• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan
Dibaca : 107 Kali
Pemko Pekanbaru Terus Gesa Perbaikan Jalan Rusak
Dibaca : 88 Kali
Gandeng Swasta,Renovasi Halte Bus TMP di Sudirman Pekanbaru Rampung
Dibaca : 82 Kali
Pemko Pekanbaru Telah Lakukan Penertiban Spanduk dan Sejenisnya Sejak Tahun Lalu
Dibaca : 72 Kali
Harga Emas Antam 3 Februari 2026 Anjlok Rp 183.000,
Dibaca : 130 Kali

  • Home
  • Gaya Hidup

Vietnam Terancam Krisis Populasi, Warga Kini Boleh Punya 2 Anak Lebih

Redaksi

Rabu, 04 Juni 2025 21:23:49 WIB
Cetak
Vietnam Terancam Krisis Populasi, Warga Kini Boleh Punya 2 Anak Lebih
Pemerintah Vietnam membatalkan kebijakan lama yang sebelumnya membatasi jumlah anak dalam satu keluarga.

PEKANBARU,DENTINGNEWS---Pasangan di Vietnam kini bisa punya lebih dari dua orang anak, usai pemerintah membatalkan kebijakan lama yang sebelumnya membatasi jumlah anak dalam satu keluarga.

Media pemerintah Vietnam pada Rabu (3/6) menyebut pembatalan kebijakan maksimal dua anak ini dilakukan demi mencegah penurunan angka kelahiran dan krisis populasi.

Pada 1988, Vietnam melarang pasangan memiliki lebih dari dua anak. Namun kini pemerintah mengubah kebijakan itu, dengan mengatakan jumlah anak dalam satu keluarga kini menjadi keputusan masing-masing pasangan.

Dalam tiga tahun terakhir, negara di Asia Tenggara ini mengalami tingkat kelahiran yang rendah. Selain itu, tingkat kesuburan juga turun menjadi 1,91 anak per wanita pada tahun 2024.

Tren ini paling menonjol di kawasan perkotaan yang sudah maju secara ekonomi, terutama di kota-kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh, karena biaya hidup yang meningkat.

Seorang pekerja kantoran berusia 22 tahun, Tran Minh Huong, mengatakan perubahan peraturan pemerintah ini tidak terlalu berarti baginya karena dia tidak berencana untuk memiliki anak.

"Meskipun saya orang Asia, dengan norma sosial yang mengatakan perempuan perlu menikah dan punya anak, membesarkan anak terlalu mahal," ungkapnya.

Awal tahun ini, Wakil Menteri Kesehatan Nguyen Thi Lien Huong mengakui kini semakin sulit mendorong keluarga untuk memiliki lebih banyak anak, meski ada penyesuaian kebijakan dan kampanye publik.

Dia menyebut penurunan angka kelahiran menimbulkan tantangan bagi pembangunan sosial dan ekonomi jangka panjang, termasuk populasi yang menua dan kekurangan tenaga kerja.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk mengubah pola pikir dan berfokus pada keluarga berencana dengan perspektif yang lebih luas tentang kependudukan dan pembangunan.

(aya/cnnindonesia)


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Gaya Hidup

Ikan Patin vs Ikan Lele: Mana yang Lebih Aman?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:12:02 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

7 Kebiasaan Ini Jadi Penyebab Payudara Kendur, Patut Diperbaiki

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:11:35 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS--.

Gaya Hidup

7 Hal Ini Bisa Terjadi Jika Berhubungan Seks saat Haid

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:07:08 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

7 Penyebab Kaki Sering Kesemutan yang Perlu Diwaspadai

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:30:19 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS--.

Gaya Hidup

Tak Semua Aman, 5 Kelompok Orang Ini Dianjurkan Tak Minum Air Kelapa

Sabtu, 03 Januari 2026 - 11:13:13 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Gaya Hidup

Awas, Pakai Baju Ini di Bandara Bisa Bikin Pemeriksaan Makin Rumit

Ahad, 28 Desember 2025 - 20:34:22 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan
03 Februari 2026
Pemko Pekanbaru Terus Gesa Perbaikan Jalan Rusak
03 Februari 2026
Gandeng Swasta,Renovasi Halte Bus TMP di Sudirman Pekanbaru Rampung
03 Februari 2026
Pemko Pekanbaru Telah Lakukan Penertiban Spanduk dan Sejenisnya Sejak Tahun Lalu
03 Februari 2026
Harga Emas Antam 3 Februari 2026 Anjlok Rp 183.000,
03 Februari 2026
Bupati Siak Surati Menteri Keuangan, Minta Pencairan Rp489,8 Miliar untuk Bayar Utang
03 Februari 2026
Penyeberangan RoRo Bengkalis Segera Terapkan E-Tiketing
03 Februari 2026
Nama Plt Gubri Dicatut,Waspada Penipuan!
03 Februari 2026
Mantan Gubernur Riau Orasi di Depan THM, Minta New Paragon Ditutup
02 Februari 2026
Neraca Perdagangan Riau 2025 Surplus Besar, Ekspor Melonjak dan Impor Menurun
02 Februari 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Bupati Afni Ajak Ribuan Peserta Silatda NU Doakan Korban Tangsi Belanda
  • 2 Tangsi Belanda di Siak Ambruk, 16 Orang Jadi Korban
  • 3 Terbitkan SK Pembelajaran Selama Bulan Puasa, Disdik Pekanbaru Tetapkan Libur Awal Puasa Mulai 16 Februari
  • 4 Dukung Dunia Pendidikan,The Gade Creative Lounge Pegadaian ke-24 Diresmikan di Universitas Riau
  • 5 Perkenalkan Sejarah Pekanbaru, Wako Agung Lepas Peserta Senapelan Heritage Fun Walk
  • 6 Pemprov Riau Gesa Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuansing
  • 7 Bupati Afni Tegaskan Pelayanan Honorer Non Database Harus Bebas Pungli

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved