• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026
Dibaca : 19 Kali
Polisi Gerebek Kampung Dalam Pekanbaru, Narkoba Disimpan dalam Tanah Timbun
Dibaca : 27 Kali
Sosialisasi KUHP Baru, BSP Zapin Perkuat Mitigasi Risiko Korporasi
Dibaca : 30 Kali
Warga Pelosok Siak Kesulitan Minyak, Bupati Afni Minta BPH Migas Kasi Solusi
Dibaca : 28 Kali
Pertamina Tambah 50 Persen Kuota BBM Bersubsidi Untuk Riau
Dibaca : 28 Kali

  • Home
  • Gaya Hidup

Universitas Paramadina Gelar General Lecture dan Book Launching

Redaksi

Senin, 06 Oktober 2025 14:00:00 WIB
Cetak
Universitas Paramadina Gelar General Lecture dan Book Launching
Para penulis buku berfoto bersama Prof Anak Agung Banyu Perwita & Prof Aleksius Jemadu

JAKARTA,DENTINGNEWS----Kawasan Asia dan Pasifik saat ini menjadi episentrum dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia. Persaingan kekuatan besar, transformasi tatanan perdagangan global, serta tantangan keamanan maritim menjadikan kawasan ini strategis sekaligus penuh dengan kompleksitas. Menyadari hal tersebut, Universitas Paramadina mengadakan General Lecture: Peluang dan Tantangan dinamika ekonomi dan keamanan di kawasan asia dan pasifik bagi Indonesia serta Book Launching: pengantar studi hubungan bilateral tiongkok dengan negara-negara di Asia dan Pasifik. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian sesi International Conference on Democracy, Prosperity, Sustainability, and Peace: Problems and Prospects yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina bekerja sama dengan  Universitas Pertahanan Republik Indonesia diadakan selama 2 hari, Rabu dan Kamis (1 & 2 Oktober 2025).

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Pelita Harapan, Prof. Aleksius Jemadu menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tengah menghadapi kombinasi antara ketidakpastian global dan meningkatnya gejolak geopolitik. Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam forum BRICS tidak berarti meninggalkan ASEAN yang sejak lama menjadi platform utama diplomasi Indonesia.

“Indonesia akan tetap menjaga ASEAN sebagai jangkar kebijakan luar negeri, namun di saat yang sama juga memperluas jejaring dengan kekuatan besar lainnya. Presiden mendatang dihadapkan pada tantangan serius, baik eksternal maupun internal, dan bagaimana ia mengelola kebijakan luar negeri akan sangat menentukan arah Indonesia hingga 2029” ungkap Prof. Aleksius.

Prof. Aleksius menyoroti perubahan dalam sistem perdagangan internasional yang semakin bergeser dari rule-based menuju deal-based. Pergeseran ini, menurutnya, menuntut Indonesia untuk memperkuat posisi tawarnya dalam negosiasi global. “Ekspor Indonesia ke negara-negara BRICS saat ini didominasi oleh Tiongkok. Namun, jika dibandingkan dengan G7, Amerika Serikat juga masih memegang peran penting. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan strategi keseimbangan agar dapat memanfaatkan peluang dari keduanya” jelas Prof. Aleksius.

Berdasarkan data Lowy Institute (2024), Tiongkok menempati posisi teratas sebagai mitra dagang Indonesia dengan porsi impor sebesar 24%, sementara Amerika Serikat berada di angka 6,9%. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama ekonomi Indonesia dengan Tiongkok berada pada fase pendalaman dan perluasan, meskipun keseimbangan dengan mitra lainnya tetap diperlukan.

Selain itu, Prof. Aleksius mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dan kemandirian nasional. “Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip hukum internasional dan tidak boleh bergantung penuh pada negara lain dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Di tengah status Indonesia sebagai middle power, kemandirian dan keberanian memainkan diplomasi akan menentukan posisi Indonesia dalam tatanan global yang penuh ketidakpastian,” tegasnya.

Sebagai narasumber, Prof. Anak Agung Banyu Perwita, Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia menyoroti dimensi keamanan dan persaingan kekuatan di Asia Pasifik. Ia menekankan bahwa mahasiswa Hubungan Internasional harus senantiasa mengikuti dinamika berita global agar mampu membaca arah perkembangan geopolitik.

Menurutnya, Tiongkok semakin menunjukkan kesiapan di Laut Tiongkok Selatan, dan tren belanja militer yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir berkaitan erat dengan kompetisi ekonomi-politik. “Asia Pasifik adalah kawasan yang sangat menarik bagi kekuatan regional maupun eksternal. Ketika berbicara tentang power politics, isu keamanan maritim dan perlombaan senjata menjadi sangat menonjol karena berkaitan langsung dengan perebutan sumber daya strategis seperti nikel, batu bara, dan energi” jelas Prof. Banyu.

Ia juga menegaskan bahwa inisiatif Belt and Road Initiative (BRI) yang digagas Tiongkok merupakan bagian dari strategi besar untuk memenangkan great power competition. Dalam kerangka realisme, kata Prof. Banyu, kerja sama internasional kerap dianggap semu karena persoalan kepercayaan. “Amerika Serikat dan Tiongkok tidak pernah sepenuhnya percaya satu sama lain. Tiga instrumen utama kebijakan luar negeri Tiongkok—economic statecraft, diplomasi global dan regional, serta modernisasi militer—menjadi pilar bagi strategi globalnya” paparnya.

Berdasarkan data Lowy Institute, Tiongkok kini memiliki kedekatan dan pengaruh yang dominan terhadap sebagian besar negara di Asia Pasifik, sedangkan Amerika Serikat hanya memiliki intensitas kedekatan kuat dengan 3 dari 12 negara di kawasan tersebut. Hal ini menegaskan adanya perubahan lanskap kekuatan di Asia Pasifik.

Kegiatan General Lecture diakhiri dengan momentum peluncuran buku karya Paramadina Asia and Pacific Insitute (PAPI) berjudul "Pengantar Studi Hubungan Bilateral Tiongkok dengan Negara-negara di Asia dan Pasifik," yang disunting oleh Peni Hanggarini, Dosen Program Magister Hubungan Internasional Universitas Paramadina. Buku ini membahas secara mendalam kebijakan luar negeri Tiongkok dengan beberapa negara di kawasan dilengkapi studi kasus terkini yang disusun oleh Dosen Prodi HI yakni Peni Hanggarini, Mishka Husen Balfas, Emil Radhiansyah, Hizra Marisa dan Rizki DamayantI serta mahasiswa & alumni Magister Prodi HI yakni Bagas Rizky Ramadhan C Alia Rahmatulummah, Ratih Ariefianti Soeroto, dan Suhayatmi.

“Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, dan para pembuat kebijakan untuk memahami lebih dalam arah hubungan bilateral dan pengaruh Tiongkok di Asia Pasifik” tutur Prof. Banyu.

Dalam kesempatan yang sama, Peni Hanggarini mewakili PAPI menyatakan bahwa dengan kehadiran PAPI diharapkan mampu memberi kontribusi nyata terkait kajian Asia & Pasifik. "Dalam waktu dekat akan banyak diskusi, seminar bahkan penulisan buku lagi terkait Asia & Pasifik" ucap Peni.(rls)

 


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Gaya Hidup

Simak Cara Cek Visa Haji 2026 Online Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 21 April 2026 - 12:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

Makin Tua Kenapa Makin Susah Tidur?

Sabtu, 18 April 2026 - 18:57:49 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Gaya Hidup

Apa Saja Ciri Orang Ber-IQ Rendah? Kenali 7 Tanda Khas Ini

Jumat, 03 April 2026 - 16:07:36 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

Turis China Ketiban Rejeki, Temukan Emas 10 Gram dalam Perut Bebek

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:13:22 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----- Seekor bebek di wilayah tengah Chin.

Gaya Hidup

Sewa Jet Pribadi Tembus Rp5 Miliar, Turis Tajir Berebut Kabur dari UEA

Kamis, 05 Maret 2026 - 20:55:58 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----.

Gaya Hidup

3 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Otak Menciut, Jangan Anggap Remeh

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:21:32 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026
06 Mei 2026
Polisi Gerebek Kampung Dalam Pekanbaru, Narkoba Disimpan dalam Tanah Timbun
06 Mei 2026
Sosialisasi KUHP Baru, BSP Zapin Perkuat Mitigasi Risiko Korporasi
06 Mei 2026
Warga Pelosok Siak Kesulitan Minyak, Bupati Afni Minta BPH Migas Kasi Solusi
06 Mei 2026
Pertamina Tambah 50 Persen Kuota BBM Bersubsidi Untuk Riau
05 Mei 2026
Penyeberangan Ro-Ro Bengkalis Kini Gunakan Sistem Tiket Elektronik
05 Mei 2026
Menteri LH Tinjau Muara Fajar Pekanbaru, Dukung Pengolahan Sampah Jadi Sumber Energi
05 Mei 2026
Siak Targetkan SNT Hadir di 14 Kecamatan, Percepatan Terus Didorong
05 Mei 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Terperosok Rp 35.000
05 Mei 2026
Pertamina dan Pemprov Riau Pastikan Stok BBM Aman, Distribusi Dipercepat
04 Mei 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Bupati Siak Serahkan Bantuan Alsintan Rp8,7 Miliar untuk 20 Kelompok Tani
  • 2 Wako Pekanbaru Ingatkan Personel Satpol PP Agar Profesional, Larang Pungli terhadap PKL
  • 3 Gerindra Puji Bupati Siak, Minta Kepala Daerah lain Meniru
  • 4 Temui Staf Ahli Kementerian ATR/BPN, Bupati Siak Bawa Misi Selesaikan Konflik Agraria
  • 5 Kebijakan WFH Tidak Berlaku di 7 Unit Layanan di Lingkungan Pemrov Riau
  • 6 Apa Saja Ciri Orang Ber-IQ Rendah? Kenali 7 Tanda Khas Ini
  • 7 Layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 dan Mobil Antar Sehat Diresmikan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved