Pemko Pekanbaru Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi

Pemko Pekanbaru Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi
Plt Kadisdik Pekanbaru, Syafrian Tommy

PEKANBARU,DENTINGNEWS--- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bergerak cepat merespons arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait implementasi program prioritas nasional. Sebagai langkah konkret, Pemko mengusulkan penyediaan lahan seluas sekitar 20 hektare yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan kawasan pendidikan terpadu bertajuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut langsung dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Dalam arahannya, pemerintah pusat memberikan kesempatan bagi daerah yang mampu menyediakan lahan luas untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih modern dan tersentralisasi.

"Kami menindaklanjuti arahan Kemendikdasmen terkait program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yaitu Sekolah Nasional Terintegrasi. Daerah yang memiliki lahan sekitar 20 hektare dapat mengusulkan pembangunan tersebut," ungkap Syafrian Tommy saat memberikan keterangan pada Selasa (5/5/2026).

Mengenai lokasi spesifik, Pemko Pekanbaru telah membidik lahan strategis yang berada di kawasan Jalan Palembang, Kecamatan Kulim. Menariknya, lahan ini memiliki sejarah rencana penggunaan yang berbeda sebelum akhirnya dialihkan fungsinya demi mendukung sektor pendidikan di Kota Bertuah.

Tommy memaparkan bahwa lahan di Jalan Palembang tersebut awalnya direncanakan sebagai lokasi terminal bongkar muat atau terminal kargo. Namun, melihat urgensi dan dampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia, Pemko memutuskan untuk mengusulkan lahan tersebut sebagai titik pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.

Konsep dari Sekolah Nasional Terintegrasi ini pun terbilang komprehensif. SNT dirancang untuk menggabungkan tiga jenjang pendidikan sekaligus, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), dalam satu kawasan yang sama untuk memudahkan akses dan koordinasi pendidikan.

Lebih dari sekadar penggabungan jenjang, kawasan ini nantinya akan diperkuat dengan fasilitas penunjang yang sangat memadai serta tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi tinggi. Sinergi antara infrastruktur modern dan guru berkualitas menjadi kunci utama dalam mewujudkan standar pendidikan nasional yang lebih merata di daerah.

Syafrian Tommy menegaskan optimisme bahwa program ini akan membawa perubahan signifikan bagi dunia pendidikan di Pekanbaru.

"Dengan konsep terintegrasi, fasilitas yang baik, serta dukungan guru yang berkualitas, program ini tentu akan memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan di Pekanbaru," pungkasnya.**