• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Jelang pembukaan PORSENIJAR Provinsi Riau, Mahadar mantapkan persiapan
Dibaca : 87 Kali
Disdik Pekanbaru Ancam Jatuhkan Sanksi Untuk Sekolah Yang Tidak Patuhi Kebijakan PJJ
Dibaca : 112 Kali
Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Sekda SiakTekankan Integritas dan Inovasi Pelayanan
Dibaca : 110 Kali
LAZNAS DT Peduli Riau Bagikan 3.200 Masker Kepada Masyarakat di Sejumlah Titik
Dibaca : 198 Kali
Angin Dari Selatan Sebabkan Kabut Asap di Siak Kembali Pekat di Siak
Dibaca : 91 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Angka Kelahiran di Riau Turun, Kini Rata-rata 2 Anak per Perempuan

Redaksi

Kamis, 07 Mei 2026 12:33:20 WIB
Cetak
Angka Kelahiran di Riau Turun, Kini Rata-rata 2 Anak per Perempuan
ilustrasi/internet

PEKANBARU,DENTINGNEWS--- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren penurunan fertilitas di Provinsi Riau masih berlanjut hingga 2025. Hal ini tergambar dari hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang menunjukkan Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) sebesar 2,21.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan angka tersebut menurun dibandingkan hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020) yang sebesar 2,28, sekaligus melanjutkan tren penurunan sejak 2010 yang saat itu masih berada di angka 2,82.

“TFR Provinsi Riau hasil SUPAS 2025 tercatat sebesar 2,21. Ini menunjukkan tren penurunan fertilitas masih berlanjut dan Riau semakin mendekati tingkat penggantian penduduk atau replacement level,” ujar Asep Riyadi, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, meskipun tren penurunan terus terjadi, lajunya kini cenderung lebih landai dibandingkan periode sebelumnya.

Selain itu, BPS juga mencatat adanya perbedaan tingkat fertilitas antar wilayah. Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan TFR terendah sebesar 2,04, sementara Kabupaten Bengkalis mencatat angka tertinggi yakni 2,53.

“Perbedaan ini mencerminkan variasi karakteristik sosial, budaya, ekonomi, serta akses terhadap layanan kesehatan reproduksi di masing-masing daerah,” jelasnya.

Dari sisi umur, pola kelahiran juga mengalami perubahan. Data Age Specific Fertility Rate (ASFR) menunjukkan penurunan signifikan pada kelompok usia muda, terutama 15–19 tahun, dari 43,90 kelahiran per 1.000 perempuan pada 2010 menjadi 11,08 pada 2025.

“Penurunan fertilitas pada usia muda cukup signifikan. Namun puncak fertilitas masih berada pada kelompok umur 25–29 tahun, meskipun angkanya juga mengalami penurunan,” kata Asep.

Di sisi lain, terdapat pergeseran pola fertilitas dengan meningkatnya angka kelahiran pada kelompok usia 30–44 tahun, yang mengindikasikan kecenderungan menunda kelahiran.

Sementara itu, Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) Riau pada 2025 tercatat sebesar 17,42 kelahiran per 1.000 penduduk, turun 1,29 poin dibandingkan 2020.

Untuk penggunaan kontrasepsi, Angka Prevalensi Kontrasepsi (CPR) mencapai 57,46 persen, yang menunjukkan lebih dari separuh perempuan usia subur atau pasangannya telah menggunakan metode kontrasepsi.

Di sisi mortalitas, BPS mencatat Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR) sebesar 4,58, atau sekitar 4 hingga 5 kematian per 1.000 penduduk.

Sementara itu, Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) tercatat sebesar 13,28 per 1.000 kelahiran hidup, turun signifikan dibandingkan tahun 2010 yang mencapai 22,94.

“Penurunan IMR ini menunjukkan adanya perbaikan derajat kesehatan masyarakat, meskipun masih terdapat disparitas antarwilayah,” ungkap Asep.

Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat memiliki IMR tertinggi sebesar 18,68, sedangkan terendah berada di Kota Pekanbaru dengan angka 10,00.

Menurut Asep, data ini menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pembangunan kependudukan dan kesehatan di Riau ke depan.

“Data fertilitas dan mortalitas ini menjadi pijakan penting dalam menyusun kebijakan, terutama terkait pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tutupnya. (aya/MCR)


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Pekanbaru Jadi Kota dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia, Tembus 7,39 Persen

Senin, 14 September 2026 - 16:30:00 WIB

PEKANBARU DENTINGNEWS----  Kota Pekanbaru mencatat capaian posit.

Daerah

Angin Dari Selatan Sebabkan Kabut Asap di Siak Kembali Pekat di Siak

Selasa, 15 September 2026 - 15:00:00 WIB

SIAK DENTINGNEWS----- Banyak yang bertanya, mengapa asap masih cukup .

Daerah

Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Sekda SiakTekankan Integritas dan Inovasi Pelayanan

Rabu, 16 September 2026 - 17:30:00 WIB

SIAK , DENTINGNEWS----- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak, Mah.

Daerah

Jelang pembukaan PORSENIJAR Provinsi Riau, Mahadar mantapkan persiapan

Kamis, 17 September 2026 - 17:30:00 WIB

SIAK, DENTINGNEWS----- Sekda Siak sekaligus Ketua PGRI Kab. Siak Maha.

Daerah

LAZNAS DT Peduli Riau Bagikan 3.200 Masker Kepada Masyarakat di Sejumlah Titik

Selasa, 15 September 2026 - 17:55:18 WIB

PEKANBARU, DENTINGNEWS---- Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) DT Pe.

Daerah

Program PPM BSP Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:15:16 WIB

PEKANBARU, DENTINGNEWS---- Pemberdayaan masyarakat tidak selalu dimul.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jelang pembukaan PORSENIJAR Provinsi Riau, Mahadar mantapkan persiapan
17 September 2026
Disdik Pekanbaru Ancam Jatuhkan Sanksi Untuk Sekolah Yang Tidak Patuhi Kebijakan PJJ
17 September 2026
Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Sekda SiakTekankan Integritas dan Inovasi Pelayanan
16 September 2026
LAZNAS DT Peduli Riau Bagikan 3.200 Masker Kepada Masyarakat di Sejumlah Titik
15 September 2026
Angin Dari Selatan Sebabkan Kabut Asap di Siak Kembali Pekat di Siak
15 September 2026
Pekanbaru Jadi Kota dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia, Tembus 7,39 Persen
14 September 2026
Plh Bupati Siak Syamsurizal; Kejurnas Drag Bike Region 1 Jadi Solusi Redam Balap Liar
12 September 2026
Wabup Syamsurizal Apresiasi Polres Siak Berhasil Putus Mata Rantai Peredaran Narkoba
11 September 2026
Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru
10 September 2026
Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru jadi Benchmark Tata Kelola Investasi
10 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Plh Bupati Siak Syamsurizal; Kejurnas Drag Bike Region 1 Jadi Solusi Redam Balap Liar
  • 2 Wabup Syamsurizal Apresiasi Polres Siak Berhasil Putus Mata Rantai Peredaran Narkoba
  • 3 Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru
  • 4 Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru jadi Benchmark Tata Kelola Investasi
  • 5 Dekatkan Pelayanan Kepada Masyarakat, DPMPTSP Pekanbaru Akan Buat MPP Mini dan MPP Keliling
  • 6 Pemko Pekanbaru Terima Empat Penghargaan IMT-GT Green City Award
  • 7 Polres Bengkalis Gagalkan Peredaran Sabu 30 Kg dan 122 Ribu Ekstasi

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved