• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Jelang pembukaan PORSENIJAR Provinsi Riau, Mahadar mantapkan persiapan
Dibaca : 96 Kali
Disdik Pekanbaru Ancam Jatuhkan Sanksi Untuk Sekolah Yang Tidak Patuhi Kebijakan PJJ
Dibaca : 124 Kali
Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Sekda SiakTekankan Integritas dan Inovasi Pelayanan
Dibaca : 120 Kali
LAZNAS DT Peduli Riau Bagikan 3.200 Masker Kepada Masyarakat di Sejumlah Titik
Dibaca : 200 Kali
Angin Dari Selatan Sebabkan Kabut Asap di Siak Kembali Pekat di Siak
Dibaca : 102 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Menhut Kutuk Pembantaian Gajah di Pelalawan

Redaksi

Selasa, 03 Maret 2026 19:30:00 WIB
Cetak
Menhut Kutuk Pembantaian Gajah di Pelalawan
Konferensi pers di Mapolda Riau, Selasa (3/3/2026)

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Tragedi pembantaian satu ekor gajah liar Sumatera di Kabupaten Pelalawan pada awal Februari 2026 memicu reaksi keras dari Pemerintah Pusat. Kasus ini menjadi sorotan tajam karena mengungkap betapa terorganisirnya jaringan kriminal yang menyasar satwa endemik dilindungi. Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa tindakan brutal tersebut bukan sekadar perburuan biasa, melainkan kejahatan lingkungan serius yang merusak fondasi konservasi nasional.

Dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Selasa (3/3/2026), Menhut menyampaikan duka mendalam atas kematian gajah jantan tersebut. Ia mengutuk keras praktik ilegal yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan tanpa kepala di Desa Lubuk Kembang Bunga.

"Kami sangat menyesalkan praktik brutal ini. Gajah liar Sumatera adalah kekayaan hayati yang harus dilindungi, dan negara tidak akan membiarkan para pelaku perusakan ini melenggang bebas," tegas Raja Juli Antoni.

Merespons kejadian tersebut, kementerian langsung melakukan koordinasi intensif dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan jajaran kepolisian. Langkah cepat ini bertujuan untuk memetakan jalur pergerakan pelaku yang diduga merupakan bagian dari jaringan lintas provinsi. Sinergi tersebut membuahkan hasil signifikan dengan terbongkarnya struktur organisasi yang selama ini beroperasi di kawasan hutan Riau.

Operasi gabungan berhasil mengamankan 15 orang tersangka yang memiliki peran spesifik dalam rantai kejahatan ini. Rinciannya, delapan orang ditangkap di wilayah Provinsi Riau dan tujuh lainnya diringkus di luar daerah, termasuk hingga ke Pulau Jawa. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu tiga orang lainnya yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena diduga kuat sebagai aktor kunci.

Penyelidikan mengungkap bahwa komplotan ini bekerja secara sistematis dengan pembagian tugas yang sangat rapi. Peran mereka mencakup penyedia dana (pemodal), eksekutor penembak di lapangan, pemotong bagian tubuh gajah, pemasok senjata api rakitan, hingga perantara dan penadah gading. Polisi bahkan menemukan mesin pengolah gading yang digunakan untuk menyamarkan hasil buruan menjadi barang seni bernilai tinggi.

Menhut memastikan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi mafia kejahatan lingkungan untuk terus merajalela. Penegakan hukum akan dilakukan secara komprehensif tanpa pandang bulu, mengacu pada regulasi perlindungan satwa liar yang berlaku.

"Negara hadir untuk melindungi satwa kita. Kejahatan terhadap satwa dilindungi adalah pelanggaran serius terhadap undang-undang dan kami pastikan proses hukum berjalan profesional," tambahnya.

Pengungkapan kasus berskala besar ini sekaligus menjawab pesimisme publik terkait lambatnya penanganan kasus kematian satwa di masa lalu. Kerja keras tim gabungan dalam mengejar pelaku hingga keluar pulau Sumatera membuktikan keseriusan aparat dalam memberantas perdagangan ilegal bagian tubuh satwa. Keberhasilan ini dinilai sebagai titik balik penting dalam pengawasan kawasan konservasi di Riau.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa tersebut, Kementerian Kehutanan berencana memberikan penghargaan khusus kepada Kapolda Riau dan jajaran Ditreskrimsus. Menhut menilai pengungkapan sindikat profesional ini memerlukan kesungguhan dan kerja keras yang tinggi. "Secarik kertas mungkin tidak cukup untuk membayar jerih payah jajaran kepolisian, namun ini adalah pengakuan negara atas komitmen mereka menjaga kelestarian alam," pungkas Raja Juli Antoni.(aya/MCR)


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Pekanbaru Jadi Kota dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia, Tembus 7,39 Persen

Senin, 14 September 2026 - 16:30:00 WIB

PEKANBARU DENTINGNEWS----  Kota Pekanbaru mencatat capaian posit.

Daerah

Angin Dari Selatan Sebabkan Kabut Asap di Siak Kembali Pekat di Siak

Selasa, 15 September 2026 - 15:00:00 WIB

SIAK DENTINGNEWS----- Banyak yang bertanya, mengapa asap masih cukup .

Daerah

Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Sekda SiakTekankan Integritas dan Inovasi Pelayanan

Rabu, 16 September 2026 - 17:30:00 WIB

SIAK , DENTINGNEWS----- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak, Mah.

Daerah

Jelang pembukaan PORSENIJAR Provinsi Riau, Mahadar mantapkan persiapan

Kamis, 17 September 2026 - 17:30:00 WIB

SIAK, DENTINGNEWS----- Sekda Siak sekaligus Ketua PGRI Kab. Siak Maha.

Daerah

LAZNAS DT Peduli Riau Bagikan 3.200 Masker Kepada Masyarakat di Sejumlah Titik

Selasa, 15 September 2026 - 17:55:18 WIB

PEKANBARU, DENTINGNEWS---- Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) DT Pe.

Daerah

Program PPM BSP Buka Jalan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:15:16 WIB

PEKANBARU, DENTINGNEWS---- Pemberdayaan masyarakat tidak selalu dimul.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jelang pembukaan PORSENIJAR Provinsi Riau, Mahadar mantapkan persiapan
17 September 2026
Disdik Pekanbaru Ancam Jatuhkan Sanksi Untuk Sekolah Yang Tidak Patuhi Kebijakan PJJ
17 September 2026
Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Sekda SiakTekankan Integritas dan Inovasi Pelayanan
16 September 2026
LAZNAS DT Peduli Riau Bagikan 3.200 Masker Kepada Masyarakat di Sejumlah Titik
15 September 2026
Angin Dari Selatan Sebabkan Kabut Asap di Siak Kembali Pekat di Siak
15 September 2026
Pekanbaru Jadi Kota dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia, Tembus 7,39 Persen
14 September 2026
Plh Bupati Siak Syamsurizal; Kejurnas Drag Bike Region 1 Jadi Solusi Redam Balap Liar
12 September 2026
Wabup Syamsurizal Apresiasi Polres Siak Berhasil Putus Mata Rantai Peredaran Narkoba
11 September 2026
Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru
10 September 2026
Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru jadi Benchmark Tata Kelola Investasi
10 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 LAZNAS DT Peduli Riau Bagikan 3.200 Masker Kepada Masyarakat di Sejumlah Titik
  • 2 Plh Bupati Siak Syamsurizal; Kejurnas Drag Bike Region 1 Jadi Solusi Redam Balap Liar
  • 3 Wabup Syamsurizal Apresiasi Polres Siak Berhasil Putus Mata Rantai Peredaran Narkoba
  • 4 Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru
  • 5 Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru jadi Benchmark Tata Kelola Investasi
  • 6 Dekatkan Pelayanan Kepada Masyarakat, DPMPTSP Pekanbaru Akan Buat MPP Mini dan MPP Keliling
  • 7 Pemko Pekanbaru Terima Empat Penghargaan IMT-GT Green City Award

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved