• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Kisah Pria Datangi 9 Piala Dunia dengan Mobil VW Kodok Bergambar Bola
Dibaca : 7 Kali
Gibran Respons Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Semoga Segera Sembuh
Dibaca : 8 Kali
Ribuan Warga Pekanbaru Antusias Ikuti Festival Talam Durian
Dibaca : 9 Kali
Festival Talam Durian HUT ke-242 Pekanbaru Berhasil Pecahkan Rekor MURI
Dibaca : 10 Kali
Besok, Pemprov Riau Buka Pendaftaran SMA/SMK Swasta Jalur Afirmasi
Dibaca : 11 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Kuansing

Tapir Jantan 300 Kg Ditemukan Mati Tragis Dekat Tesso Nilo Riau

Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 19:43:16 WIB
Cetak
Tapir Jantan 300 Kg Ditemukan Mati Tragis Dekat Tesso Nilo Riau
Seekor tapir (Tapirus indicus) jantan dewasa dengan bobot luar biasa, mencapai 300 kilogram, ditemukan mati di tengah jalan koridor areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Riau Andalan Pu

KUANTAN SINGINGI,DENTINGNEWS---- Kabar duka kembali datang dari dunia konservasi satwa liar Indonesia. Seekor tapir (Tapirus indicus) jantan dewasa dengan bobot luar biasa, mencapai 300 kilogram, ditemukan terbujur kaku tak bernyawa di tengah jalan koridor areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Estate Baserah, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi. 

Temuan memilukan ini langsung memicu respons cepat dari Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Informasi mengenai kematian raksasa lembut penjaga hutan Sumatra ini pertama kali pecah pada malam hari, 16 Juni 2026. 

Laporan darurat yang masuk dari Kanit Tipidter Polres Kuantan Singingi dan manajemen PT RAPP langsung direspons malam itu juga oleh tim BBKSDA Riau. Tanpa membuang waktu, tim penyelamat langsung menembus kegelapan malam menuju titik lokasi untuk melakukan pemeriksaan intensif dan penanganan evakuasi satwa malang tersebut.

Lokasi kejadian tersebut ternyata hanya berjarak sekitar dua kilometer dari batas luar kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Ironisnya, titik jalan koridor tempat tapir itu terkapar merupakan jalur lintasan alami kuno yang sudah turun-temurun digunakan oleh kawanan tapir untuk bermigrasi dan mencari makan. Kini, jalur yang seharusnya aman bagi mereka justru berubah menjadi titik perlintasan yang mematikan.

Napas terakhir sang tapir tampaknya dipenuhi dengan rasa sakit yang luar biasa. Hasil autopsi visual dan pemeriksaan oleh dokter hewan BBKSDA Riau mengungkapkan adanya luka robek di bagian pinggul serta paha kiri, ditambah luka parah di perut sebelah kanan. 

Pemandangan semakin memilukan karena tampak darah segar masih mengalir keluar dari rongga hidung satwa langka tersebut, mengindikasikan adanya hantaman yang sangat masif.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, membeberkan bahwa semua bukti fisik di lapangan mengarah pada satu kesimpulan pahit, yakni tabrak lari. 

"Berdasarkan pola luka dan trauma fisik yang ditemukan, tapir malang ini diduga kuat tewas seketika setelah dihantam dengan keras oleh kendaraan roda empat atau truk bermuatan besar yang melintas dengan kecepatan tinggi di jalan koridor perusahaan tersebut," katanya.

Meski demikian, pihak berwenang memastikan bahwa peristiwa ini murni kecelakaan fatal dan bukan ulah para pemburu liar. Pemeriksaan bersama yang melibatkan Kapolsek Logas Tanah Darat, Polisi Kehutanan, serta staf Balai Taman Nasional Tesso Nilo memastikan tidak ada kesengajaan. 

Tim tidak menemukan adanya bekas proyektil peluru, luka tembak, ataupun sayatan senjata tajam yang biasa ditinggalkan oleh pelaku kriminal kehutanan.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, proses pemakaman sang tapir langsung dilakukan di lokasi penemuan dengan protokol ketat. Langkah penguburan cepat ini diambil sesuai prosedur medis satwa liar demi mencegah potensi penyebaran penyakit menular serta risiko zoonosis, penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia yang mengancam warga sekitar maupun pekerja konsesi.

Atas kejadian ini, BBKSDA Riau mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh perusahaan yang beroperasi membelah habitat satwa. 

"Kami mengimbau agar rambu-rambu perlintasan satwa segera dipasang dan kecepatan kendaraan dibatasi secara ketat. Sebagai salah satu spesies kunci pengingat keseimbangan ekosistem hutan Sumatra, hilangnya satu tapir dewasa adalah tamparan keras bagi masa depan hutan kita yang kian terfragmentasi," tegasnya.(Sya/MCR)


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

4.681 Jemaah Haji Riau Sudah Kembali, Tinggal 6 Jemaah di Tanah Suci

Ahad, 21 Juni 2026 - 12:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Kantor Kementerian Haji da.

Daerah

Pesta Rakyat dan Jalan Sehat di Kecamatan Senapelan Berlangsung Meriah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:30:00 WIB

PEKANBARU ,DENTINGNEWS--- Ribuan warga tumpah ruah antusias mengikuti Pesta Raky.

Daerah

Ribuan Warga Pekanbaru Antusias Ikuti Festival Talam Durian

Ahad, 21 Juni 2026 - 17:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS--- Diperkirakan  ribuan o.

Daerah

Festival Talam Durian HUT ke-242 Pekanbaru Berhasil Pecahkan Rekor MURI

Ahad, 21 Juni 2026 - 16:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Festival Kue Talam Ketan D.

Daerah

Gempur Karhutla, 6 Helikopter Sudah Stanby di Riau

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:36:59 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----- Provinsi Riau kembali men.

Daerah

Wako Agung Dampingi Andre Rosiade Tinjau SPPG di Pekanbaru

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Wali Kota (Wako) Pekanbaru.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Kisah Pria Datangi 9 Piala Dunia dengan Mobil VW Kodok Bergambar Bola
21 Juni 2026
Gibran Respons Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Semoga Segera Sembuh
21 Juni 2026
Ribuan Warga Pekanbaru Antusias Ikuti Festival Talam Durian
21 Juni 2026
Festival Talam Durian HUT ke-242 Pekanbaru Berhasil Pecahkan Rekor MURI
21 Juni 2026
Besok, Pemprov Riau Buka Pendaftaran SMA/SMK Swasta Jalur Afirmasi
21 Juni 2026
4.681 Jemaah Haji Riau Sudah Kembali, Tinggal 6 Jemaah di Tanah Suci
21 Juni 2026
Harga Emas Hari Ini Terpantau Stabil
21 Juni 2026
Gempur Karhutla, 6 Helikopter Sudah Stanby di Riau
20 Juni 2026
Tapir Jantan 300 Kg Ditemukan Mati Tragis Dekat Tesso Nilo Riau
20 Juni 2026
Pesta Rakyat dan Jalan Sehat di Kecamatan Senapelan Berlangsung Meriah
20 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juni 2026: Antam Naik, UBS dan Galeri24 Stabil
  • 2 Pasokan dan Harga Minyakita di Pasaran Stabil
  • 3 Jemaah Haji Siak Kloter BTH 12 Tiba di Arafah, Siap Jalani Puncak Ibadah Haji
  • 4 Plt Gubri SF Hariyanto Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau
  • 5 Industri Penjaminan Dinilai Jadi Kunci Penguatan Pembiayaan dan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • 6 Simak Harga Emas 24 Karat Hari Ini 19 Mei 2026
  • 7 Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026 Stabil

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved