan standart saat sampai ke penerima manfaaf program.
Diketahui pula bahwa Bupati Siak menjadi Kepala Daerah pertama di Riau yang menggelar komitmen kerjasama dengan seluruh Yayasan, Mitra dan SPPG untuk mengawal program MBG terlaksana dengan baik.(Rls)