Sosialisasi KUHP Baru, BSP Zapin Perkuat Mitigasi Risiko Korporasi
Pertamina Tambah 50 Persen Kuota BBM Bersubsidi Untuk Riau
Keluarga Korban Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying, Tunggu Itikad Baik Banyak Pihak
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Ketua Tim Advokat Pejuang Keadilan (TAPAK) Riau, Suroto, membeberkan perkembangan terbaru mengenai dugaan perundungan yang dialami MA, siswa kelas VI SDN 108 Tengkerang Labuai, Pekanbaru yang meninggal dunia.
Suroto menegaskan bahwa kronologi yang selama ini berkembang berdasarkan penjelasan keluarga merupakan peristiwa sebenarnya.
“Jadi itulah kronologi yang sebenarnya disampaikan oleh keluarga korban. Nah, kalau ditanyakan apakah anak orang tua ini meninggal karena dibully, saya mau menyampaikan bahwa anak kedua orang tua ini meninggal setelah dibully,” ujar Suroto dikutip Selasa (25/11/2025).
Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa bermula pada Kamis ketika kepala korban diduga ditendang oleh teman sekelasnya.
Kondisi MA memburuk keesokan harinya hingga mengalami kelumpuhan, sebelum akhirnya meninggal beberapa hari kemudian.
“Faktanya hari Kamis kepalanya ditendang, Jumat dia lumpuh, berapa hari berikutnya dia meninggal dunia. Jadi, meninggal dunia setelah dibully. Itu penyampaian dari kami,” jelasnya.
Meski demikian, TAPAK menyebut keluarga korban belum memutuskan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
Pertimbangannya, proses hukum akan berujung pada autopsi, sesuatu yang masih berat secara emosional bagi keluarga.
“Jadi gini, terkait dengan upaya hukum, keluarga menyampaikan sejauh ini belum terpikir sampai ke sana. Karena mereka juga tahu kalau kita melakukan upaya hukum, maka prosesnya adalah autopsi. Mereka tidak tega kuburan anaknya dibongkar dan badannya mungkin dibelah, mereka tidak tega untuk itu,” katanya.
Saat ini, keluarga memilih menunggu itikad baik dari berbagai pihak, mulai dari orang tua murid yang diduga sebagai pelaku, pihak sekolah, hingga dinas pendidikan.
Keluarga berharap ada bentuk kepedulian yang dapat sedikit mengobati rasa kehilangan yang mendalam.
“Mereka sekarang menunggu itikad dari orang tua murid yang diduga anak sebagai pelaku, menunggu itikad dari sekolah dan dinas. Bagaimana menghibur hati mereka agar bisa terobati. Kalau misalnya tidak ada itikad itu, ya kita nggak tahu ya apakah keluarga kemudian memutuskan untuk memproseskannya atau tidak,” pungkasnya.(aya/MCR)
Pemko Pekanbaru Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi
PEKANBARU,DENTINGNEWS--- Pemerintah Kota (Pemko) Pek.
Pemko Pekanbaru Terus Gencarkan Program Zero Anak Putus Sekolah
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Pemerintah Kota (Pemko) Pe.
Pastikan Pelaksanaan TKA SD Lancar, Wawako Pekanbaru Tinjau Langsung ke Sejumlah Sekolah
PEKANBARU ,DENTINGNEWS---Memastikan pelaksanaan Tes .
Gelar Perpisahan di Hotel, Pemprov Riau Ancam Akan Jatuhkan Sanksi Kepada Pihak Sekolah
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melal.
Pemko Larang Perayaan Lulusan Berlebihan Untung Tingkat SD dan SMP
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Menjelang berakhirnya tahu.
Wako Pekanbaru Akan Berikan Bantuan Seragam Sekolah Gratis Untuk Anak Tidak Mampu
PEKANBARU,DENTINGNEWS----Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, secara re.



.jpg)




