• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Jelang pembukaan PORSENIJAR Provinsi Riau, Mahadar mantapkan persiapan
Dibaca : 84 Kali
Disdik Pekanbaru Ancam Jatuhkan Sanksi Untuk Sekolah Yang Tidak Patuhi Kebijakan PJJ
Dibaca : 109 Kali
Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Sekda SiakTekankan Integritas dan Inovasi Pelayanan
Dibaca : 105 Kali
LAZNAS DT Peduli Riau Bagikan 3.200 Masker Kepada Masyarakat di Sejumlah Titik
Dibaca : 197 Kali
Angin Dari Selatan Sebabkan Kabut Asap di Siak Kembali Pekat di Siak
Dibaca : 87 Kali

  • Home
  • Gaya Hidup

Ikan Patin vs Ikan Lele: Mana yang Lebih Aman?

Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 15:12:02 WIB
Cetak
Ikan Patin vs Ikan Lele: Mana yang Lebih Aman?
ilustrasi

PEKANBARU,DENTINGNEWS----Ikan patin berpotensi terkontaminasi logam berat menurut penelitian terbaru di jurnal Food Chemistry Advances (September 2025). Bahkan ikan yang dibudidayakan di kolam yang terkontrol pun bisa terkontaminasi.

Adapun ikan patin bisa lebih mudah terkontaminasi mikroplastik ketimbang ikan lele menurut penelitian lain. Temuan ini tentu bisa meresahkan konsumen tentang kesehatan ikan yang biasa jadi pangan sehari-hari. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai kedua penelitian ini. 

Ikan patin yang dibudidayakan bisa tercemar logam berat 
Berdasarkan penelitian terbaru oleh Mazedul Haque Sachchu dkk., pangas catfish atau ikan patin yang dibudidayakan di Bangladesh berpotensi terkontaminasi logam berat yang beracun bagi manusia.

Ikan patin menjadi salah satu makanan yang populer dikonsumsi di Bangladesh. Karena tingginya permintaan, digunakan pula pakan buatan dan obat-obatan tertentu untuk meningkatkan produksi.

Menurut para peneliti, ada kemungkinan besar terjadinya kontaminasi jika dosis zat-zat tambahan tersebut tidak tepat. Ini mengakibatkan masuknya logam berat ke dalam siklus makanan ikan patin.

Para peneliti pun mengukur tingkat kontaminasi logam berat pada ikan patin di kolam budi daya ikan di enam distrik, yakni Rajshahi, Chittagong, Noakhali, Jashore, Cumilla, dan Mymensingh.

Adapun metode pengukurannya menggunakan teknik spektrofotometri serapan atom (Atomic Absorption Spectrophotometry/AAS). Hasilnya, ditemukan kadar kromium (Cr) rata-rata sekitar 3,74 mg/kg dalam ikan patin di wilayah Jashore.

Logam lainnya, ditemukan kontaminasi tembaga sekitar 45,22 mg/kg dan timbal 2,22 mg/kg di Cumilla. Lalu arsenik sekitar 11,14 mg/kg di Jashore.

Nilai tersebut menunjukkan adanya pencemaran logam berat yang bisa berasal dari sumber antropogenik, alias aktivitas manusia. Aktivitas tersebut, antara lain pemberian pakan ikan yang tak terkontrol, obat-obatan untuk budi daya, hingga air dan sedimen tanah yang tercemar.

Dampak dari kontaminasi ini, bisa membahayakan kesehatan manusia yang mengonsumsi ikan patin. Risiko berbagai penyakit serius yang bahkan berdampak pada kematian, bisa meningkat.

Ikan patin lebih mudah terkontaminasi mikroplastik ketimbang ikan lele
Jika ikan di kolam budi daya bisa terkontaminasi logam berat, ikan patin di muara sungai Bangladesh ditemukan terkontaminasi mikroplastik.

Berdasarkan penelitian lain yang dipublikasi di Journal of Food Composition and Analysis pada Desember 2025, mikroplastik banyak ditemukan di bagian insang dan saluran pencernaan ikan patin.

Para peneliti, yakni Jahanara Akhter Lipi dkk., mengambil sampel dua jenis ikan dari muara Sungai Meghna, yaitu pangasius pangasius (ikan patin) dan Mystus gulio (ikan lele berkumis panjang).

Hasil penelitian menunjukkan, ikan patin mengandung lebih banyak mikroplastik (sekitar 39 partikel) ketimbang ikan lele berkumis panjang (sekitar 24 partikel). Adapun mikroplastik yang paling banyak ditemukan berbentuk serat kecil berukuran kurang dari 0,5 mm dan berwarna ungu.

Pencemaran mikroplastik tersebut berasal dari tekstil sintetis, alat tangkap ikan, dan limpasan dari daerah perkotaan.

Berdasarkan hasil pengukuran, ikan patin bisa menimbulkan risiko ekologis sekaligus efek buruk terhadap kesehatan yang lebih tinggi.

Selain itu, temuan ini memberikan data penting untuk memahami polusi mikroplastik di muara sungai, terutama di estuari tropis. Adapun estuari tropis merupakan ekosistem pesisir semi-tertutup di wilayah topis yang membentuk perairan payau.

Temuan para peneliti di Bangladesh ini bisa menjadi catatan penting bagi konsumen untuk lebih berhati-hati memilih sumber pangan ikan.  

 


Sumber : https://www.cnnindonesia. /  Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Gaya Hidup

Punya Penis Terkecil Sedunia, Pria AS Ini Buka Donasi untuk Operasi

Ahad, 28 Juni 2026 - 08:02:07 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Gaya Hidup

Penumpang Kapal Pesiar Nekat Lompat ke Laut Selamatkan Kakek Tenggelam

Sabtu, 06 Juni 2026 - 16:22:48 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

8 Barang Wajib di Tas Jamaah Haji saat Cuaca Ekstrem

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

Ini Bagian Ka'bah yang Memiliki Keutamaan saat Disentuh

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:30:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Gaya Hidup

Simak Cara Cek Visa Haji 2026 Online Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 21 April 2026 - 12:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

Makin Tua Kenapa Makin Susah Tidur?

Sabtu, 18 April 2026 - 18:57:49 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jelang pembukaan PORSENIJAR Provinsi Riau, Mahadar mantapkan persiapan
17 September 2026
Disdik Pekanbaru Ancam Jatuhkan Sanksi Untuk Sekolah Yang Tidak Patuhi Kebijakan PJJ
17 September 2026
Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Sekda SiakTekankan Integritas dan Inovasi Pelayanan
16 September 2026
LAZNAS DT Peduli Riau Bagikan 3.200 Masker Kepada Masyarakat di Sejumlah Titik
15 September 2026
Angin Dari Selatan Sebabkan Kabut Asap di Siak Kembali Pekat di Siak
15 September 2026
Pekanbaru Jadi Kota dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Indonesia, Tembus 7,39 Persen
14 September 2026
Plh Bupati Siak Syamsurizal; Kejurnas Drag Bike Region 1 Jadi Solusi Redam Balap Liar
12 September 2026
Wabup Syamsurizal Apresiasi Polres Siak Berhasil Putus Mata Rantai Peredaran Narkoba
11 September 2026
Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru
10 September 2026
Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru jadi Benchmark Tata Kelola Investasi
10 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Plh Bupati Siak Syamsurizal; Kejurnas Drag Bike Region 1 Jadi Solusi Redam Balap Liar
  • 2 Wabup Syamsurizal Apresiasi Polres Siak Berhasil Putus Mata Rantai Peredaran Narkoba
  • 3 Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru
  • 4 Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru jadi Benchmark Tata Kelola Investasi
  • 5 Dekatkan Pelayanan Kepada Masyarakat, DPMPTSP Pekanbaru Akan Buat MPP Mini dan MPP Keliling
  • 6 Pemko Pekanbaru Terima Empat Penghargaan IMT-GT Green City Award
  • 7 Polres Bengkalis Gagalkan Peredaran Sabu 30 Kg dan 122 Ribu Ekstasi

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved