• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan
Dibaca : 107 Kali
Pemko Pekanbaru Terus Gesa Perbaikan Jalan Rusak
Dibaca : 88 Kali
Gandeng Swasta,Renovasi Halte Bus TMP di Sudirman Pekanbaru Rampung
Dibaca : 82 Kali
Pemko Pekanbaru Telah Lakukan Penertiban Spanduk dan Sejenisnya Sejak Tahun Lalu
Dibaca : 72 Kali
Harga Emas Antam 3 Februari 2026 Anjlok Rp 183.000,
Dibaca : 130 Kali

  • Home
  • Gaya Hidup

Universitas Paramadina Gelar General Lecture dan Book Launching

Redaksi

Senin, 06 Oktober 2025 14:00:00 WIB
Cetak
Universitas Paramadina Gelar General Lecture dan Book Launching
Para penulis buku berfoto bersama Prof Anak Agung Banyu Perwita & Prof Aleksius Jemadu

JAKARTA,DENTINGNEWS----Kawasan Asia dan Pasifik saat ini menjadi episentrum dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia. Persaingan kekuatan besar, transformasi tatanan perdagangan global, serta tantangan keamanan maritim menjadikan kawasan ini strategis sekaligus penuh dengan kompleksitas. Menyadari hal tersebut, Universitas Paramadina mengadakan General Lecture: Peluang dan Tantangan dinamika ekonomi dan keamanan di kawasan asia dan pasifik bagi Indonesia serta Book Launching: pengantar studi hubungan bilateral tiongkok dengan negara-negara di Asia dan Pasifik. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian sesi International Conference on Democracy, Prosperity, Sustainability, and Peace: Problems and Prospects yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina bekerja sama dengan  Universitas Pertahanan Republik Indonesia diadakan selama 2 hari, Rabu dan Kamis (1 & 2 Oktober 2025).

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Pelita Harapan, Prof. Aleksius Jemadu menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tengah menghadapi kombinasi antara ketidakpastian global dan meningkatnya gejolak geopolitik. Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam forum BRICS tidak berarti meninggalkan ASEAN yang sejak lama menjadi platform utama diplomasi Indonesia.

“Indonesia akan tetap menjaga ASEAN sebagai jangkar kebijakan luar negeri, namun di saat yang sama juga memperluas jejaring dengan kekuatan besar lainnya. Presiden mendatang dihadapkan pada tantangan serius, baik eksternal maupun internal, dan bagaimana ia mengelola kebijakan luar negeri akan sangat menentukan arah Indonesia hingga 2029” ungkap Prof. Aleksius.

Prof. Aleksius menyoroti perubahan dalam sistem perdagangan internasional yang semakin bergeser dari rule-based menuju deal-based. Pergeseran ini, menurutnya, menuntut Indonesia untuk memperkuat posisi tawarnya dalam negosiasi global. “Ekspor Indonesia ke negara-negara BRICS saat ini didominasi oleh Tiongkok. Namun, jika dibandingkan dengan G7, Amerika Serikat juga masih memegang peran penting. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan strategi keseimbangan agar dapat memanfaatkan peluang dari keduanya” jelas Prof. Aleksius.

Berdasarkan data Lowy Institute (2024), Tiongkok menempati posisi teratas sebagai mitra dagang Indonesia dengan porsi impor sebesar 24%, sementara Amerika Serikat berada di angka 6,9%. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama ekonomi Indonesia dengan Tiongkok berada pada fase pendalaman dan perluasan, meskipun keseimbangan dengan mitra lainnya tetap diperlukan.

Selain itu, Prof. Aleksius mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dan kemandirian nasional. “Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip hukum internasional dan tidak boleh bergantung penuh pada negara lain dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Di tengah status Indonesia sebagai middle power, kemandirian dan keberanian memainkan diplomasi akan menentukan posisi Indonesia dalam tatanan global yang penuh ketidakpastian,” tegasnya.

Sebagai narasumber, Prof. Anak Agung Banyu Perwita, Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia menyoroti dimensi keamanan dan persaingan kekuatan di Asia Pasifik. Ia menekankan bahwa mahasiswa Hubungan Internasional harus senantiasa mengikuti dinamika berita global agar mampu membaca arah perkembangan geopolitik.

Menurutnya, Tiongkok semakin menunjukkan kesiapan di Laut Tiongkok Selatan, dan tren belanja militer yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir berkaitan erat dengan kompetisi ekonomi-politik. “Asia Pasifik adalah kawasan yang sangat menarik bagi kekuatan regional maupun eksternal. Ketika berbicara tentang power politics, isu keamanan maritim dan perlombaan senjata menjadi sangat menonjol karena berkaitan langsung dengan perebutan sumber daya strategis seperti nikel, batu bara, dan energi” jelas Prof. Banyu.

Ia juga menegaskan bahwa inisiatif Belt and Road Initiative (BRI) yang digagas Tiongkok merupakan bagian dari strategi besar untuk memenangkan great power competition. Dalam kerangka realisme, kata Prof. Banyu, kerja sama internasional kerap dianggap semu karena persoalan kepercayaan. “Amerika Serikat dan Tiongkok tidak pernah sepenuhnya percaya satu sama lain. Tiga instrumen utama kebijakan luar negeri Tiongkok—economic statecraft, diplomasi global dan regional, serta modernisasi militer—menjadi pilar bagi strategi globalnya” paparnya.

Berdasarkan data Lowy Institute, Tiongkok kini memiliki kedekatan dan pengaruh yang dominan terhadap sebagian besar negara di Asia Pasifik, sedangkan Amerika Serikat hanya memiliki intensitas kedekatan kuat dengan 3 dari 12 negara di kawasan tersebut. Hal ini menegaskan adanya perubahan lanskap kekuatan di Asia Pasifik.

Kegiatan General Lecture diakhiri dengan momentum peluncuran buku karya Paramadina Asia and Pacific Insitute (PAPI) berjudul "Pengantar Studi Hubungan Bilateral Tiongkok dengan Negara-negara di Asia dan Pasifik," yang disunting oleh Peni Hanggarini, Dosen Program Magister Hubungan Internasional Universitas Paramadina. Buku ini membahas secara mendalam kebijakan luar negeri Tiongkok dengan beberapa negara di kawasan dilengkapi studi kasus terkini yang disusun oleh Dosen Prodi HI yakni Peni Hanggarini, Mishka Husen Balfas, Emil Radhiansyah, Hizra Marisa dan Rizki DamayantI serta mahasiswa & alumni Magister Prodi HI yakni Bagas Rizky Ramadhan C Alia Rahmatulummah, Ratih Ariefianti Soeroto, dan Suhayatmi.

“Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, dan para pembuat kebijakan untuk memahami lebih dalam arah hubungan bilateral dan pengaruh Tiongkok di Asia Pasifik” tutur Prof. Banyu.

Dalam kesempatan yang sama, Peni Hanggarini mewakili PAPI menyatakan bahwa dengan kehadiran PAPI diharapkan mampu memberi kontribusi nyata terkait kajian Asia & Pasifik. "Dalam waktu dekat akan banyak diskusi, seminar bahkan penulisan buku lagi terkait Asia & Pasifik" ucap Peni.(rls)

 


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Gaya Hidup

Ikan Patin vs Ikan Lele: Mana yang Lebih Aman?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:12:02 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

7 Kebiasaan Ini Jadi Penyebab Payudara Kendur, Patut Diperbaiki

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:11:35 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS--.

Gaya Hidup

7 Hal Ini Bisa Terjadi Jika Berhubungan Seks saat Haid

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:07:08 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

7 Penyebab Kaki Sering Kesemutan yang Perlu Diwaspadai

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:30:19 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS--.

Gaya Hidup

Tak Semua Aman, 5 Kelompok Orang Ini Dianjurkan Tak Minum Air Kelapa

Sabtu, 03 Januari 2026 - 11:13:13 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Gaya Hidup

Awas, Pakai Baju Ini di Bandara Bisa Bikin Pemeriksaan Makin Rumit

Ahad, 28 Desember 2025 - 20:34:22 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan
03 Februari 2026
Pemko Pekanbaru Terus Gesa Perbaikan Jalan Rusak
03 Februari 2026
Gandeng Swasta,Renovasi Halte Bus TMP di Sudirman Pekanbaru Rampung
03 Februari 2026
Pemko Pekanbaru Telah Lakukan Penertiban Spanduk dan Sejenisnya Sejak Tahun Lalu
03 Februari 2026
Harga Emas Antam 3 Februari 2026 Anjlok Rp 183.000,
03 Februari 2026
Bupati Siak Surati Menteri Keuangan, Minta Pencairan Rp489,8 Miliar untuk Bayar Utang
03 Februari 2026
Penyeberangan RoRo Bengkalis Segera Terapkan E-Tiketing
03 Februari 2026
Nama Plt Gubri Dicatut,Waspada Penipuan!
03 Februari 2026
Mantan Gubernur Riau Orasi di Depan THM, Minta New Paragon Ditutup
02 Februari 2026
Neraca Perdagangan Riau 2025 Surplus Besar, Ekspor Melonjak dan Impor Menurun
02 Februari 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Bupati Afni Ajak Ribuan Peserta Silatda NU Doakan Korban Tangsi Belanda
  • 2 Tangsi Belanda di Siak Ambruk, 16 Orang Jadi Korban
  • 3 Terbitkan SK Pembelajaran Selama Bulan Puasa, Disdik Pekanbaru Tetapkan Libur Awal Puasa Mulai 16 Februari
  • 4 Dukung Dunia Pendidikan,The Gade Creative Lounge Pegadaian ke-24 Diresmikan di Universitas Riau
  • 5 Perkenalkan Sejarah Pekanbaru, Wako Agung Lepas Peserta Senapelan Heritage Fun Walk
  • 6 Pemprov Riau Gesa Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuansing
  • 7 Bupati Afni Tegaskan Pelayanan Honorer Non Database Harus Bebas Pungli

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved