Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
Delegasi GCMC IMT-GT ke-9 Mulai Berdatangan ke Kota Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
TNI-Polri dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan 10 Hektare Lahan Gambut di Rupat
PEKANBARU,DENTINGNEWS--- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hebat kembali melanda wilayah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, tepatnya di Desa Sukarjo Mesim pada Rabu (11/2/2026).
Api dengan cepat melahap sekitar 10 hektare lahan yang berlokasi di Jalan Parit Jawa, Dusun Sungai Mesim 2, dan memicu reaksi cepat dari aparat keamanan serta instansi terkait untuk segera melakukan penanganan di lapangan.
"Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Rupat, Koramil 04 Rupat, BPBD, tim RPK PT. SRL, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) langsung terjun ke lokasi untuk menjinakkan api," ujar Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Senin (16/2/2026).
Fahrian menyebutkan upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan untuk memastikan api tidak semakin meluas ke area pemukiman atau perkebunan produktif lainnya.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, lahan yang terbakar didominasi oleh semak belukar dan perkebunan sawit di atas tanah gambut yang kering.
"Karakteristik tanah gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan, ditambah cuaca ekstrem dan angin kencang yang kerap berubah arah, menjadi tantangan berat bagi para petugas yang berjuang di garda terdepan," jelas Fahrian.
Pemantauan melalui Dashboard Lancang Kuning (DLK) menunjukkan adanya 43 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi di kawasan tersebut.
Data yang bersumber dari satelit SNPP NASA ini mengonfirmasi bahwa seluruh titik api terkonsentrasi dalam satu hamparan luas, sehingga memerlukan strategi penanganan yang terintegrasi dan intensif.
"Sebagian lokasi sudah berhasil kami padamkan, namun tim masih mendapati kemunculan api baru di area yang baru saja terbakar," ungkap Fahrian.
Fahrian menyampaikan, prioritas utama saat ini adalah melakukan lokalisir area dengan saksama agar api benar-benar padam hingga ke lapisan tanah terdalam dan tidak memicu kebakaran susulan.
Kendala utama yang dihadapi tim gabungan di lapangan adalah minimnya sumber air di sekitar titik kebakaran karena tidak adanya kanal atau embung permanen.
"Untuk sementara, petugas terpaksa mengandalkan pasokan air dari kanal milik PT. SRL yang letaknya cukup jauh, sehingga memerlukan penyambungan puluhan rol selang untuk mencapai pusat api," terang Fahrian.
Sebagai langkah solutif, satu unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk membuat sekat api dan embung darurat guna menampung cadangan air. Penggunaan mesin mini strike dari BPBD dan pihak swasta terus dioptimalkan agar distribusi air menuju titik panas tetap stabil, meskipun personel harus bekerja ekstra keras di tengah cuaca yang sangat terik.
"Hingga saat ini, Polsek Rupat masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti kebakaran serta mengidentifikasi pemilik lahan tersebut," jelasnya.
Pihak kepolisian juga kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, demi mencegah bencana kabut asap yang dapat merugikan kesehatan dan lingkungan secara luas.(aya/MCR)
Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi
PEKANBARU,DENTINGNEWS----Bupati Siak, Dr. Afni Zulki.
Pemko Pekanbaru Janji Beri Keringanan Untuk Pedagang Eks Pemegang HGB Ruko STC
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Pemerintah Kota (Pemko) Pe.
Wamenkes RI Kunjungi Riau, Perkuat Gerakan Bersama Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Upaya percepatan penanggul.
Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Kepala Dinas Pemadam Kebak.
Semarak HUT ke-35 Kampung Empang Baru, Expo UMKM dan Culture Fest 2026 Dorong Ekonomi Lokal Berbasis Budaya
SIAK DENTINGNEWS----- Semangat kebersamaan dan pelestarian buda.
Diskominfo Siak Kembangkan Aplikasi MBG, Perkuat Pengawasan Kualitas Makanan bagi Penerima Manfaat
SIAK DENTINGNEWS----- Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Komunik.






.jpg)

