Pemprov Riau Percepat Peremajaan Kelapa, 2.143 Hektare Sudah Ditanami

Pemprov Riau Percepat Peremajaan Kelapa, 2.143 Hektare Sudah Ditanami
ilustrasi/internet

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perkebunan terus mendorong percepatan Program Peremajaan Kelapa sebagai salah satu upaya menjaga produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa masyarakat.

Pelaksanaan program tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif. Untuk Tahap I, proses Calon Petani dan Calon Lahan (CP/CL) telah rampung 100 persen dengan cakupan mencapai 4.500 hektare.

Setelah penyelesaian CP/CL, pelaksanaan program kini berlanjut pada tahapan distribusi benih dan penanaman di lapangan.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Riau, distribusi benih Tahap I telah mencapai 2.711 hektare atau sekitar 60 persen dari target 4.500 hektare. Sementara itu, realisasi penanaman telah mencapai 2.143 hektare atau sekitar 48 persen.

Kabupaten Indragiri Hilir mencatat perkembangan penanaman tertinggi. Dari target 3.200 hektare pada Tahap I, realisasi penanaman telah mencapai sekitar 1.786 hektare.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Meranti, penanaman telah terealisasi sekitar 357 hektare. Adapun di Kabupaten Pelalawan, proses masih berada pada tahapan persiapan menuju pelaksanaan penanaman berdasarkan data terbaru.

Perkembangan positif juga terlihat pada penyediaan pupuk. Distribusi pupuk untuk Tahap I telah mencapai 100 persen atau sesuai target seluas 4.500 hektare. Penggunaannya akan disesuaikan secara bertahap dengan perkembangan penanaman di masing-masing daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriyadi, mengatakan pemerintah daerah terus mengawal setiap tahapan agar program peremajaan kelapa dapat berjalan optimal.

"Saat ini fokus kami adalah memastikan distribusi benih berjalan lancar sehingga penanaman bisa segera diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan," kata Supriyadi, Minggu (9/8/2026).

Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah kabupaten serta kelompok tani terus diperkuat, terutama untuk memastikan proses distribusi benih hingga penanaman di lapangan berjalan lancar.

Pendampingan kepada petani juga tetap dilakukan. Langkah tersebut penting agar proses peremajaan tidak hanya mengejar luasan tanam, tetapi juga memastikan tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

"Kami optimistis seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana apabila semua pihak terus bersinergi. Pendampingan kepada petani juga terus dilakukan agar tanaman yang diremajakan dapat tumbuh dengan baik," ujarnya.

Pemprov Riau berharap percepatan program peremajaan tersebut dapat membantu petani mengganti tanaman kelapa yang sudah tua atau kurang produktif. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun sekaligus mendukung keberlanjutan usaha perkebunan kelapa masyarakat di Riau. **