• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Gempur Karhutla, 6 Helikopter Sudah Stanby di Riau
Dibaca : 33 Kali
Wujudkan Misi Ekologi, Pemkab Siak Gandeng Pemerintah Swiss, UNDP dan Mitra Pembangunan
Dibaca : 49 Kali
Pemkab Siak Gandeng Ngo Perkuat Kapasitas Hukum Penghulu Kampung Hadapi Konflik Agraria Dan Lingkungan Hidup
Dibaca : 44 Kali
SPMB SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau Resmi Ditutup, Tercatat 79.350 Pendaftar
Dibaca : 31 Kali
PT BSP Gelar RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa, Tetapkan Direktur Baru untuk Perkuat Kinerja
Dibaca : 72 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Menhut Kutuk Pembantaian Gajah di Pelalawan

Redaksi

Selasa, 03 Maret 2026 19:30:00 WIB
Cetak
Menhut Kutuk Pembantaian Gajah di Pelalawan
Konferensi pers di Mapolda Riau, Selasa (3/3/2026)

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Tragedi pembantaian satu ekor gajah liar Sumatera di Kabupaten Pelalawan pada awal Februari 2026 memicu reaksi keras dari Pemerintah Pusat. Kasus ini menjadi sorotan tajam karena mengungkap betapa terorganisirnya jaringan kriminal yang menyasar satwa endemik dilindungi. Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa tindakan brutal tersebut bukan sekadar perburuan biasa, melainkan kejahatan lingkungan serius yang merusak fondasi konservasi nasional.

Dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Selasa (3/3/2026), Menhut menyampaikan duka mendalam atas kematian gajah jantan tersebut. Ia mengutuk keras praktik ilegal yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan tanpa kepala di Desa Lubuk Kembang Bunga.

"Kami sangat menyesalkan praktik brutal ini. Gajah liar Sumatera adalah kekayaan hayati yang harus dilindungi, dan negara tidak akan membiarkan para pelaku perusakan ini melenggang bebas," tegas Raja Juli Antoni.

Merespons kejadian tersebut, kementerian langsung melakukan koordinasi intensif dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan jajaran kepolisian. Langkah cepat ini bertujuan untuk memetakan jalur pergerakan pelaku yang diduga merupakan bagian dari jaringan lintas provinsi. Sinergi tersebut membuahkan hasil signifikan dengan terbongkarnya struktur organisasi yang selama ini beroperasi di kawasan hutan Riau.

Operasi gabungan berhasil mengamankan 15 orang tersangka yang memiliki peran spesifik dalam rantai kejahatan ini. Rinciannya, delapan orang ditangkap di wilayah Provinsi Riau dan tujuh lainnya diringkus di luar daerah, termasuk hingga ke Pulau Jawa. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu tiga orang lainnya yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena diduga kuat sebagai aktor kunci.

Penyelidikan mengungkap bahwa komplotan ini bekerja secara sistematis dengan pembagian tugas yang sangat rapi. Peran mereka mencakup penyedia dana (pemodal), eksekutor penembak di lapangan, pemotong bagian tubuh gajah, pemasok senjata api rakitan, hingga perantara dan penadah gading. Polisi bahkan menemukan mesin pengolah gading yang digunakan untuk menyamarkan hasil buruan menjadi barang seni bernilai tinggi.

Menhut memastikan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi mafia kejahatan lingkungan untuk terus merajalela. Penegakan hukum akan dilakukan secara komprehensif tanpa pandang bulu, mengacu pada regulasi perlindungan satwa liar yang berlaku.

"Negara hadir untuk melindungi satwa kita. Kejahatan terhadap satwa dilindungi adalah pelanggaran serius terhadap undang-undang dan kami pastikan proses hukum berjalan profesional," tambahnya.

Pengungkapan kasus berskala besar ini sekaligus menjawab pesimisme publik terkait lambatnya penanganan kasus kematian satwa di masa lalu. Kerja keras tim gabungan dalam mengejar pelaku hingga keluar pulau Sumatera membuktikan keseriusan aparat dalam memberantas perdagangan ilegal bagian tubuh satwa. Keberhasilan ini dinilai sebagai titik balik penting dalam pengawasan kawasan konservasi di Riau.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa tersebut, Kementerian Kehutanan berencana memberikan penghargaan khusus kepada Kapolda Riau dan jajaran Ditreskrimsus. Menhut menilai pengungkapan sindikat profesional ini memerlukan kesungguhan dan kerja keras yang tinggi. "Secarik kertas mungkin tidak cukup untuk membayar jerih payah jajaran kepolisian, namun ini adalah pengakuan negara atas komitmen mereka menjaga kelestarian alam," pungkas Raja Juli Antoni.(aya/MCR)


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Gempur Karhutla, 6 Helikopter Sudah Stanby di Riau

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:36:59 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----- Provinsi Riau kembali men.

Daerah

Wako Agung Dampingi Andre Rosiade Tinjau SPPG di Pekanbaru

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Wali Kota (Wako) Pekanbaru.

Daerah

Wujudkan Misi Ekologi, Pemkab Siak Gandeng Pemerintah Swiss, UNDP dan Mitra Pembangunan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:00:00 WIB

SIAK, DENTINGNEWS----- Bupati Siak, Afni Z, menerima audiensi dan kun.

Daerah

Pemkab Siak Gandeng Ngo Perkuat Kapasitas Hukum Penghulu Kampung Hadapi Konflik Agraria Dan Lingkungan Hidup

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:00:00 WIB

SIAK, DENTINGNEWS----- Pemerintah Kabupaten Siak bekerja sama dengan .

Daerah

Pelaku Karhutla di Bengkalis Diamankan Polisi

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:00:00 WIB

BENGKALIS,DENTINGNEWS----- Ketegasan aparat penegak .

Daerah

PT BSP Gelar RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa, Tetapkan Direktur Baru untuk Perkuat Kinerja

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:00:00 WIB

PEKANBARU, DENTINGNEWS---- PT Bumi Siak Pusako (BSP) menyelenggarakan.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Gempur Karhutla, 6 Helikopter Sudah Stanby di Riau
20 Juni 2026
Wujudkan Misi Ekologi, Pemkab Siak Gandeng Pemerintah Swiss, UNDP dan Mitra Pembangunan
20 Juni 2026
Pemkab Siak Gandeng Ngo Perkuat Kapasitas Hukum Penghulu Kampung Hadapi Konflik Agraria Dan Lingkungan Hidup
20 Juni 2026
SPMB SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau Resmi Ditutup, Tercatat 79.350 Pendaftar
19 Juni 2026
PT BSP Gelar RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa, Tetapkan Direktur Baru untuk Perkuat Kinerja
19 Juni 2026
Wako Agung Dampingi Andre Rosiade Tinjau SPPG di Pekanbaru
19 Juni 2026
SPMB SMP dan SD Negeri di Pekanbaru Segera Dimulai
19 Juni 2026
Pelaku Karhutla di Bengkalis Diamankan Polisi
19 Juni 2026
Siak Pertahankan WTP 15 Kali Berturut-turut, Bupati Afni: Jangan Berpuas Diri
18 Juni 2026
Walikota Apresiasi Kinerja 30 LPS Terbaik di Kota Pekanbaru
18 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juni 2026: Antam Naik, UBS dan Galeri24 Stabil
  • 2 Pasokan dan Harga Minyakita di Pasaran Stabil
  • 3 Jemaah Haji Siak Kloter BTH 12 Tiba di Arafah, Siap Jalani Puncak Ibadah Haji
  • 4 Plt Gubri SF Hariyanto Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau
  • 5 Industri Penjaminan Dinilai Jadi Kunci Penguatan Pembiayaan dan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • 6 Simak Harga Emas 24 Karat Hari Ini 19 Mei 2026
  • 7 Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026 Stabil

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved