Perhutanan Sosial di Riau Sentuh 201 Ribu Hektare
Bupati Siak , Usulkan KITB Masuk PSN dan Revitalisasi Istana Siak
Atasi Kemiskinan Ekstrem, Dinas Sosial Lakukan Program Pemberdayaan
PEKANBARU,DENTINGNEWS----Dinas Sosial Kota Pekanbaru mencatat 715 Keluarga atau sekitar 3.919 jiwa di Pekanbaru masuk kategori kemiskinan ekstrem tersebar di 15 kecamatan yang ada.
Guna mengatasi ini, Dinas Sosial Kota Pekanbaru terus berupaya melakukan beberapa hal. Diantaranya melalui program pemberdayaan bagi masyarakat. Sebagaimana halnya disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Idrus.
Namun program ini menurut Idrus mesti sejalan dengan program pembinaan dan pemberdayaan.
Dijelaskan Idrus , program ini memungkinkan warga yang mengalami kemiskinan ekstrem membuka usaha sesuai dengan bidang yang dikuasainya. Para warga yang miskin ekstrem nantinya bisa memulai membuka usaha kecil lewat proses assesment lebih dahulu.
"Kita kaji apa keahliannya, bisa jadi nanti keahlian kuliner ya bisa buka usaha kuliner," terang Idrus.
Program pemberdayaan warga miskin ekstrem ini bakal mendapat dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Mereka yang hendak membuka usaha kuliner bisa mendapat dukungan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pekanbaru.
Apabila keahliannya bertani atau membuat tambak ikan. Mereka bisa mendapat dukungan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru.
Program ini tentu menjadi program jangka panjang. Pemerintah berupaya tidak memberi ikan langsung tapi memberi pancingnya.
"Dinas sosial juga bisa mendukung pemberdayaan ini, setelah mendapat pelatihan tentu warga tersebut bakal mendapat dukungan modal," ungkap Idrus.
Sebelumnya, petugas dari Dinsos Pekanbaru bersama kecamatan dan kelurahan telah rampung melakukan monitoring dan validasi data.
Petugas melakukan verifikasi dan validasi data pada 83 kelurahan yang ada di Kota Pekanbaru. Mereka memvalidasi data warga yang tercatat alami kemiskinan ekstrem pada tahun 2022 kemarin.
"Kita telah melakukan pendataan dor to dor dan lebih kurang dalam satu bulan kemarin selesai. Maka warga yang alami kemiskinan ekstrim itu berjumlah 3.919 jiwa," jelasnya.
Menurutnya, pendataan yang dilakukan cukup valid karena melibatkan tim dari Dinsos, kecamatan, dan kelurahan di masing-masing wilayah. Awalnya padan data tahun 2022 kemarin ada 4.000 jiwa lebih warga yang alami masyarakat ekstrim.
Setelah dilakukan verifikasi dan validasi, dikatakan Idrus didapati sebanyak 715 KK atau 3.919 jiwa warga yang alami kemiskinan ekstrim. Hal ini juga setelah dilakukannya musyawarah kelurahan. (yani)
Sempena HUT Pekanbaru, Wallikota dan Wakil Walikota Kunjungi Kediaman Mantan Walikota Pekanbaru
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Wali Kota (Wako) Pekanbaru.
Wako dan Wawako Ziarah ke Makam Marhum Pekan Jelang HUT Pekanbaru
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Wali Kota (Wako) Pekanbaru.
Pekanbaru di 242 Tahun, Menjelma Jadi Pusat Perdagangan dan Jantung Sumatera
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Pada hari ini, 23 Juni 202.
Bupati Siak , Usulkan KITB Masuk PSN dan Revitalisasi Istana Siak
PEKANBARU,DENTINGNEWS----Bupati Siak, Dr. Afni Zulki.
Perhutanan Sosial di Riau Sentuh 201 Ribu Hektare
PEKANBARU — Program Perhutanan Sosial di Provinsi Riau terus menunj.
Bupati Suhardiman Amby Bentuk Satgas Terpadu Berantas Penambangan Emas Ilegal di Kuansing
TELUK KUANTAN,DENTINGNEWS---- Bupati Kuantan Singing.


.jpg)




.jpg)
.jpg)