• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Puluhan Bangunan di Inhil Terbakar, Termasuk Mapolsek dan Kantor Babinsa
Dibaca : 56 Kali
Menhut Kutuk Pembantaian Gajah di Pelalawan
Dibaca : 50 Kali
Gading Dijual Rp 130 Juta, Polda Riau Amankan 15 Tersangka
Dibaca : 52 Kali
Menhut Raja Juli Antoni: Reforestasi TNTN 2.557 Hektare Dilaksanakan Tahun Ini
Dibaca : 50 Kali
Bupati Afni Dorong Perusahaan Buka Peluang Kerja untuk Warga Siak
Dibaca : 69 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Menhut Kutuk Pembantaian Gajah di Pelalawan

Redaksi

Selasa, 03 Maret 2026 19:30:00 WIB
Cetak
Menhut Kutuk Pembantaian Gajah di Pelalawan
Konferensi pers di Mapolda Riau, Selasa (3/3/2026)

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Tragedi pembantaian satu ekor gajah liar Sumatera di Kabupaten Pelalawan pada awal Februari 2026 memicu reaksi keras dari Pemerintah Pusat. Kasus ini menjadi sorotan tajam karena mengungkap betapa terorganisirnya jaringan kriminal yang menyasar satwa endemik dilindungi. Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa tindakan brutal tersebut bukan sekadar perburuan biasa, melainkan kejahatan lingkungan serius yang merusak fondasi konservasi nasional.

Dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Selasa (3/3/2026), Menhut menyampaikan duka mendalam atas kematian gajah jantan tersebut. Ia mengutuk keras praktik ilegal yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan tanpa kepala di Desa Lubuk Kembang Bunga.

"Kami sangat menyesalkan praktik brutal ini. Gajah liar Sumatera adalah kekayaan hayati yang harus dilindungi, dan negara tidak akan membiarkan para pelaku perusakan ini melenggang bebas," tegas Raja Juli Antoni.

Merespons kejadian tersebut, kementerian langsung melakukan koordinasi intensif dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan jajaran kepolisian. Langkah cepat ini bertujuan untuk memetakan jalur pergerakan pelaku yang diduga merupakan bagian dari jaringan lintas provinsi. Sinergi tersebut membuahkan hasil signifikan dengan terbongkarnya struktur organisasi yang selama ini beroperasi di kawasan hutan Riau.

Operasi gabungan berhasil mengamankan 15 orang tersangka yang memiliki peran spesifik dalam rantai kejahatan ini. Rinciannya, delapan orang ditangkap di wilayah Provinsi Riau dan tujuh lainnya diringkus di luar daerah, termasuk hingga ke Pulau Jawa. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu tiga orang lainnya yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena diduga kuat sebagai aktor kunci.

Penyelidikan mengungkap bahwa komplotan ini bekerja secara sistematis dengan pembagian tugas yang sangat rapi. Peran mereka mencakup penyedia dana (pemodal), eksekutor penembak di lapangan, pemotong bagian tubuh gajah, pemasok senjata api rakitan, hingga perantara dan penadah gading. Polisi bahkan menemukan mesin pengolah gading yang digunakan untuk menyamarkan hasil buruan menjadi barang seni bernilai tinggi.

Menhut memastikan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi mafia kejahatan lingkungan untuk terus merajalela. Penegakan hukum akan dilakukan secara komprehensif tanpa pandang bulu, mengacu pada regulasi perlindungan satwa liar yang berlaku.

"Negara hadir untuk melindungi satwa kita. Kejahatan terhadap satwa dilindungi adalah pelanggaran serius terhadap undang-undang dan kami pastikan proses hukum berjalan profesional," tambahnya.

Pengungkapan kasus berskala besar ini sekaligus menjawab pesimisme publik terkait lambatnya penanganan kasus kematian satwa di masa lalu. Kerja keras tim gabungan dalam mengejar pelaku hingga keluar pulau Sumatera membuktikan keseriusan aparat dalam memberantas perdagangan ilegal bagian tubuh satwa. Keberhasilan ini dinilai sebagai titik balik penting dalam pengawasan kawasan konservasi di Riau.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa tersebut, Kementerian Kehutanan berencana memberikan penghargaan khusus kepada Kapolda Riau dan jajaran Ditreskrimsus. Menhut menilai pengungkapan sindikat profesional ini memerlukan kesungguhan dan kerja keras yang tinggi. "Secarik kertas mungkin tidak cukup untuk membayar jerih payah jajaran kepolisian, namun ini adalah pengakuan negara atas komitmen mereka menjaga kelestarian alam," pungkas Raja Juli Antoni.(aya/MCR)


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Gading Dijual Rp 130 Juta, Polda Riau Amankan 15 Tersangka

Selasa, 03 Maret 2026 - 18:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----- Ditreskrimsus Polda Riau .

Daerah

Puluhan Bangunan di Inhil Terbakar, Termasuk Mapolsek dan Kantor Babinsa

Selasa, 03 Maret 2026 - 20:24:37 WIB

INHIL,DENTINGNEWS---- Puluhan bangunan yang terbuat .

Daerah

Menhut Raja Juli Antoni: Reforestasi TNTN 2.557 Hektare Dilaksanakan Tahun Ini

Selasa, 03 Maret 2026 - 16:00:00 WIB

PELALAWAN,DENTINGNEWS---- Pemerintah menargetkan ref.

Daerah

Bupati Afni Dorong Perusahaan Buka Peluang Kerja untuk Warga Siak

Selasa, 03 Maret 2026 - 08:00:00 WIB

SIAK,DENTINGNEWS----  Bupati Siak Dr. Afni Zulk.

Daerah

Serap Aspirasi Masyarakat,Wakil Walikota Pekanbaru Hadiri Musrenbang Kecamatan Senapelan

Senin, 02 Maret 2026 - 18:30:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----.

Daerah

Wakil Walikota Pekanbaru Buka Agenda Pembekalan Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon RT/RW

Senin, 02 Maret 2026 - 17:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Puluhan Bangunan di Inhil Terbakar, Termasuk Mapolsek dan Kantor Babinsa
03 Maret 2026
Menhut Kutuk Pembantaian Gajah di Pelalawan
03 Maret 2026
Gading Dijual Rp 130 Juta, Polda Riau Amankan 15 Tersangka
03 Maret 2026
Menhut Raja Juli Antoni: Reforestasi TNTN 2.557 Hektare Dilaksanakan Tahun Ini
03 Maret 2026
Bupati Afni Dorong Perusahaan Buka Peluang Kerja untuk Warga Siak
03 Maret 2026
Wali Kota Safari Ramadan di Payung Sekaki, Jemput Aspirasi dan Eratkan Silaturahmi dengan Jemaah
02 Maret 2026
Pemko Pekanbaru Kembali Realisasikan Perbaikan Jalan Rusak
02 Maret 2026
Serap Aspirasi Masyarakat,Wakil Walikota Pekanbaru Hadiri Musrenbang Kecamatan Senapelan
02 Maret 2026
Wakil Walikota Pekanbaru Buka Agenda Pembekalan Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon RT/RW
02 Maret 2026
Tekan Volume Sampah, Wako Pekanbaru Resmikan KEMAS
02 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemkab Siak Beri Berikan Santunan Untuk Guru Ngaji, Tukang Sapu hingga Penggali Kubur
  • 2 Seekor Gajah Liar Kemnbali Ditemukan Mati di TNTN
  • 3 6 Ruas Jalan di Pekanbaru Mulai Diperbaiki PUPR Riau
  • 4 Pemprov Riau Sediakan Rp62 Miliar Untuk Beasiswa
  • 5 Karhutla Kembali Muncul di Riau, Tim Gabungan Siaga Penuh
  • 6 Tahun Ini Pemprov Riau Usulkan 29 Lokasi Pembangunan KNMP ke Pusat
  • 7 Disperindag Pekanbaru Ingatkan SPBU Untuk Tidak Layani Pembelian Dengan Jerigen

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved