ROKAN HILIR ,DENTINGNEWS----Setelah melalui masa penantian panjang hingga belasan tahun, sebanyak 199 Jemaah Calon Haji asal Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) akhirnya diberangkatkan ke Tanah Suci dan kini telah tiba di Madinah. Para jemaah tersebut tergabung dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 6 dan Kloter 8.
Dari total 202 jemaah haji Rohil tahun ini, terdapat tiga orang yang batal berangkat ke Madinah karena alasan kesehatan. Mereka adalah Aisyah Dopal asal Panipahan (Palika), Sukemi Mursadi asal Bagan Sinembah, serta Pariani Muhamad yang merupakan pendamping sekaligus istri Sukemi.
"Ketiganya telah dipulangkan ke daerah asal dan dijemput oleh perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Rohil, Hamdani,"ungkap, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Rohil, Johan.
Ia menjelaskan bahwa penundaan keberangkatan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 55 Tahun 2026 tentang standar kesehatan jemaah haji.
“Dua dari tiga jemaah dinyatakan belum memenuhi syarat kesehatan atau belum istitha’ah, sehingga tidak layak untuk diberangkatkan tahun ini. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi keselamatan jemaah,” jelas Johan.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut menuntut calon jemaah untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan jauh sebelum keberangkatan. Johan juga berharap agar jemaah yang tertunda dapat segera pulih dan berangkat pada musim haji berikutnya.
Sementara itu, kondisi jemaah haji Rohil yang telah berada di Madinah dilaporkan dalam keadaan baik. Hal ini disampaikan oleh Ketua Regu, Afrizal Sofyan, saat dihubungi melalui pesan singkat.
“Alhamdulillah, secara umum jemaah dalam keadaan sehat. Hanya ada beberapa yang mengalami keluhan ringan seperti demam, flu, dan pusing akibat penyesuaian cuaca di Madinah yang mencapai 43 derajat Celsius,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa lokasi hotel jemaah cukup dekat dengan Masjid Nabawi, yakni sekitar 5 hingga 10 menit berjalan kaki. Untuk konsumsi, penyediaan makanan oleh pihak syarikah berjalan lancar, meskipun variasi menu dinilai masih terbatas.
Selain itu, Afrizal mengungkapkan sempat terjadi insiden seorang jemaah bernama Suryah yang tersesat usai melaksanakan ibadah di Raudhah pada malam 2 Mei sekitar pukul 24.00 Waktu Arab Saudi. Namun, jemaah tersebut berhasil ditemukan kembali oleh ketua rombongan dan ketua regu dengan bantuan jemaah asal Bengkulu.
Di akhir keterangannya, Afrizal memastikan bahwa petugas kesehatan, baik dokter maupun perawat, selalu siaga selama 24 jam untuk melayani kebutuhan jemaah.
“Mohon doa agar kami semua diberikan kesehatan dan dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar hingga kembali ke tanah air,” tutupnya.(aya/MCR)