<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://dentingnews.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://dentingnews.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi</title><link>https://dentingnews.com/news/detail/6329/bupati-afni-hadiri-pelantikan-idi-tpp-dokter-siak-masih-yang-tertinggi</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU,DENTINGNEWS&lt;/strong&gt;&#45;&#45;&#45;&#45;Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si., menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Siak periode 2026–2029 di Hall Center Universitas Riau, Pekanbaru, Sabtu (1/8/2026). Pada saat yang sama juga dilantik pengurus IDI Wilayah Riau, IDI Kabupaten Indragiri Hulu dan IDI Kabupaten Meranti.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kehadiran ini disebutnya sebagai bentuk dukungan penuh agar IDI Siak dapat menjadi jembatan konsolidasi dan kolaborasi menjaga pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Afni tiba di Pekanbaru usai menghadiri agenda Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Bandung yang membahas berbagai kepentingan kabupaten, termasuk transfer keuangan daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Menjaga kepentingan rakyat termasuk kepentingan untuk para Dokter, tidak bisa lagi sendiri&#45;sendiri. Kita harus saling bersinergi dan kolaborasi. Contoh misalnya ada kendala secara teknis kesehatan bisa disampaikan ke kami, dan akan kami bahas di asosiasi kepala daerah untuk disampaikan ke Kementerian terkait. Termasuk perihal rencana mekanisme Akreditasi Rumah Sakit,&quot; kata Afni.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bupati perempuan pertama di Siak ini mengapresiasi pengabdian para dokter di tengah kondisi efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah daerah. Katanya tidak ada kepala daerah yang menginginkan situasi fiskal seperti saat ini, namun pemerintah daerah terus berupaya memperjuangkan kebijakan yang mendukung pelayanan publik, termasuk sektor kesehatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Saya mohon layani rakyat kita dengan baik, dalam kondisi apa pun saat ini. Tidak ada alasan untuk kita tidak melayani rakyat kita dengan baik,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Apalagi menurut Ketua IDI Wilayah Riau dr. Marhab Effendi, MH, CMC, tunjangan dokter spesialis di Kabupaten Siak masih menjadi salah satu yang tertinggi di Provinsi Riau. Bahkan nilainya lebih tinggi dari Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Semua daerah sekarang sedang mengalami tekanan fiskal. Meski Pekanbaru PAD&#45;nya besar, namun ketika Provinsi merencanakan evaluasi subsidi BPJS, tetap Pak Wali menjadi berat juga. Pemkab Siak sendiri sudah menyampaikan keberatan jika subsidi BPJS dikurangi dari Provinsi menjadi 60% Kabupaten, ini sama artinya dengan menambah anggaran Rp100 miliar lebih. Sangat berat untuk Siak dan sudah saya sampaikan ke Bapak Plt Gubernur,&quot; jelas Afni yang diamini oleh Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho yang hadir pada agenda tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada kesempatan itu, Afni mengucapkan selamat kepada Ketua IDI Siak periode 2026–2029 dr. Hasriza Eka Putra, M.Sc., Sp.A., Sekretaris IDI Siak dr. Liza Novita, serta seluruh pengurus yang baru dilantik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Afni berharap IDI Siak terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Siak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Selamat bertugas dan semoga semua dokter tetap melayani rakyat Siak dengan baik. Tidak ada alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan. Semoga Allah memberikan ridho atas segala niat baik,&quot; ujarnya. (aya/rls)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://dentingnews.com/assets/berita/original/52205794049-whatsapp_image_2026-08-02_at_08.jpeg"/><pubDate>Sun, 02 Aug 2026 12:00:00 +0700</pubDate><guid>https://dentingnews.com/news/detail/6329/bupati-afni-hadiri-pelantikan-idi-tpp-dokter-siak-masih-yang-tertinggi</guid></item><item><title>Pemko Pekanbaru Janji  Beri Keringanan Untuk Pedagang Eks Pemegang HGB Ruko STC</title><link>https://dentingnews.com/news/detail/6328/pemko-pekanbaru-janji--beri-keringanan-untuk-pedagang-eks-pemegang-hgb-ruko-stc</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU,DENTINGNEWS&#45;&#45;&#45;&#45;&lt;/strong&gt; Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, memastikan tetap memberikan keringanan terhadap eks pemegang Hak Guna Bangunan (HGB) ruko di kawasan Sukaramai Trade Center (STC) Jalan Jendral Sudirman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pemko tetap berpihak dan membuat kebijakan yang pro kepada pedagang, dalam pengelolaan ratusan ruko di pusat perdagangan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar usai menggelar pertemuan dengan sejumlah pedagang eks pemegang HGB ruko di kawasan STC.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Konsepnya itu, pak wali kota ingin pemko membantu kawan&#45;kawan (eks pemegang HGB ruko) di sana. Tapi kita tidak mau juga melanggar hukum,&quot; kata Markarius usai pertemuan di aula MPP Pekanbaru, Selasa (4/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menuturkan, sebanyak 133 ruko di kawasan STC resmi menjadi aset Pemko Pekanbaru seiring masa kerjasama sistem Bangun Guna Serah (BGS) Komplek Pertokoan STC antara PT Makmur Papan Permata (MPP) dengan Pemko Pekanbaru berakhir pada Februari 2026 kemarin&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kawasan STC Ramayana dibangun dengan pola BGS. Artinya, pemerintah memberikan hak untuk membangun dan memanfaatkan aset tersebut selama jangka waktu 25 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Setelah masa itu berakhir, bangunan beserta asetnya menjadi milik Pemerintah Kota. Karena itu, HGB atas bangunan tersebut tidak dapat diperpanjang lagi. Mekanisme yang masih dimungkinkan sesuai aturan adalah melalui kerja sama pemanfaatan atau sewa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Markarius menyebut, Pemko juga sudah berkonsultasi dengan KPK dan Kemendagri terkait diperbolehkan atau tidaknya diperpanjang HGB. Namun KPK dan Kemendagri menegaskan HGB tidak bisa diperpanjang, dan pengelolaan kembali ke Pemko seiring HGB berakhir.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kita mencoba juga langkah yang lain, bagaimana supaya tetap memberikan keringanan kawan&#45;kawan pedagang atau eks pemegang HGB ini. Mungkin salah satunya kalau bisa tarif sewa di diskon, upaya&#45;upaya meringankan ini akan kita konsultasikan. Kalau bisa kenapa tidak,&quot; pungkasnya. **&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://dentingnews.com/assets/berita/original/93842128320-1884-news-gelar-pertemuan-deng.jpeg"/><pubDate>Tue, 04 Aug 2026 19:32:04 +0700</pubDate><guid>https://dentingnews.com/news/detail/6328/pemko-pekanbaru-janji--beri-keringanan-untuk-pedagang-eks-pemegang-hgb-ruko-stc</guid></item><item><title>Wamenkes RI Kunjungi Riau, Perkuat Gerakan Bersama Percepatan Eliminasi Tuberkulosis</title><link>https://dentingnews.com/news/detail/6327/wamenkes-ri-kunjungi-riau-perkuat-gerakan-bersama-percepatan-eliminasi-tuberkulosis</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU,DENTINGNEWS&#45;&#45;&#45;&#45;&lt;/strong&gt; Upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TB) terus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menekan penyebaran penyakit menular yang masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Komitmen itu terlihat dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Okta ke Provinsi Riau yang dipusatkan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus bersama jajaran Pemerintah Provinsi Riau untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program prioritas nasional pemberantasan TB.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyambut baik kunjungan pemerintah pusat yang dinilai menunjukkan besarnya perhatian terhadap upaya pengendalian tuberkulosis di daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, kehadiran Wamendagri dan Wamenkes RI secara bersamaan menjadi bukti bahwa penanganan TB memerlukan dukungan lintas sektor, tidak hanya mengandalkan pelayanan kesehatan semata.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;&lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, hari ini kita dapat menerima kunjungan kerja Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri dan Bapak Wakil Menteri Kesehatan di Provinsi Riau. Kehadiran beliau secara bersamaan menegaskan bahwa penanggulangan tuberkulosis tidak cukup hanya ditangani dari sisi medis,&quot; ujar Plt Gubri SF Hariyanto, Selasa (04/08/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dijelaskan, keberhasilan pengendalian TB membutuhkan keterlibatan seluruh sektor. Mulai dari unsur pemerintahan pusat hingga tingkat paling bawah agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan menjangkau masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Dibutuhkan kepemimpinan pemerintahan dan gerakan bersama sampai tingkat kecamatan, kelurahan, puskesmas, serta lingkungan masyarakat,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Okta, menerangkan bahwa kunjungannya bersama Wakil Menteri Dalam Negeri merupakan bagian dari sosialisasi program prioritas pemerintah dalam percepatan pemberantasan tuberkulosis di berbagai daerah. Ia menambahkan, selama berada di Riau, rombongan telah melakukan peninjauan ke Universitas Riau (UNRI) dan RSUD Arifin Achmad untuk menyampaikan strategi luar biasa atau ekstraordinari dalam upaya menekan angka penularan penyakit tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami datang ke Provinsi Riau bersama Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri, untuk mensosialisasikan program prioritas pemerintah, khususnya dalam penanggulangan dan pemberantasan Tuberkulosis (TB). Tadi kami bersama Pak Plt Gubernur, baik saat peninjauan di Universitas Riau (UNRI) maupun di rumah sakit ini, telah menjelaskan bagaimana langkah serta strategi ekstraordinari kita dalam memberantas TB,&quot; terangnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Wamenkes RI Benjamin mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan selama ini telah menunjukkan kinerja yang baik dalam memberikan pengobatan kepada pasien. Namun, menurutnya, keberhasilan eliminasi TB juga sangat bergantung pada kemampuan menemukan secara aktif orang&#45;orang yang telah terpapar agar rantai penularan dapat diputus.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Selama ini, kinerja tenaga kesehatan kita sudah sangat baik dalam mengobati pasien yang sakit. Namun perlu kita ingat, TB adalah penyakit menular seperti COVID&#45;19. Jika orang yang tertular tidak kita kejar dan tidak dilakukan pemeriksaan ketat, penyebarannya tidak akan berhenti,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pemeriksaan terhadap seluruh anggota keluarga atau kontak serumah pasien TB. Langkah tersebut dinilai menjadi strategi utama untuk menemukan kasus lebih dini sekaligus memberikan perlindungan kepada mereka yang belum terinfeksi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Oleh karena itu, kontak serumah dari pasien TB wajib diperiksa. Mereka yang terdeteksi sakit harus segera diobati, sedangkan mereka yang belum sakit wajib mendapatkan obat pencegahan,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia optimistis apabila strategi penemuan kasus aktif, pengobatan, serta pemberian terapi pencegahan dapat dilaksanakan secara konsisten setiap tahun maka Indonesia akan mampu menurunkan jumlah kasus tuberkulosis secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Jika strategi ini konsisten kita jalankan setiap tahun, maka dalam kurun waktu 3 tahun ke depan, kasus TB di Indonesia dipastikan akan turun drastis,&quot; pungkasnya.(aya)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://dentingnews.com/assets/berita/original/51901137140-1785843660.jpg"/><pubDate>Tue, 04 Aug 2026 19:27:06 +0700</pubDate><guid>https://dentingnews.com/news/detail/6327/wamenkes-ri-kunjungi-riau-perkuat-gerakan-bersama-percepatan-eliminasi-tuberkulosis</guid></item><item><title>Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang</title><link>https://dentingnews.com/news/detail/6326/korban-gigitan-monyet-liar-di-tembilahan-bertambah-jadi-15-orang</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU,DENTINGNEWS&#45;&#45;&#45;&#45;&lt;/strong&gt; Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil Junaidy, Selasa (4/8/26) menyatakan upaya perburuan monyet liar di Tembilahan terus dilakukan. Tak hanya melibatkan dari Tim DPKP saja, tetapi sejumlah warga yang juga turut prihatin akan bertambahnya korban serangan monyet tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Korban gigitan monyet liar tercatat sudah 15 orang. Lokasi serangan terjadi di berbagai tempat berbeda. Tercatat pada Senin kemarin ada empat orang korban dengan berbagai luka gigitan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Di antara korban serangan monyet anak&#45;anak,&quot; kata Junaidy.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bocah terkena serangan pertama seorang laki&#45;laki. Ia mengalami luka gigitan di bagian leher. Akibat luka yang dideritanya, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan penanganan medis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada hari yang sama dua orang pria dewasa dan seorang anak wanita juga dilaporkan menjadi korban serangan monyet di kawasan Lorong Kubur, Parit 13 Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan. Korban ada yang&amp;nbsp; mengalami luka gigitan di bagian belakang tubuh, kepala, tangan serta paha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Seluruh korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Puri Husada Tembilahan,&quot; papar Junaidy.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bupati Inhil Herman bersama Kapolres AKBP Donny Eko Listianto, sebelumnya telah mengunjungi warga yang menjadi korban serangan monyet liar di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Lorong Kubur, Kecamatan Tembilahan Hilir. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi para korban sekaligus memastikan penanganan yang diberikan berjalan dengan baik.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada kesempatan itu, Herman menyampaikan keprihatinan atas insiden yang mengakibatkan 11 warga mengalami luka gigitan. Menurutnya, Pemkab Inhil telah menjalin komunikasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) guna memperoleh kepastian mengenai status satwa yang hingga kini masih berkeliaran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi apakah monyet tersebut merupakan satwa yang dilindungi atau bukan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bupati menegaskan pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh terhadap penanganan korban, termasuk menjamin seluruh biaya pengobatan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung, sehingga masyarakat tidak dipungut biaya,&quot; tambahnya.(sya)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto memastikan personel kepolisian bersama tim gabungan turut melakukan pencarian terhadap monyet liar tersebut. Penyisiran terus difokuskan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian satwa guna mengantisipasi terjadinya korban berikutnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://dentingnews.com/assets/berita/original/90820874648-images_(48).jpg"/><pubDate>Tue, 04 Aug 2026 19:20:51 +0700</pubDate><guid>https://dentingnews.com/news/detail/6326/korban-gigitan-monyet-liar-di-tembilahan-bertambah-jadi-15-orang</guid></item><item><title>Semarak HUT ke&#45;35 Kampung Empang Baru, Expo UMKM dan Culture Fest 2026 Dorong Ekonomi Lokal Berbasis Budaya</title><link>https://dentingnews.com/news/detail/6325/semarak-hut-ke35-kampung-empang-baru-expo-umkm-dan-culture-fest-2026-dorong-ekonomi-lokal-berbasis-budaya</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;SIAK DENTINGNEWS&#45;&#45;&#45;&#45;&#45; &amp;nbsp;Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya mewarnai pembukaan Expo UMKM dan Culture Fest 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke&#45;35 Kampung Empang Baru, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Kamis (30/7/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Kampung Empang Baru itu menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berpadu dengan kekayaan seni dan budaya daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Acara pembukaan dihadiri Wakil Bupati Siak Syamsurizal, Anggota DPRD Kabupaten Siak Daerah Pemilihan II Umbarno dan Retno Guntoro, Camat Lubuk Dalam Agung Afandi, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Siak, Kyai Toyyib Firdaus, para penghulu se&#45;Kecamatan Lubuk Dalam, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta masyarakat Kampung Empang Baru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Peringatan HUT ke&#45;35 ini menjadi pengingat perjalanan panjang Kampung Empang Baru yang merupakan salah satu dari tujuh kampung di Kecamatan Lubuk Dalam. Kampung ini ditetapkan sebagai desa definitif pada 1 April 1991 berdasarkan Keputusan Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Bengkalis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam sambutannya, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat yang menggelar kegiatan budaya dengan melibatkan pelaku UMKM. Menurutnya, kolaborasi antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kegiatan budaya yang melibatkan UMKM seperti ini harus terus kita kembangkan, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat tempatan. Dengan dukungan dunia usaha dan sektor perbankan, perputaran ekonomi masyarakat akan semakin meningkat,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Syamsurizal juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam membangun kampung dan Kabupaten Siak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Mari bersama&#45;sama kita bergandeng tangan untuk membangun kabupaten kita. Semoga ke depannya Siak semakin jaya dan bermartabat,&quot; pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebagai tanda resmi dibukanya Expo UMKM dan Culture Fest 2026, Wakil Bupati Siak melakukan pemukulan gong yang disambut antusias masyarakat. Prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas bertambahnya usia Kampung Empang Baru sekaligus harapan agar kampung tersebut semakin maju, sejahtera, dan harmonis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui penyelenggaraan Expo UMKM dan Culture Fest 2026, Pemerintah Kabupaten Siak bersama masyarakat berharap potensi UMKM lokal semakin dikenal luas, produk&#45;produk unggulan masyarakat mampu bersaing di pasar yang lebih besar, serta budaya lokal tetap lestari sebagai identitas dan kebanggaan daerah. Momentum peringatan HUT ke&#45;35 Kampung Empang Baru ini juga diharapkan menjadi penggerak tumbuhnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan dunia perbankan dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Sya/MC Siak)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://dentingnews.com/assets/berita/original/66176070315-img-20260731-wa0028.jpg"/><pubDate>Fri, 31 Jul 2026 15:00:00 +0700</pubDate><guid>https://dentingnews.com/news/detail/6325/semarak-hut-ke35-kampung-empang-baru-expo-umkm-dan-culture-fest-2026-dorong-ekonomi-lokal-berbasis-budaya</guid></item></channel></rss>