• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Luruskan Polemik STC,Pemko Tak Pernah Sebut Ada Rekomendasi Mendagri
Dibaca : 17 Kali
Ghatib Beghanyut, Menolak Bala Menjemput Tuah
Dibaca : 13 Kali
Investasi Lebihi Target, Pemko Pekanbaru Raih Penghargaan Peringkat I Riau Investment Award 2026
Dibaca : 51 Kali
Ketua Kwarcab Pramuka Pekanbaru,Terima Penghargaan Lencana Darma Bakti
Dibaca : 47 Kali
Raih Juara II Program 3 Juta Rumah , Pekanbaru Dapat Bonus Bedah 250 Rumah
Dibaca : 89 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Siak

Ghatib Beghanyut, Menolak Bala Menjemput Tuah

Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 17:00:00 WIB
Cetak
Ghatib Beghanyut, Menolak Bala Menjemput Tuah
Ghatib Beghanyut, tradisi keagamaan dan adat budaya masyarakat Melayu Siak Sri Indrapura.

SIAK,DENTINGNEWS----- Ghatib Beghanyut, tradisi keagamaan dan adat budaya masyarakat Melayu Siak Sri Indrapura. Pelaksanaannya berupa kegiatan zikir dan doa bersama di atas perahu atau kapal yang bergerak menyusuri Sungai Siak, yang oleh masyarakat Melayu dikenal sebagai Sungai Jantan.

Tradisi yang dilaksanakan pada Kamis, 13/8/2026, bertepatan 29 Safar 1448 Hijriah, kembali menjadi momentum bagi masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memanjatkan doa bagi keselamatan negeri.

Dalam kegiatan ini turut hadir Wakil Bupati Siak, Syamsurizal. syeh H. Zulfikar selaku pimpinan Ghatib beranyut, Dandim 0322/Siak, Ketua Pengadilan Negeri kabupaten Siak, Pimpinan LAMR Kabupaten Siak, Kepala kantor Kementerian Agama kabupaten Siak,Alim Ulama, serta para Tokoh Masyarakat.

Bagi masyarakat Siak, Ghatib Beghanyut bukan sekadar tradisi budaya. Di dalamnya terdapat nilai keagamaan yang kuat berupa ikhtiar spiritual dan doa bersama kepada Allah SWT agar negeri dijauhkan dari berbagai marabahaya, bencana, musibah, penyakit serta segala bentuk keburukan.

Perjalanan perahu mengikuti arus air sungai memiliki makna simbolis. Masyarakat memaknainya sebagai doa dan ikhtiar agar segala marabahaya, penyakit dan keburukan dijauhkan dari negeri dan dibawa pergi mengikuti arus menuju laut.

Zikir, takbir dan tahlil yang dilantunkan bersama menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai ancaman kehidupan. Karena itu, ikhtiar lahiriah harus berjalan beriringan dengan ikhtiar batiniah, dengan senantiasa memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Siak menyampaikan kegiatan Ghatib beghanyut ini sebagai warisan budaya leluhur syarat makna spiritual dan kearifan Melayu. Ini merupakan wujud kebersamaan kerendahan hati memohon Perlindungan kepada Allah SWT. Dengan tema Menolak bala menjemput Tuah bukan hanya menghindari musibah, tetapi juga menjauhkan diri segala perbuatan yang dapat mendatangkan kemudaratan. Menjemput Tuah upaya sungguh-sungguh meraih keberkahan dengan jalan yang di ridhoi Allah SWT.

Ghatib Beghanyut bukan hanya menghadirkan kenangan sejarah, tetapi juga menyimpan pesan penting bahwa ketika masyarakat menghadapi kesulitan, kebersamaan, doa dan ikhtiar harus menjadi kekuatan bersama.

Pelaksanaan Ghatib Beghanyut diawali dengan rangkaian ziarah ke makam para Sultan dan tokoh pendiri Siak. Di antaranya makam Raja Kecik di Buantan, makam sultan Tengku Buwang asmara di mempura,kemudian di lanjutkan ziarah makam Sultan Syarif Kasim II, Makam Koto Tinggi. 

Ziarah tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap sejarah dan jasa para pendahulu, sekaligus menjadi pengingat bagi generasi saat ini bahwa kehidupan masyarakat Siak tidak dapat dilepaskan dari perjuangan para ulama, sultan, tokoh adat dan leluhur yang telah membangun negeri.

Pada malam pelaksanaan, rangkaian kegiatan dimulai selepas salat Isya. Para peserta berjalan mulai dari masjid syahabudin, menuju makam koto tinggi kemudian melintasi depan istana siak, menuju pelabuhan LLASDP sambil melantunkan zikir, yang di mulai dari Suasana religius.

Dari pelabuhan, peserta menaiki kapal feri/Roro dan perahu bermesin yang telah disiapkan untuk mengikuti perjalanan menyusuri Sungai Siak. Dari atas kapal dan perahu, suara zikir, takbir dan tahlil menggema sepanjang perjalanan.

Rombongan kemudian menyusuri Sungai Siak hingga menuju kawasan Feri Penyeberangan Belantik, Desa Langkai.

Di tengah gelapnya malam dan luasnya Sungai Siak, lantunan kalimat-kalimat zikir menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam memohon keselamatan kepada Allah SWT.

Bagi Pemerintah Kabupaten Siak bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak, pelestarian Ghatib Beghanyut bukan semata-mata mempertahankan sebuah tradisi lama.

Lebih dari itu, tradisi ini menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, silaturahmi dan persatuan masyarakat.
Masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam satu suasana, duduk bersama, berzikir bersama dan berdoa bersama.

Nilai kebersamaan tersebut menjadi semakin penting di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat. Tradisi lokal yang memiliki nilai keagamaan dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga identitas masyarakat Melayu Siak sekaligus memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat.

Di atas Sungai Siak, Ghatib Beghanyut membawa pesan sederhana namun mendalam: manusia boleh berikhtiar sekuat tenaga, tetapi pada akhirnya keselamatan dan pertolongan adalah kehendak Allah SWT.

Arus sungai yang membawa perahu menuju hilir menjadi simbol harapan agar segala bala dan keburukan dijauhkan dari negeri. Sementara lantunan zikir menjadi pengingat agar masyarakat senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan.

Tradisi ini juga mengajarkan bahwa menjaga negeri bukan hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan merawat doa, akhlak, persaudaraan dan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

Ghatib Beghanyut 2026 akhirnya bukan sekadar perjalanan puluhan perahu menyusuri Sungai Siak. Ini adalah perjalanan spiritual.
Perjalanan untuk mengingat sejarah, merawat adat, mempererat persaudaraan dan bersama-sama mengetuk pintu langit dengan doa.

(Sya/MC Siak)


 Editor : Eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Luruskan Polemik STC,Pemko Tak Pernah Sebut Ada Rekomendasi Mendagri

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:43:53 WIB

PEKANBARU DENTINGNEWS----  Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mel.

Daerah

Investasi Lebihi Target, Pemko Pekanbaru Raih Penghargaan Peringkat I Riau Investment Award 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:52:00 WIB

PEKANBARU, DENTINGNEWS---- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali .

Daerah

Ketua Kwarcab Pramuka Pekanbaru,Terima Penghargaan Lencana Darma Bakti

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:30:00 WIB

JAKARTA , DENTINGNEWS----- Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.

Daerah

Raih Juara II Program 3 Juta Rumah , Pekanbaru Dapat Bonus Bedah 250 Rumah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:30:00 WIB

BATAM,DENTINGNEWS---- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanb.

Daerah

DPRD Bengkalis Apresiasi Layanan TRC Pekanbaru Aman 112

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:30:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS--- Dewan Perwakilan Rakyat Dae.

Daerah

BBKSDA Riau Pastikan Informasi Kemunculan Harimau di Pasir Putih Kampar Hoaks

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:30:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Beredar kabar di berbagai .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Luruskan Polemik STC,Pemko Tak Pernah Sebut Ada Rekomendasi Mendagri
14 Agustus 2026
Ghatib Beghanyut, Menolak Bala Menjemput Tuah
14 Agustus 2026
Investasi Lebihi Target, Pemko Pekanbaru Raih Penghargaan Peringkat I Riau Investment Award 2026
14 Agustus 2026
Ketua Kwarcab Pramuka Pekanbaru,Terima Penghargaan Lencana Darma Bakti
14 Agustus 2026
Raih Juara II Program 3 Juta Rumah , Pekanbaru Dapat Bonus Bedah 250 Rumah
13 Agustus 2026
DPRD Bengkalis Apresiasi Layanan TRC Pekanbaru Aman 112
13 Agustus 2026
BBKSDA Riau Pastikan Informasi Kemunculan Harimau di Pasir Putih Kampar Hoaks
13 Agustus 2026
Riau Raih Apresiasi Nasional Duta SMA 2026
13 Agustus 2026
290 Unit Asrama Ludes Terbakar
12 Agustus 2026
Bupati Afni: 81 Tahun Indonesia Merdeka, Belum Pernah Ada Presiden ke Istana Sultan Siak
12 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Kejayaan Kerajaan Siak hadir di Bandara SSK II Pekanbaru
  • 2 Logo HUT Riau ke-69 Resmi Diumumkan Pemerintah Provinsi Riau
  • 3 Investasi Riau Tembus Rp20,23 Triliun, Peringkat 8 Nasional dan Tertinggi di Sumatera
  • 4 Temui Wapres Gibran, Bupati Siak Perjuangkan Hak DBH bagi Daerah Penghasil SDA
  • 5 Pemprov Riau-Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan Rohul dan Kampar
  • 6 Pekanbaru Jadi Ketua Jaringan IMT-GT, Konsep Green City Makin Diperkuat
  • 7 Dampingi UAS, Kapolda dan Pangdam Touring, Bupati Afni Kenalkan Sejarah dan Keindahan Siak

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved