MTQ Sabak Auh XX Dibuka, Pemkab Siak Pastikan Pembinaan Kafilah Terus Berjalan

MTQ Sabak Auh XX Dibuka, Pemkab Siak Pastikan Pembinaan Kafilah Terus Berjalan
Bupati Siak, Afni Z saat membuka MTQ Kecamatan Sabak Auh ke-XX

SIAK, DENTINGNEWS----- Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan Sabak Auh ke-XX kembali digelar. Namun bagi Pemerintah Kabupaten Siak, MTQ bukan sekadar panggung untuk mencari juara, MTQ menjadi bagian dari proses panjang membangun generasi Qurani sekaligus menyiapkan kafilah terbaik untuk membawa nama Siak pada tingkat yang lebih tinggi.

MTQ Kecamatan Sabak Auh ke-XX resmi dibuka Bupati Siak Afni Zulkifli di halaman Kantor Camat Sabak Auh, Kampung Bandar Sungai, Rabu (23/9/2026). 
Kegiatan berlangsung 23–26 September 2026 dengan mengusung tema “Melalui MTQ Kecamatan Sabak Auh, Kita Bangun Generasi Qurani yang Cerdas dan Berakhlakul Karimah Menuju Masyarakat yang Agamis.”

Pembukaan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak Laiskar Jaya, anggota DPRD Kabupaten Siak Salman Alfarizi dan M. Janhan Ali, alim ulama, tokoh masyarakat serta masyarakat Kecamatan Sabak Auh.

Sebanyak 203 kafilah dari seluruh kampung di Kecamatan Sabak Auh mengikuti perhelatan tersebut. Mereka tidak hanya berkompetisi untuk menjadi yang terbaik, tetapi juga mengikuti proses seleksi untuk menjaring qari dan qariah terbaik yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Sabak Auh pada MTQ tingkat Kabupaten Siak pada November mendatang.

Bagi Pemkab Siak, proses tersebut merupakan bagian penting dari pembinaan kafilah. Juara yang lahir dari MTQ tingkat kecamatan diharapkan tidak berhenti pada penerimaan penghargaan, tetapi terus mendapatkan pembinaan sehingga mampu berkembang dan berkompetisi pada tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan, pelaksanaan MTQ akan terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Siak.

“Insyaallah event MTQ tidak akan hilang dari Negeri Istana,” kata Afni dalam sambutannya.

Ia menyampaikan, perjalanan kafilah Kabupaten Siak pada MTQ tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi serta keberhasilan kafilah Siak pada tingkat nasional menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan memiliki peran penting dalam melahirkan prestasi.

Karena itu, menurut Afni, proses seleksi dan pembinaan kafilah harus terus diperbaiki. Bukan hanya mencari peserta terbaik, tetapi memastikan mereka memperoleh ruang dan fasilitas yang cukup untuk meningkatkan kemampuan.

“Kami Pemerintah Kabupaten Siak bersama DPRD Kabupaten Siak komit untuk tetap melaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran dan memberikan perhatian serta pembinaan kepada LPTQ Kabupaten Siak, dengan memberikan fasilitas yang memadai untuk membentuk kafilah-kafilah yang hebat.”

Komitmen tersebut, kata Afni, juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan prestasi Siak di berbagai tingkatan.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Bupati Afni memastikan pembinaan Al-Qur’an tetap mendapat perhatian.
Ia menyebut, anggaran pembinaan tetap dipertahankan, bahkan ditambah. Pelaksanaan kegiatan memang perlu dilakukan secara sederhana, namun penghargaan terhadap peserta yang mengikuti seleksi dan mereka yang berhasil meraih prestasi harus tetap menjadi perhatian.

“Efisiensi saat ini tidak akan menyentuh Al-Qur’an. Salah satunya anggaran pembinaan yang tetap, bahkan ditambah. Buat sesederhana mungkin, tetapi utamakan penghargaan untuk mereka yang mengikuti seleksi dan berprestasi.”
Pemerintah Kabupaten Siak tidak hanya melihat hasil akhir berupa piala. Ada proses panjang yang harus dihargai, keberanian peserta mengikuti seleksi, ketekunan mereka berlatih, serta kerja para guru, ustaz dan ustazah yang membimbing mereka.

Sebab, seorang qari atau qariah tidak lahir secara instan. Di balik satu penampilan di atas panggung, terdapat proses belajar yang panjang

Karena itu, pembinaan kafilah menjadi investasi yang hasilnya tidak hanya berupa prestasi, tetapi juga lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

(Aya/MC SIAK)