• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Pemko Pekanbaru Janji Beri Keringanan Untuk Pedagang Eks Pemegang HGB Ruko STC
Dibaca : 35 Kali
Wamenkes RI Kunjungi Riau, Perkuat Gerakan Bersama Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
Dibaca : 38 Kali
Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
Dibaca : 36 Kali
Delegasi GCMC IMT-GT ke-9 Mulai Berdatangan ke Kota Pekanbaru
Dibaca : 21 Kali
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
Dibaca : 22 Kali

  • Home
  • Gaya Hidup

Ikan Patin vs Ikan Lele: Mana yang Lebih Aman?

Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 15:12:02 WIB
Cetak
Ikan Patin vs Ikan Lele: Mana yang Lebih Aman?
ilustrasi

PEKANBARU,DENTINGNEWS----Ikan patin berpotensi terkontaminasi logam berat menurut penelitian terbaru di jurnal Food Chemistry Advances (September 2025). Bahkan ikan yang dibudidayakan di kolam yang terkontrol pun bisa terkontaminasi.

Adapun ikan patin bisa lebih mudah terkontaminasi mikroplastik ketimbang ikan lele menurut penelitian lain. Temuan ini tentu bisa meresahkan konsumen tentang kesehatan ikan yang biasa jadi pangan sehari-hari. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai kedua penelitian ini. 

Ikan patin yang dibudidayakan bisa tercemar logam berat 
Berdasarkan penelitian terbaru oleh Mazedul Haque Sachchu dkk., pangas catfish atau ikan patin yang dibudidayakan di Bangladesh berpotensi terkontaminasi logam berat yang beracun bagi manusia.

Ikan patin menjadi salah satu makanan yang populer dikonsumsi di Bangladesh. Karena tingginya permintaan, digunakan pula pakan buatan dan obat-obatan tertentu untuk meningkatkan produksi.

Menurut para peneliti, ada kemungkinan besar terjadinya kontaminasi jika dosis zat-zat tambahan tersebut tidak tepat. Ini mengakibatkan masuknya logam berat ke dalam siklus makanan ikan patin.

Para peneliti pun mengukur tingkat kontaminasi logam berat pada ikan patin di kolam budi daya ikan di enam distrik, yakni Rajshahi, Chittagong, Noakhali, Jashore, Cumilla, dan Mymensingh.

Adapun metode pengukurannya menggunakan teknik spektrofotometri serapan atom (Atomic Absorption Spectrophotometry/AAS). Hasilnya, ditemukan kadar kromium (Cr) rata-rata sekitar 3,74 mg/kg dalam ikan patin di wilayah Jashore.

Logam lainnya, ditemukan kontaminasi tembaga sekitar 45,22 mg/kg dan timbal 2,22 mg/kg di Cumilla. Lalu arsenik sekitar 11,14 mg/kg di Jashore.

Nilai tersebut menunjukkan adanya pencemaran logam berat yang bisa berasal dari sumber antropogenik, alias aktivitas manusia. Aktivitas tersebut, antara lain pemberian pakan ikan yang tak terkontrol, obat-obatan untuk budi daya, hingga air dan sedimen tanah yang tercemar.

Dampak dari kontaminasi ini, bisa membahayakan kesehatan manusia yang mengonsumsi ikan patin. Risiko berbagai penyakit serius yang bahkan berdampak pada kematian, bisa meningkat.

Ikan patin lebih mudah terkontaminasi mikroplastik ketimbang ikan lele
Jika ikan di kolam budi daya bisa terkontaminasi logam berat, ikan patin di muara sungai Bangladesh ditemukan terkontaminasi mikroplastik.

Berdasarkan penelitian lain yang dipublikasi di Journal of Food Composition and Analysis pada Desember 2025, mikroplastik banyak ditemukan di bagian insang dan saluran pencernaan ikan patin.

Para peneliti, yakni Jahanara Akhter Lipi dkk., mengambil sampel dua jenis ikan dari muara Sungai Meghna, yaitu pangasius pangasius (ikan patin) dan Mystus gulio (ikan lele berkumis panjang).

Hasil penelitian menunjukkan, ikan patin mengandung lebih banyak mikroplastik (sekitar 39 partikel) ketimbang ikan lele berkumis panjang (sekitar 24 partikel). Adapun mikroplastik yang paling banyak ditemukan berbentuk serat kecil berukuran kurang dari 0,5 mm dan berwarna ungu.

Pencemaran mikroplastik tersebut berasal dari tekstil sintetis, alat tangkap ikan, dan limpasan dari daerah perkotaan.

Berdasarkan hasil pengukuran, ikan patin bisa menimbulkan risiko ekologis sekaligus efek buruk terhadap kesehatan yang lebih tinggi.

Selain itu, temuan ini memberikan data penting untuk memahami polusi mikroplastik di muara sungai, terutama di estuari tropis. Adapun estuari tropis merupakan ekosistem pesisir semi-tertutup di wilayah topis yang membentuk perairan payau.

Temuan para peneliti di Bangladesh ini bisa menjadi catatan penting bagi konsumen untuk lebih berhati-hati memilih sumber pangan ikan.  

 


Sumber : https://www.cnnindonesia. /  Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Gaya Hidup

Punya Penis Terkecil Sedunia, Pria AS Ini Buka Donasi untuk Operasi

Ahad, 28 Juni 2026 - 08:02:07 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Gaya Hidup

Penumpang Kapal Pesiar Nekat Lompat ke Laut Selamatkan Kakek Tenggelam

Sabtu, 06 Juni 2026 - 16:22:48 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

8 Barang Wajib di Tas Jamaah Haji saat Cuaca Ekstrem

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

Ini Bagian Ka'bah yang Memiliki Keutamaan saat Disentuh

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:30:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Gaya Hidup

Simak Cara Cek Visa Haji 2026 Online Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 21 April 2026 - 12:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

Makin Tua Kenapa Makin Susah Tidur?

Sabtu, 18 April 2026 - 18:57:49 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemko Pekanbaru Janji Beri Keringanan Untuk Pedagang Eks Pemegang HGB Ruko STC
04 Agustus 2026
Wamenkes RI Kunjungi Riau, Perkuat Gerakan Bersama Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
04 Agustus 2026
Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
04 Agustus 2026
Delegasi GCMC IMT-GT ke-9 Mulai Berdatangan ke Kota Pekanbaru
04 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
04 Agustus 2026
Pemprov Buka Pendaftaran Beasiswa Riau Cerdas Lanjutan 2026
04 Agustus 2026
Pengukuhan 202 Ketua RT/RW dan 310 Ketua Dasa Wisma Perkuat Kelembagaan Masyarakat Tenayan Raya
04 Agustus 2026
Berjuang 34 Hari Lawan Sakit, Gajah Binaan BBKSDA Riau Jovi Meninggal Dunia
04 Agustus 2026
Nilai Tukar Petani Riau Naik Jadi 194,29 pada Juli 2026, Tertinggi Kedua di Sumatera
04 Agustus 2026
Karhutla di Riau: Sumber Air Menipis, Manggala Agni Harus Pindahkan Pompa Tiap 30 Menit
03 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Temui Wapres Gibran, Bupati Siak Perjuangkan Hak DBH bagi Daerah Penghasil SDA
  • 2 Pemprov Riau-Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan Rohul dan Kampar
  • 3 Pekanbaru Jadi Ketua Jaringan IMT-GT, Konsep Green City Makin Diperkuat
  • 4 Dampingi UAS, Kapolda dan Pangdam Touring, Bupati Afni Kenalkan Sejarah dan Keindahan Siak
  • 5 Bupati Afni Lantik Pengurus KTNA, Serahkan Bantuan Alsintan Hampir Rp15 Miliar
  • 6 Hasil Seleksi Pemenuhan Kuota SMP Negeri Pekanbaru Diumumkan, Daftar Ulang Dimulai 6 Juli
  • 7 Harga Emas Hari Ini Terpantau Stabil

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved