Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026
Pemko Pekanbaru Realisasikan Perbaikan Jalan Teluk Leok
3 Aduan THR di Riau Berhasil Cair, 17 Lainnya Masih Dikawal
Sepanjang Tahun 2024,Pendapatan Negara di Riau Capai Rp28,75 Triliun
PEKANBARU,DENTINGNEWS--- Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Riau, Heni Kartikawati, memaparkan perkembangan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Riau hingga 31 Desember 2024.
Pendapatan negara di Riau tercatat mencapai Rp28,75 triliun, atau 104,38 persen dari target yang ditetapkan. Angka ini naik 4,10 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023 (year-on-year). Penerimaan negara terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp27,014 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,735 triliun.
"Penerimaan perpajakan mengalami kenaikan 4,90 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Semua jenis penerimaan perpajakan mencatatkan kinerja positif, kecuali Pajak Penghasilan (PPh) yang turun sebesar 9,92 persen. Sementara itu, penerimaan bea keluar mencapai Rp3,595 triliun, atau 108,25 persen dari target, dengan kenaikan signifikan sebesar 52,43 persen dibanding tahun lalu," ujar Heni Kartikawati, Selasa (21/1/2025).
Di sisi lain, belanja negara di Riau mencapai Rp32,769 triliun atau 96,75 persen dari pagu yang ditetapkan. Realisasi belanja ini sedikit lebih rendah dibandingkan 2023, turun sebesar 1,99 persen. Belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp9,506 triliun (94,87 persen dari pagu) dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp23,263 triliun (97,54 persen dari pagu).
"Belanja negara yang terealisasi defisit sebesar Rp4,019 triliun hingga akhir 2024. Hal ini menjadi perhatian untuk terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja," tambah Heni.
Dalam APBD Riau, pendapatan daerah tercatat sebesar Rp31,976 triliun, dengan belanja daerah mencapai Rp35,729 triliun. Kondisi ini menciptakan defisit sebesar Rp3,752 triliun. Pembiayaan daerah sebesar Rp808,73 miliar menghasilkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp2,944 miliar.
"Pendapatan daerah masih sangat bergantung pada Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai Rp22,965 triliun atau 71,82 persen dari total pendapatan APBD. Ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat ini menunjukkan perlunya peningkatan kemandirian keuangan daerah," tutup Heni.
Meskipun tantangan fiskal masih ada, DJPb Provinsi Riau berkomitmen untuk terus memperkuat pengelolaan keuangan negara guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Riau. (aya/MCR)
Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026
JAKARTA,DENTINGNEWS---- PT Jaminan Kredit Indonesia .
PT Bumi Siak Pusako Gelar RUPS Bagikan Dividen Interim dari Kinerja Tahun Buku 2025
PEKANBARU, DENTINGNEWS--- PT Bumi Siak Pusako (BSP) membagikan divide.
Harga Emas Antam Hari Ini Terjun Bebas, 1 Gram Dipatok Segini
PEKANBARU,DENTINGNEWS----Harga emas PT Aneka Tambang.
Harga Emas Antam Hari Ini 26 Februari 2026 Lebih Mahal Rp 16.000
PEKANBARU,DENTINGNEWS----Harga emas PT Aneka Ta.
Pendapatan Daerah Tumbuh 62 Persen, APBD Riau Surplus
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Perkembangan APBD Regional.
Harga Emas Antam Hari Ini 25 Februari 2026 Ambrol Usai Tembus Rp 3 Juta
PEKANBARU,DENTINGNEWS-----Harga emas PT Aneka Tamban.







.jpg)
