• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Dibaca : 35 Kali
Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027
Dibaca : 24 Kali
Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU
Dibaca : 28 Kali
PSPS Masih Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A
Dibaca : 22 Kali
Rakernas IMI 2026 Digelar di Pekanbaru, Ketua Umum Moreno Soeprapto Dipastikan Hadir
Dibaca : 60 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Tenun Sri Kemuning

Batasi Jumlah Produksi, Konsumen Dijamin Tidak Pakai Produk Pasaran

Redaksi

Senin, 05 September 2022 14:59:40 WIB
Cetak
Batasi Jumlah Produksi,  Konsumen Dijamin  Tidak Pakai Produk Pasaran
Salah satu tenun produk tenun Sri Kemuning

 

PEKANBARU, DENTINGNEWS-- Tenun Sri Kemuning bisa disebut salah satu usaha tenun yang masih eksis  di Kota Pekanbaru. Ditengah gempuran produksi kain pabrikan, tenun Sri kemuning tetap komit dan konsisten melestarikan tenun Melayu.

Pendiri tenun Sri Kemuning, Dina Sepnita menjelaskan, tidak mudah baginya untuk memulai usaha tenun ditahun 2012 lalu.
Ada berbagai kendala diawal memulai usaha. Semisal keberadaan Alat Tenun Bukan Mesin atau ATBM yang terbatas dan juga pengrajin.

"Kesulitannya itu mencari mitra pengrajin tenun, dulu saya punya 4 anggota penenun, kemudian  2 orang diantaranya menikah. Lalu ada 20 orang anak SMK 4 yang magang ditempat saya, hanya 2 yang berlanjut jadi penenun,"tutur Dina .

Memiliki usaha kain tenun menurut Dina mesti memiliki kesabaran, ulet dan juga kreatif. Karena itu merupakan bagian untuk bisa mendapat tempat dihati konsumen.

Selain juga tentunya harus menjaga kualitas produk yang dihasilkan dan konsisten dalam produksi.

"Kalau kami tenun Sri kemuning untuk satu warna motif yang sama, paling banyak hanya diproduksi dua kain. Sehingga konsumen betul-betul istimewa karena tidak akan mendapatkan produk yang pasaran atau banyak dipakai orang,"jelas Dina.


Padu-padan warna yang tepat juga menurut Dina cukup mempengaruhi selera pasar. Karena itu padu-padan warna harus dibuat semenarik mungkin.

Dina juga menuturkan, untuk target konsumen tenun Sri Kemuning tidak hanya kalangan tertentu saja namun semua orang bisa memakai kain tenun.

Sebab kain hasil tenun Sri Kemuning juga ada yang sudah dimodifikasi menjadi pakaian dengan bahan yang nyaman untuk dipakai harian dengan harga terjangkau.

"Kalau selama ini ada yang bilang pakai baju hasil tenun itu panas, mungkin itu bahan yang digunakan memang panas. Kalau saya seperti untuk pakaian seragam itu digunakan bahan katun dan itu tidak panas,"jelas Dina yang kerap mendapatkan pesanan baju seragam ASN.

Terkait motif dari tenun Sri Kemuning, diungkapkan Dina pihaknya memproduksi semua motif melayu yang kaya akan falsafahnya. Seperti motif pucuk rebung, kelopak Mayang, awan berarak dan juga bintang berantai serta juga bunga cempaka dan motif tenun melayu lainnya.

"Untuk motif tenun baik untuk bahan kain (bawahan) atau juga baju, semua motif diproduksi oleh tenun Sri Kemuning. Karena konsumen juga bisa memesan motif yang mereka sukai, begitu juga warnanya,"tutur Dina yang menyebut paling laris bahan tenun untuk dijadikan baju.
 

Dina juga memastikan untuk harga tenun Sri Kemuning sangat terjangkau dan disesuaikan dengan tingkat kesulitannya. Seperti halnya hasil olahan tangan lainnya.

Terkait pemasaran produk tenun Sri Kemuning,  Dina menyebutkan pihaknya kini sudah mulai memanfaatkan kemajuan tekhnologi digital melalui media sosial. Bahkan hasil tenun Sri Kemuning juga sudah dipasarkan melalui e-commerce seperti Tokopedia.

Semula diakui Dina, diawal kemunculan tenun Sri Kemuning, pemasaran masih sebatas dari informasi mulut ke mulut.

"Tadinya hanya informasi mulut ke mulut saja, tapi begitu ada masukan untuk menggunakan media sosial, kami juga mulai menggunakan Instagram dan juga website. Alhamdulillah dengan ini jangkauan pasar menjadi lebih luas,"ungkap Dina yang minimal sebulan memproduksi sedikitnya 20  potong kain tenun.


Dampak dari pemanfaatan media sosial, Dina juga menuturkan konsumennya tidak lagi hanya sebatas Riau namun sudah sampai keluar pulau.

"Justru yang paling banyak memesan itu biasa dari luar Riau, biasanya mereka memesan melalui tokopedia,"sambung Dina yang juga memiliki pelanggan beberapa pejabat.

Memiliki usaha yang menggunakan media Alat Tenun Bukan Mesin atau ATBM juga menjadi berkah bagi Dina. Karena selain tidak banyak yang memiliki usaha ini, usahanya juga kerap dibidik oleh perusahaan besar dan perbankan di Riau untuk mendapatkan pembinaan. Seperti RAPP dan juga Bank Indonesia.


Apalagi keberadaan usaha tenun tidak hanya sebagai UMKM biasa saja namun juga sekaligus merupakan upaya melestarikan budaya bangsa yang turun temurun.
Karena itu juga, tenun Sri Kemuning pernah terpilih mewakili Riau dalam program Karya Kreatif Indonesia atau KKI tingkat nasional.

"Untuk bisa mengikuti KKI harus melewati tahapan yang ketat, karena pihak BI selaku penyelenggara menggunakan kurator untuk memastikan produk kita adalah hang terbaik dan memang layak untuk dipamerkan di ajang KKI. Alhamdulillah kami terpilih bersama tenun Siak Wan Fitri,"imbuh Dina.


Dari ajang KKI, Dina juga mengaku mendapat banyak pengalaman dan pelajaran dari daerah lain yang juga menampilkan hasil usaha kreatifnya.

"Mata dan pikiran terbuka bagaimana caranya produk yang kita hasilkan itu bisa nyaman dan disukai oleh banyak orang. Selain juga bisa membidik konsumen kaum milenial,"sambung Dina yang ingin produk tenun Sri Kemuning bisa menembus pasar ekspor.

Diajang KKI,berbagai produksi terbaik tenun Sri Kemuning juga mendapat respon positif dari para pengunjung. Bahkan Dina juga mendapat buket bunga dari istri Menteri UMKM, Teten Masduki. (Eci)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 Editor : Eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Ekonomi

Inflasi Riau Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen

Senin, 02 November 2026 - 19:30:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Inflasi Provinsi Riau pada.

Ekonomi

Investasi Riau Capai Rp47,91 Triliun, Serap 41.632 Tenaga Kerja

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00:00 WIB

PEKANBARU , DENTINGNEWS-----Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpa.

Ekonomi

Bidik Transaksi Rp100 Miliar, Pemprov Riau Buka Peluang Investasi Lintas Negara

Jumat, 09 Oktober 2026 - 15:30:00 WIB

PEKANBARU DENTINGNEWS----  Pemerintah Provinsi .

Ekonomi

Inflasi Riau September 2026 Capai 2,79 Persen, Kampar Tertinggi 3,21 Persen

Kamis, 01 Oktober 2026 - 19:00:00 WIB

PEKANBARU, DENTINGNEWS----- Badan Pusat Statistik (B.

Ekonomi

Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Masyarakat Terdampak Galodo Kabupaten Solok

Jumat, 25 September 2026 - 22:20:45 WIB

SOLOK, DENTINGNEWS ----- PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru mel.

Ekonomi

Rp1,9 Triliun Dana PSR Disalurkan untuk 23.789 Petani Sawit di Riau

Senin, 21 September 2026 - 15:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Program Peremajaan Sawit R.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
03 November 2026
Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027
03 November 2026
Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU
03 November 2026
PSPS Masih Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A
03 November 2026
Rakernas IMI 2026 Digelar di Pekanbaru, Ketua Umum Moreno Soeprapto Dipastikan Hadir
02 November 2026
Penataan Jaringan Kabel FO Kembali Dilakukan Pemko Pekanbaru, Kali Ini Fokus di Jalan Paus
02 November 2026
Inflasi Riau Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen
02 November 2026
BBKSDA Konfirmasi Temuan Jejak Harimau di Kampar
02 November 2026
Pemprov Riau Alokasikan Rp2,1 Miliar Perbaiki Ruas Jalan Sontang Duri
02 November 2026
Pemko Pekanbaru Usulkan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah untuk Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai
02 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tiap Hari, Dinkes Pekanbaru Perbarui Data Pasien ISPA dan Kualitas Udara
  • 2 17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital
  • 3 Sidak 7 Arena Biliar, Satpol PP Pekanbaru Temukan Berbagai Pelanggaran
  • 4 Di Panggung Baznas Award 2026, Bupati Afni Minta Pemerintah Kaji Ulang Gaji ASN Disalurkan Lewat Kopdes
  • 5 Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, PT BSP Gandeng Kejari Siak
  • 6 Tinjau Operasi Pasar Murah di Melebung, Plt Gubri Bagikan Beras dan Minyak Goreng Gratis
  • 7 Pemko Pekanbaru Raih Predikat Sangat Baik dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Perizinan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved