SIAK,DENTINGNEWS---- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mengukuhkan 90 pejabat baru dalam susunan birokrasi daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik pada Selasa (20/10/2026). Pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Siak Syamsurizal di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Abdi Praja Rumah Rakyat, Kabupaten Siak.
Aparatur yang dilantik tersebut mengisi sejumlah formasi strategis di lingkungan Pemkab Siak, meliputi Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah, hingga Pejabat Fungsional. Langkah perombakan struktur ini dilakukan guna menuntaskan berbagai persoalan pelayanan dan pembangunan di tengah masyarakat.
"Saya tegaskan bahwa jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa. Ini bukan tempat bersantai atau mencari kenyamanan, melainkan ruang untuk bekerja ekstra menuntaskan berbagai masalah di tengah masyarakat," kata Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, Selasa (20/10/2026).
Syamsurizal menginstruksikan seluruh aparatur untuk menerapkan lima pilar utama birokrasi, yaitu integritas, disiplin, profesionalisme, loyalitas aturan, serta komitmen kerja. Pihaknya melarang keras adanya praktik penyalahgunaan wewenang maupun tindakan birokrasi yang mempersulit urusan masyarakat.
Prosesi pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Siak Mahadar, Asisten I Fauzi Asni, Asisten III Tri Handro Pramono, Kepala BKPSDMD Salmiah Safitri, Kepala Dinas Dukcapil Indra Maryanto, Kepala Dinas Sosial Wan Idris, serta jajaran camat. Di hadapan para pimpinan organisasi perangkat daerah, Syamsurizal menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas instansi.
Pihak pemerintah daerah meminta seluruh jajaran membuang ego sektoral yang berpotensi menghambat pelaksanaan program pembangunan daerah. Seluruh unit kerja diimbau memiliki kesamaan visi untuk menghasilkan kinerja yang transparan dan efisien.
"Tidak boleh ada yang berjalan sendiri-sendiri atau mengedepankan ego sektoral. Birokrasi yang sehat hanya terwujud jika seluruh jajaran punya visi seragam, bekerja jujur, dan bergerak cepat demi memberikan hasil nyata yang langsung dirasakan publik," ujar Syamsurizal.
Syamsurizal juga mengingatkan seluruh pejabat baru untuk mengelola pemanfaatan anggaran daerah secara cermat dan berorientasi pada hasil. Pengawasan keuangan dilakukan guna menutup celah potensi penyimpangan serta memastikan akuntabilitas penggunaan dana publik di setiap tingkatan instansi.(Sya)