Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
Delegasi GCMC IMT-GT ke-9 Mulai Berdatangan ke Kota Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
Wamenkes RI Kunjungi Riau, Perkuat Gerakan Bersama Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TB) terus menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menekan penyebaran penyakit menular yang masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di Indonesia.
Komitmen itu terlihat dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Okta ke Provinsi Riau yang dipusatkan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus bersama jajaran Pemerintah Provinsi Riau untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program prioritas nasional pemberantasan TB.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyambut baik kunjungan pemerintah pusat yang dinilai menunjukkan besarnya perhatian terhadap upaya pengendalian tuberkulosis di daerah.
Menurutnya, kehadiran Wamendagri dan Wamenkes RI secara bersamaan menjadi bukti bahwa penanganan TB memerlukan dukungan lintas sektor, tidak hanya mengandalkan pelayanan kesehatan semata.
"Alhamdulillah, hari ini kita dapat menerima kunjungan kerja Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri dan Bapak Wakil Menteri Kesehatan di Provinsi Riau. Kehadiran beliau secara bersamaan menegaskan bahwa penanggulangan tuberkulosis tidak cukup hanya ditangani dari sisi medis," ujar Plt Gubri SF Hariyanto, Selasa (04/08/2026).
Dijelaskan, keberhasilan pengendalian TB membutuhkan keterlibatan seluruh sektor. Mulai dari unsur pemerintahan pusat hingga tingkat paling bawah agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan menjangkau masyarakat.
"Dibutuhkan kepemimpinan pemerintahan dan gerakan bersama sampai tingkat kecamatan, kelurahan, puskesmas, serta lingkungan masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Okta, menerangkan bahwa kunjungannya bersama Wakil Menteri Dalam Negeri merupakan bagian dari sosialisasi program prioritas pemerintah dalam percepatan pemberantasan tuberkulosis di berbagai daerah. Ia menambahkan, selama berada di Riau, rombongan telah melakukan peninjauan ke Universitas Riau (UNRI) dan RSUD Arifin Achmad untuk menyampaikan strategi luar biasa atau ekstraordinari dalam upaya menekan angka penularan penyakit tersebut.
"Kami datang ke Provinsi Riau bersama Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri, untuk mensosialisasikan program prioritas pemerintah, khususnya dalam penanggulangan dan pemberantasan Tuberkulosis (TB). Tadi kami bersama Pak Plt Gubernur, baik saat peninjauan di Universitas Riau (UNRI) maupun di rumah sakit ini, telah menjelaskan bagaimana langkah serta strategi ekstraordinari kita dalam memberantas TB," terangnya.
Wamenkes RI Benjamin mengungkapkan bahwa tenaga kesehatan selama ini telah menunjukkan kinerja yang baik dalam memberikan pengobatan kepada pasien. Namun, menurutnya, keberhasilan eliminasi TB juga sangat bergantung pada kemampuan menemukan secara aktif orang-orang yang telah terpapar agar rantai penularan dapat diputus.
"Selama ini, kinerja tenaga kesehatan kita sudah sangat baik dalam mengobati pasien yang sakit. Namun perlu kita ingat, TB adalah penyakit menular seperti COVID-19. Jika orang yang tertular tidak kita kejar dan tidak dilakukan pemeriksaan ketat, penyebarannya tidak akan berhenti," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pemeriksaan terhadap seluruh anggota keluarga atau kontak serumah pasien TB. Langkah tersebut dinilai menjadi strategi utama untuk menemukan kasus lebih dini sekaligus memberikan perlindungan kepada mereka yang belum terinfeksi.
"Oleh karena itu, kontak serumah dari pasien TB wajib diperiksa. Mereka yang terdeteksi sakit harus segera diobati, sedangkan mereka yang belum sakit wajib mendapatkan obat pencegahan," tegasnya.
Ia optimistis apabila strategi penemuan kasus aktif, pengobatan, serta pemberian terapi pencegahan dapat dilaksanakan secara konsisten setiap tahun maka Indonesia akan mampu menurunkan jumlah kasus tuberkulosis secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
"Jika strategi ini konsisten kita jalankan setiap tahun, maka dalam kurun waktu 3 tahun ke depan, kasus TB di Indonesia dipastikan akan turun drastis," pungkasnya.(aya)
Bupati Afni Hadiri Pelantikan IDI, TPP Dokter Siak Masih yang Tertinggi
PEKANBARU,DENTINGNEWS----Bupati Siak, Dr. Afni Zulki.
Pemko Pekanbaru Janji Beri Keringanan Untuk Pedagang Eks Pemegang HGB Ruko STC
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Pemerintah Kota (Pemko) Pe.
Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Kepala Dinas Pemadam Kebak.
Semarak HUT ke-35 Kampung Empang Baru, Expo UMKM dan Culture Fest 2026 Dorong Ekonomi Lokal Berbasis Budaya
SIAK DENTINGNEWS----- Semangat kebersamaan dan pelestarian buda.
Diskominfo Siak Kembangkan Aplikasi MBG, Perkuat Pengawasan Kualitas Makanan bagi Penerima Manfaat
SIAK DENTINGNEWS----- Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Komunik.
Smart Farming Binaan BI di Bunga Raya Tunjukkan Hasil, Produktivitas Padi Meningkat
SIAK, DENTINGNEWS----- Program pengembangan pertanian berbasis smart .





.jpg)


