Polda Riau Kerahkan 290 Personel Bantu Pemulihan Bencana di Sumbar
Update Banjir Sumatra: 174 Orang Tewas, Akses Evakuasi Masih Sulit
Keluarga Korban Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying, Tunggu Itikad Baik Banyak Pihak
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Ketua Tim Advokat Pejuang Keadilan (TAPAK) Riau, Suroto, membeberkan perkembangan terbaru mengenai dugaan perundungan yang dialami MA, siswa kelas VI SDN 108 Tengkerang Labuai, Pekanbaru yang meninggal dunia.
Suroto menegaskan bahwa kronologi yang selama ini berkembang berdasarkan penjelasan keluarga merupakan peristiwa sebenarnya.
“Jadi itulah kronologi yang sebenarnya disampaikan oleh keluarga korban. Nah, kalau ditanyakan apakah anak orang tua ini meninggal karena dibully, saya mau menyampaikan bahwa anak kedua orang tua ini meninggal setelah dibully,” ujar Suroto dikutip Selasa (25/11/2025).
Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa bermula pada Kamis ketika kepala korban diduga ditendang oleh teman sekelasnya.
Kondisi MA memburuk keesokan harinya hingga mengalami kelumpuhan, sebelum akhirnya meninggal beberapa hari kemudian.
“Faktanya hari Kamis kepalanya ditendang, Jumat dia lumpuh, berapa hari berikutnya dia meninggal dunia. Jadi, meninggal dunia setelah dibully. Itu penyampaian dari kami,” jelasnya.
Meski demikian, TAPAK menyebut keluarga korban belum memutuskan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.
Pertimbangannya, proses hukum akan berujung pada autopsi, sesuatu yang masih berat secara emosional bagi keluarga.
“Jadi gini, terkait dengan upaya hukum, keluarga menyampaikan sejauh ini belum terpikir sampai ke sana. Karena mereka juga tahu kalau kita melakukan upaya hukum, maka prosesnya adalah autopsi. Mereka tidak tega kuburan anaknya dibongkar dan badannya mungkin dibelah, mereka tidak tega untuk itu,” katanya.
Saat ini, keluarga memilih menunggu itikad baik dari berbagai pihak, mulai dari orang tua murid yang diduga sebagai pelaku, pihak sekolah, hingga dinas pendidikan.
Keluarga berharap ada bentuk kepedulian yang dapat sedikit mengobati rasa kehilangan yang mendalam.
“Mereka sekarang menunggu itikad dari orang tua murid yang diduga anak sebagai pelaku, menunggu itikad dari sekolah dan dinas. Bagaimana menghibur hati mereka agar bisa terobati. Kalau misalnya tidak ada itikad itu, ya kita nggak tahu ya apakah keluarga kemudian memutuskan untuk memproseskannya atau tidak,” pungkasnya.(aya/MCR)
Siak Raih Penghargaan Adiwiyata Terbanyak di Provinsi Riau Tahun 2025
SIAK,DENTINGNEWS----- Kabupaten Siak kembali mencata.
Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Peran Guru pada Peringatan Hari Guru
PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Wali Kota Pekanbaru Agung .
Tiga Guru Berprestasi Terima Hadiah Umrah dari Pemprov Riau
PEKANBARU,DENTINGNEWS----Pemerintah Provinsi Riau me.
Soal Kasus SDN 108, Plt Gubri: Sekolah Harus Jadi Tempat Paling Aman untuk Anak
PEKANBARU,DENTINGNEWS--- Pemprov Riau menaruh perhat.
Buka Pendaftaran Beasiswa , Pemko Pekanbaru Alokasikan Dana 10 M
PEKANBARU,DENTINGNEWS---Menjelang akhir tahun anggar.
Sandiaga Uno di Forum Meet the Leaders Universitas Paramadina: Indonesia Butuh Wirausaha dengan Pola Pikir Inovatif, Adaptif, dan Kolaboratif
JAKARTA,DENTINGNEWS----Universitas Paramadina mengad.








