• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Dibaca : 46 Kali
Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027
Dibaca : 34 Kali
Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU
Dibaca : 37 Kali
PSPS Masih Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A
Dibaca : 30 Kali
Rakernas IMI 2026 Digelar di Pekanbaru, Ketua Umum Moreno Soeprapto Dipastikan Hadir
Dibaca : 60 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Berjuang 34 Hari Lawan Sakit, Gajah Binaan BBKSDA Riau Jovi Meninggal Dunia

Redaksi

Selasa, 04 Agustus 2026 12:30:00 WIB
Cetak
Berjuang 34 Hari Lawan Sakit, Gajah Binaan BBKSDA Riau Jovi Meninggal Dunia
ilustrasi/internet

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Kabar duka menyelimuti dunia konservasi Indonesia. Gajah binaan di Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Minas, "Jovi" (46 tahun), dinyatakan mati pada Senin (3/8) pukul 20.47 WIB setelah tim dokter hewan Balai Besar KSDA Riau berjuang secara intensif memberikan perawatan medis selama 34 hari.

Gajah jantan dewasa yang telah berjasa besar membantu penanganan berbagai konflik manusia dan satwa liar di Provinsi Riau tersebut menghembuskan napas terakhir akibat komplikasi infeksi saluran pencernaan dan pernapasan atas yang memicu kelemahan otot berat (myopathy).

Plh. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Ujang Holisudin, menjelaskan bahwa gejala sakit mulai terlihat pada 1 Juli 2026. Saat itu Gajah Jovi menunjukkan kondisi kelemahan umum, tidak nafsu makan, tremor (kejang), kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor, serta mengalami kesulitan untuk berdiri. 

"Sejak awal munculnya gejala, tim medis BBKSDA Riau segera melakukan penanganan secara intensif sesuai standar operasional dan prosedur (SOP) pelayanan kesehatan satwa. Tindakan medis yang diberikan meliputi terapi cairan infus selama 24 jam, pemberian vitamin, antibiotik, antiinflamasi, asam amino, terapi suportif, serta pemantauan kondisi klinis dan pemeriksaan laboratorium secara berkala," kata Ujang dalam rilis resmi Selasa (4/8/2026).

Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau, drh. Rini Deswita, menjelaskan bahwa selama masa perawatan kondisi Gajah Jovi sempat menunjukkan perkembangan. Kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor mulai berkurang, nafsu makan perlahan membaik, bahkan pada hari keenam perawatan gajah sempat mampu berdiri dan berjalan beberapa langkah.

"Hasil pemeriksaan laboratorium darah yang dilakukan secara berkala juga menunjukkan adanya penurunan tingkat infeksi setelah mendapatkan terapi," sebutnya.

Meskipun respons terhadap pengobatan sempat terlihat, kondisi otot Gajah Jovi terus mengalami penurunan hingga berkembang menjadi myopati berat, yaitu gangguan pada jaringan otot yang menyebabkan gajah kembali tidak mampu berdiri. Selama menjalani perawatan, kebutuhan nutrisi dan cairan terus dipenuhi melalui pemberian pakan khusus serta terapi infus intensif.

Dalam menangani kasus ini, BBKSDA Riau tidak bekerja sendiri. Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik, Kementerian Kehutanan mengoordinasikan diskusi dan konsultasi teknis bersama dokter hewan dari berbagai unit lingkup Kementerian Kehutanan guna memperoleh masukan dan pertimbangan medis terbaik dalam penanganan Gajah Jovi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, uji laboratorium darah, serta gejala yang muncul selama masa perawatan, tim medis menduga Gajah Jovi mengalami komplikasi infeksi saluran pencernaan dan saluran pernapasan bagian atas yang berkembang hingga menyebabkan myopati berat. Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, setelah Gajah Jovi dinyatakan mati, tim medis segera melakukan nekropsi serta pengambilan sampel organ dan jaringan untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

Pada Minggu, 2 Agustus 2026, kondisi Gajah Jovi mulai mengalami penurunan yang signifikan. Gajah tidak lagi mau makan maupun minum sehingga terapi intensif terus dilakukan. Pada Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, suhu tubuh meningkat hingga mencapai sekitar 40°C. Tim medis terus memberikan terapi cairan melalui infus, pemberian cairan secara oral maupun rektal, serta tindakan suportif lainnya.

Namun, pada pukul 20.43 WIB Gajah Jovi mengalami tremor hebat, dan pada pukul 20.47 WIB dinyatakan mati. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah Gajah Jovi dimakamkan sesuai prosedur yang berlaku.

Gajah Jovi merupakan gajah jinak jantan berusia sekitar 46 tahun yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan bergabung di PLG Minas sejak 18 Februari 1998. Selama lebih dari dua dekade, Jovi menjadi salah satu gajah binaan yang berperan penting dalam berbagai operasi mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di berbagai wilayah Provinsi Riau. Kontribusinya dalam mendukung upaya konservasi gajah Sumatera menjadi bagian penting dari sejarah pengelolaan konflik satwa liar di Riau.

BBKSDA Riau menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, dan petugas lapangan yang telah bekerja tanpa mengenal waktu selama proses perawatan Gajah Jovi. 

BBKSDA Riau juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian gajah Sumatera yang saat ini masih menghadapi berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidupnya. Upaya konservasi hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga habitat, mengurangi konflik manusia dan satwa liar, serta mendukung berbagai program perlindungan dan penyelamatan gajah di Indonesia.**


 


Sumber : https://mediacenter.riau. /  Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Selasa, 03 November 2026 - 22:06:36 WIB

SIAK, DENTINGNEWS----- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memperku.

Daerah

Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU

Selasa, 03 November 2026 - 16:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---Memastikan masyarakat mendap.

Daerah

MTQ Kecamatan Kandis Resmi Dibuka, Bupati Afni : Astaka Tak Perlu Megah Tapi Bonus Utamakan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:00:00 WIB

SIAK, DENTINGNEWS----- Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ti.

Daerah

Pemkab Siak Ajak Masyarakat Gelar Salat Ghaib dan Doa Bersama untuk Mantan Bupati Arwin A.S.

Ahad, 01 November 2026 - 12:00:00 WIB

SIAK, DENTINGNEWS-----Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mengimbau ma.

Daerah

Buka MTQ ke-VI di Kecamatan Binawidya, Walikota Ingatkan Alquran Sebagai Pedoman Hidup

Senin, 02 November 2026 - 15:30:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----.

Daerah

Pemko Pekanbaru Usulkan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah untuk Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai

Senin, 02 November 2026 - 16:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
03 November 2026
Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027
03 November 2026
Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU
03 November 2026
PSPS Masih Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A
03 November 2026
Rakernas IMI 2026 Digelar di Pekanbaru, Ketua Umum Moreno Soeprapto Dipastikan Hadir
02 November 2026
Penataan Jaringan Kabel FO Kembali Dilakukan Pemko Pekanbaru, Kali Ini Fokus di Jalan Paus
02 November 2026
Inflasi Riau Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen
02 November 2026
BBKSDA Konfirmasi Temuan Jejak Harimau di Kampar
02 November 2026
Pemprov Riau Alokasikan Rp2,1 Miliar Perbaiki Ruas Jalan Sontang Duri
02 November 2026
Pemko Pekanbaru Usulkan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah untuk Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai
02 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tiap Hari, Dinkes Pekanbaru Perbarui Data Pasien ISPA dan Kualitas Udara
  • 2 17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital
  • 3 Sidak 7 Arena Biliar, Satpol PP Pekanbaru Temukan Berbagai Pelanggaran
  • 4 Di Panggung Baznas Award 2026, Bupati Afni Minta Pemerintah Kaji Ulang Gaji ASN Disalurkan Lewat Kopdes
  • 5 Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, PT BSP Gandeng Kejari Siak
  • 6 Tinjau Operasi Pasar Murah di Melebung, Plt Gubri Bagikan Beras dan Minyak Goreng Gratis
  • 7 Pemko Pekanbaru Raih Predikat Sangat Baik dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Perizinan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved