Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
Delegasi GCMC IMT-GT ke-9 Mulai Berdatangan ke Kota Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
Angka Kelahiran di Riau Turun, Kini Rata-rata 2 Anak per Perempuan
PEKANBARU,DENTINGNEWS--- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren penurunan fertilitas di Provinsi Riau masih berlanjut hingga 2025. Hal ini tergambar dari hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang menunjukkan Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) sebesar 2,21.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan angka tersebut menurun dibandingkan hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020) yang sebesar 2,28, sekaligus melanjutkan tren penurunan sejak 2010 yang saat itu masih berada di angka 2,82.
“TFR Provinsi Riau hasil SUPAS 2025 tercatat sebesar 2,21. Ini menunjukkan tren penurunan fertilitas masih berlanjut dan Riau semakin mendekati tingkat penggantian penduduk atau replacement level,” ujar Asep Riyadi, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, meskipun tren penurunan terus terjadi, lajunya kini cenderung lebih landai dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, BPS juga mencatat adanya perbedaan tingkat fertilitas antar wilayah. Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan TFR terendah sebesar 2,04, sementara Kabupaten Bengkalis mencatat angka tertinggi yakni 2,53.
“Perbedaan ini mencerminkan variasi karakteristik sosial, budaya, ekonomi, serta akses terhadap layanan kesehatan reproduksi di masing-masing daerah,” jelasnya.
Dari sisi umur, pola kelahiran juga mengalami perubahan. Data Age Specific Fertility Rate (ASFR) menunjukkan penurunan signifikan pada kelompok usia muda, terutama 15–19 tahun, dari 43,90 kelahiran per 1.000 perempuan pada 2010 menjadi 11,08 pada 2025.
“Penurunan fertilitas pada usia muda cukup signifikan. Namun puncak fertilitas masih berada pada kelompok umur 25–29 tahun, meskipun angkanya juga mengalami penurunan,” kata Asep.
Di sisi lain, terdapat pergeseran pola fertilitas dengan meningkatnya angka kelahiran pada kelompok usia 30–44 tahun, yang mengindikasikan kecenderungan menunda kelahiran.
Sementara itu, Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) Riau pada 2025 tercatat sebesar 17,42 kelahiran per 1.000 penduduk, turun 1,29 poin dibandingkan 2020.
Untuk penggunaan kontrasepsi, Angka Prevalensi Kontrasepsi (CPR) mencapai 57,46 persen, yang menunjukkan lebih dari separuh perempuan usia subur atau pasangannya telah menggunakan metode kontrasepsi.
Di sisi mortalitas, BPS mencatat Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR) sebesar 4,58, atau sekitar 4 hingga 5 kematian per 1.000 penduduk.
Sementara itu, Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) tercatat sebesar 13,28 per 1.000 kelahiran hidup, turun signifikan dibandingkan tahun 2010 yang mencapai 22,94.
“Penurunan IMR ini menunjukkan adanya perbaikan derajat kesehatan masyarakat, meskipun masih terdapat disparitas antarwilayah,” ungkap Asep.
Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat memiliki IMR tertinggi sebesar 18,68, sedangkan terendah berada di Kota Pekanbaru dengan angka 10,00.
Menurut Asep, data ini menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan pembangunan kependudukan dan kesehatan di Riau ke depan.
“Data fertilitas dan mortalitas ini menjadi pijakan penting dalam menyusun kebijakan, terutama terkait pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tutupnya. (aya/MCR)
Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi
PEKANBARU,DENTINGNEWS----Bupati Siak, Dr. Afni Zulki.
Pemko Pekanbaru Janji Beri Keringanan Untuk Pedagang Eks Pemegang HGB Ruko STC
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Pemerintah Kota (Pemko) Pe.
Wamenkes RI Kunjungi Riau, Perkuat Gerakan Bersama Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Upaya percepatan penanggul.
Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Kepala Dinas Pemadam Kebak.
Semarak HUT ke-35 Kampung Empang Baru, Expo UMKM dan Culture Fest 2026 Dorong Ekonomi Lokal Berbasis Budaya
SIAK DENTINGNEWS----- Semangat kebersamaan dan pelestarian buda.
Diskominfo Siak Kembangkan Aplikasi MBG, Perkuat Pengawasan Kualitas Makanan bagi Penerima Manfaat
SIAK DENTINGNEWS----- Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Komunik.






.jpg)

