• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026
Dibaca : 445 Kali
Pemkab Siak Bayar THR ASN 100 Persen dan TPP Murni dari APBD Tanpa Utang
Dibaca : 92 Kali
Pemprov Riau Terapkan Mekanisme WFA Bergantian, Pastikan Layanan Publik Tetap Prima
Dibaca : 62 Kali
Pemko Pekanbaru Realisasikan Perbaikan Jalan Teluk Leok
Dibaca : 53 Kali
3 Aduan THR di Riau Berhasil Cair, 17 Lainnya Masih Dikawal
Dibaca : 58 Kali

  • Home
  • Gaya Hidup

Ikan Patin vs Ikan Lele: Mana yang Lebih Aman?

Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 15:12:02 WIB
Cetak
Ikan Patin vs Ikan Lele: Mana yang Lebih Aman?
ilustrasi

PEKANBARU,DENTINGNEWS----Ikan patin berpotensi terkontaminasi logam berat menurut penelitian terbaru di jurnal Food Chemistry Advances (September 2025). Bahkan ikan yang dibudidayakan di kolam yang terkontrol pun bisa terkontaminasi.

Adapun ikan patin bisa lebih mudah terkontaminasi mikroplastik ketimbang ikan lele menurut penelitian lain. Temuan ini tentu bisa meresahkan konsumen tentang kesehatan ikan yang biasa jadi pangan sehari-hari. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai kedua penelitian ini. 

Ikan patin yang dibudidayakan bisa tercemar logam berat 
Berdasarkan penelitian terbaru oleh Mazedul Haque Sachchu dkk., pangas catfish atau ikan patin yang dibudidayakan di Bangladesh berpotensi terkontaminasi logam berat yang beracun bagi manusia.

Ikan patin menjadi salah satu makanan yang populer dikonsumsi di Bangladesh. Karena tingginya permintaan, digunakan pula pakan buatan dan obat-obatan tertentu untuk meningkatkan produksi.

Menurut para peneliti, ada kemungkinan besar terjadinya kontaminasi jika dosis zat-zat tambahan tersebut tidak tepat. Ini mengakibatkan masuknya logam berat ke dalam siklus makanan ikan patin.

Para peneliti pun mengukur tingkat kontaminasi logam berat pada ikan patin di kolam budi daya ikan di enam distrik, yakni Rajshahi, Chittagong, Noakhali, Jashore, Cumilla, dan Mymensingh.

Adapun metode pengukurannya menggunakan teknik spektrofotometri serapan atom (Atomic Absorption Spectrophotometry/AAS). Hasilnya, ditemukan kadar kromium (Cr) rata-rata sekitar 3,74 mg/kg dalam ikan patin di wilayah Jashore.

Logam lainnya, ditemukan kontaminasi tembaga sekitar 45,22 mg/kg dan timbal 2,22 mg/kg di Cumilla. Lalu arsenik sekitar 11,14 mg/kg di Jashore.

Nilai tersebut menunjukkan adanya pencemaran logam berat yang bisa berasal dari sumber antropogenik, alias aktivitas manusia. Aktivitas tersebut, antara lain pemberian pakan ikan yang tak terkontrol, obat-obatan untuk budi daya, hingga air dan sedimen tanah yang tercemar.

Dampak dari kontaminasi ini, bisa membahayakan kesehatan manusia yang mengonsumsi ikan patin. Risiko berbagai penyakit serius yang bahkan berdampak pada kematian, bisa meningkat.

Ikan patin lebih mudah terkontaminasi mikroplastik ketimbang ikan lele
Jika ikan di kolam budi daya bisa terkontaminasi logam berat, ikan patin di muara sungai Bangladesh ditemukan terkontaminasi mikroplastik.

Berdasarkan penelitian lain yang dipublikasi di Journal of Food Composition and Analysis pada Desember 2025, mikroplastik banyak ditemukan di bagian insang dan saluran pencernaan ikan patin.

Para peneliti, yakni Jahanara Akhter Lipi dkk., mengambil sampel dua jenis ikan dari muara Sungai Meghna, yaitu pangasius pangasius (ikan patin) dan Mystus gulio (ikan lele berkumis panjang).

Hasil penelitian menunjukkan, ikan patin mengandung lebih banyak mikroplastik (sekitar 39 partikel) ketimbang ikan lele berkumis panjang (sekitar 24 partikel). Adapun mikroplastik yang paling banyak ditemukan berbentuk serat kecil berukuran kurang dari 0,5 mm dan berwarna ungu.

Pencemaran mikroplastik tersebut berasal dari tekstil sintetis, alat tangkap ikan, dan limpasan dari daerah perkotaan.

Berdasarkan hasil pengukuran, ikan patin bisa menimbulkan risiko ekologis sekaligus efek buruk terhadap kesehatan yang lebih tinggi.

Selain itu, temuan ini memberikan data penting untuk memahami polusi mikroplastik di muara sungai, terutama di estuari tropis. Adapun estuari tropis merupakan ekosistem pesisir semi-tertutup di wilayah topis yang membentuk perairan payau.

Temuan para peneliti di Bangladesh ini bisa menjadi catatan penting bagi konsumen untuk lebih berhati-hati memilih sumber pangan ikan.  

 


Sumber : https://www.cnnindonesia. /  Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Gaya Hidup

Turis China Ketiban Rejeki, Temukan Emas 10 Gram dalam Perut Bebek

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:13:22 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----- Seekor bebek di wilayah tengah Chin.

Gaya Hidup

Sewa Jet Pribadi Tembus Rp5 Miliar, Turis Tajir Berebut Kabur dari UEA

Kamis, 05 Maret 2026 - 20:55:58 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----.

Gaya Hidup

3 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Otak Menciut, Jangan Anggap Remeh

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:21:32 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---.

Gaya Hidup

93 Persen Warga Jakarta Mageran, 4 Penyakit Berbahaya Ini Mengintai

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:58:06 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

7 Penyebab Testis Terpelintir, Bisa Dipicu dari Kebiasaan Sehari-hari

Rabu, 25 Februari 2026 - 04:53:53 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

Menegangkan, 20 Orang Terjebak 5 Jam di Lift Gedung Tertinggi Jepang

Senin, 23 Februari 2026 - 18:49:55 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026
16 Maret 2026
Pemkab Siak Bayar THR ASN 100 Persen dan TPP Murni dari APBD Tanpa Utang
16 Maret 2026
Pemprov Riau Terapkan Mekanisme WFA Bergantian, Pastikan Layanan Publik Tetap Prima
16 Maret 2026
Pemko Pekanbaru Realisasikan Perbaikan Jalan Teluk Leok
16 Maret 2026
3 Aduan THR di Riau Berhasil Cair, 17 Lainnya Masih Dikawal
16 Maret 2026
BPJN Riau Siagakan 14 Posko Mudik dan Alat Berat di Jalur Lintas
16 Maret 2026
Wawako Apresiasi Festival Lampu Colok di Kecamatan Bukit Raya
16 Maret 2026
BPBD Pekanbaru Telah Tangani 49 Kejadian Kebakaran Lahan
15 Maret 2026
Selama Mudik, Tarif Tol Permai-XII Koto Kampar DIskon 30 Persen
14 Maret 2026
Bupati Afni Dampingi Puluhan Anak Yatim Belanja Kebutuhan Lebaran di Kandis
14 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026
  • 2 Berlangsung Lama,Pemadaman Karhutla di Rimbo Panjang Terkendal Air
  • 3 ASN Riau Diingatkan Tidak Bawa Mobil Dinas Saat Mudik Lebaran
  • 4 PT Bumi Siak Pusako Gelar RUPS Bagikan Dividen Interim dari Kinerja Tahun Buku 2025
  • 5 Pemkab Siak Bayar Penuh THR ASN Tapi TPP Disesuaikan Kemampuan APBD
  • 6 Jelang Lebaran, Disnaker Pekanbaru Terima 13 Pengaduan Terkait THR
  • 7 ASN Pekanbaru Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved