• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Jelang pembukaan PORSENIJAR Provinsi Riau, Mahadar mantapkan persiapan
Dibaca : 85 Kali
Disdik Pekanbaru Ancam Jatuhkan Sanksi Untuk Sekolah Yang Tidak Patuhi Kebijakan PJJ
Dibaca : 110 Kali
Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Sekda SiakTekankan Integritas dan Inovasi Pelayanan
Dibaca : 106 Kali
LAZNAS DT Peduli Riau Bagikan 3.200 Masker Kepada Masyarakat di Sejumlah Titik
Dibaca : 198 Kali
Angin Dari Selatan Sebabkan Kabut Asap di Siak Kembali Pekat di Siak
Dibaca : 88 Kali

  • Home
  • Gaya Hidup

Vietnam Terancam Krisis Populasi, Warga Kini Boleh Punya 2 Anak Lebih

Redaksi

Rabu, 04 Juni 2025 21:23:49 WIB
Cetak
Vietnam Terancam Krisis Populasi, Warga Kini Boleh Punya 2 Anak Lebih
Pemerintah Vietnam membatalkan kebijakan lama yang sebelumnya membatasi jumlah anak dalam satu keluarga.

PEKANBARU,DENTINGNEWS---Pasangan di Vietnam kini bisa punya lebih dari dua orang anak, usai pemerintah membatalkan kebijakan lama yang sebelumnya membatasi jumlah anak dalam satu keluarga.

Media pemerintah Vietnam pada Rabu (3/6) menyebut pembatalan kebijakan maksimal dua anak ini dilakukan demi mencegah penurunan angka kelahiran dan krisis populasi.

Pada 1988, Vietnam melarang pasangan memiliki lebih dari dua anak. Namun kini pemerintah mengubah kebijakan itu, dengan mengatakan jumlah anak dalam satu keluarga kini menjadi keputusan masing-masing pasangan.

Dalam tiga tahun terakhir, negara di Asia Tenggara ini mengalami tingkat kelahiran yang rendah. Selain itu, tingkat kesuburan juga turun menjadi 1,91 anak per wanita pada tahun 2024.

Tren ini paling menonjol di kawasan perkotaan yang sudah maju secara ekonomi, terutama di kota-kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh, karena biaya hidup yang meningkat.

Seorang pekerja kantoran berusia 22 tahun, Tran Minh Huong, mengatakan perubahan peraturan pemerintah ini tidak terlalu berarti baginya karena dia tidak berencana untuk memiliki anak.

"Meskipun saya orang Asia, dengan norma sosial yang mengatakan perempuan perlu menikah dan punya anak, membesarkan anak terlalu mahal," ungkapnya.

Awal tahun ini, Wakil Menteri Kesehatan Nguyen Thi Lien Huong mengakui kini semakin sulit mendorong keluarga untuk memiliki lebih banyak anak, meski ada penyesuaian kebijakan dan kampanye publik.

Dia menyebut penurunan angka kelahiran menimbulkan tantangan bagi pembangunan sosial dan ekonomi jangka panjang, termasuk populasi yang menua dan kekurangan tenaga kerja.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk mengubah pola pikir dan berfokus pada keluarga berencana dengan perspektif yang lebih luas tentang kependudukan dan pembangunan.

(aya/cnnindonesia)


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Gaya Hidup

Punya Penis Terkecil Sedunia, Pria AS Ini Buka Donasi untuk Operasi

Ahad, 28 Juni 2026 - 08:02:07 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Gaya Hidup

Penumpang Kapal Pesiar Nekat Lompat ke Laut Selamatkan Kakek Tenggelam

Sabtu, 06 Juni 2026 - 16:22:48 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

8 Barang Wajib di Tas Jamaah Haji saat Cuaca Ekstrem

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

Ini Bagian Ka'bah yang Memiliki Keutamaan saat Disentuh

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:30:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Gaya Hidup

Simak Cara Cek Visa Haji 2026 Online Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 21 April 2026 - 12:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

Makin Tua Kenapa Makin Susah Tidur?

Sabtu, 18 April 2026 - 18:57:49 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jelang pembukaan PORSENIJAR Provinsi Riau, Mahadar mantapkan persiapan
17 September 2026
Disdik Pekanbaru Ancam Jatuhkan Sanksi Untuk Sekolah Yang Tidak Patuhi Kebijakan PJJ
17 September 2026
Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Sekda SiakTekankan Integritas dan Inovasi Pelayanan
16 September 2026
LAZNAS DT Peduli Riau Bagikan 3.200 Masker Kepada Masyarakat di Sejumlah Titik
15 September 2026
Angin Dari Selatan Sebabkan Kabut Asap di Siak Kembali Pekat di Siak
15 September 2026
Pekanbaru Jadi Kota dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia, Tembus 7,39 Persen
14 September 2026
Plh Bupati Siak Syamsurizal; Kejurnas Drag Bike Region 1 Jadi Solusi Redam Balap Liar
12 September 2026
Wabup Syamsurizal Apresiasi Polres Siak Berhasil Putus Mata Rantai Peredaran Narkoba
11 September 2026
Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru
10 September 2026
Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru jadi Benchmark Tata Kelola Investasi
10 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Plh Bupati Siak Syamsurizal; Kejurnas Drag Bike Region 1 Jadi Solusi Redam Balap Liar
  • 2 Wabup Syamsurizal Apresiasi Polres Siak Berhasil Putus Mata Rantai Peredaran Narkoba
  • 3 Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru
  • 4 Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru jadi Benchmark Tata Kelola Investasi
  • 5 Dekatkan Pelayanan Kepada Masyarakat, DPMPTSP Pekanbaru Akan Buat MPP Mini dan MPP Keliling
  • 6 Pemko Pekanbaru Terima Empat Penghargaan IMT-GT Green City Award
  • 7 Polres Bengkalis Gagalkan Peredaran Sabu 30 Kg dan 122 Ribu Ekstasi

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved