Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027
PSPS Masih Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A
DAS 4 Sungai Besar di Riau Dalam Kondisi Kritis
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III mencatat bahwa kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Riau saat ini dalam kondisi kritis. Empat sungai besar yang DAS nya masuk kategori krisis tersebut yakni Sungai Indragiri, Sungai Kampar, Sungai Rokan dan Sungai Siak.
Kepala BWS Sumatera III Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU Daniel ST MT mengatakan, kondisi kerusakan DAS empat sungai besar di Riau tersebut saat ini mencapai 71-80 persen.
“Kalau ditanya kondisi DAS empat sungai besar itu, bisa dibilang sudah dalam kondisi kritis 71-80 persen,” katanya, Jumat (31/7/2026/.
Dilanjutkannya, jika DAS -nya dalam kondisi rusak juga akan mempengaruhi kondisi sungainya. Karena tidak ada lagi hutan dan akar-akar kayu yang menahan apabila terjadi bencana. Karena banyak DAS yang sudah dijadikan area perkebunan.
“Terkait kerusakan DAS yang sudah banyak beralih menjadi area perkebunan ini, kami tidak menyalahkan salah satu pihak, tapi regulasi yang harus dibenahi,” ujarnya.
Menurut Daniel, saat pemberian izin, seharusnya jika diwilayah tersebut terdapat sungai. Maka, didalam izin tersebut harus dijelaskan bahwa di area sungai atau DAS tidak diperbolehkan ada aktivitas penanaman agar DAS -nya masih tetap terjaga.
“Jadi saat penerbitan izin itu dikeluarkan secara gelondongan, padahal didalamnya ada sungai yang ada DAS nya dan tidak boleh ada aktivitas perkebunan. Dan untuk di Riau rata-rata itu perkebunan kelapa sawit,” sebutnya.
Selain kerusakan DAS, kondisi sungai besar di Riau saat ini juga banyak mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Karena dibagian hulu sungai saat ini banyak aktivitas penambangan pasir dan juga emas.
“Total panjang empat sungai besar yang ada di Riau yakni sekitar 2.300 Km, dan kondisinya juga sudah banyak pendangkalan akibat aktivitas tambang. Untuk menanggulangi kondisi tersebut, tidak bisa hanya BWS saja tapi juga harus ada kolaborasi dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Akibat dari kerusakan DAS dan pendangkalan tersebut, beberapa permasalahan akan muncul. Seperti banjir yang tidak dapat dikendalikan, dan disaat musim kemarau akan mudah terjadi kekeringan.
“Idealnya jika lebar sungai 100-200 meter, itu sempadan nya yang harus terjaga itu 200 meter. Tapi faktanya dilapangan saat ini dari hulu ke hilirnya sudah tidak ada lagi,” katanya. **
KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
SIAK, DENTINGNEWS----- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memperku.
Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU
PEKANBARU,DENTINGNEWS---Memastikan masyarakat mendap.
MTQ Kecamatan Kandis Resmi Dibuka, Bupati Afni : Astaka Tak Perlu Megah Tapi Bonus Utamakan
SIAK, DENTINGNEWS----- Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ti.
Pemkab Siak Ajak Masyarakat Gelar Salat Ghaib dan Doa Bersama untuk Mantan Bupati Arwin A.S.
SIAK, DENTINGNEWS-----Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mengimbau ma.
Buka MTQ ke-VI di Kecamatan Binawidya, Walikota Ingatkan Alquran Sebagai Pedoman Hidup
PEKANBARU,DENTINGNEWS----.
Pemko Pekanbaru Usulkan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah untuk Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai
PEKANBARU,DENTINGNEWS----.




.jpg)



