• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Dibaca : 27 Kali
Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027
Dibaca : 19 Kali
Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU
Dibaca : 22 Kali
PSPS Masih Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A
Dibaca : 16 Kali
Rakernas IMI 2026 Digelar di Pekanbaru, Ketua Umum Moreno Soeprapto Dipastikan Hadir
Dibaca : 59 Kali

  • Home
  • Gaya Hidup

Bau hingga Frekuensi Kentut Bisa Ungkap Kondisi Kesehatan Usus

Redaksi

Jumat, 06 Februari 2026 16:58:40 WIB
Cetak
Bau hingga Frekuensi Kentut Bisa Ungkap Kondisi Kesehatan Usus
Ilustrasi. Kentut bisa mencerminkan kesehatan tubuh dan usus. (Getty Images/iStockphoto/RealPeopleGroup)

PEKANBARU,DENTINGNEWS----Kentut kerap dianggap memalukan, bahan candaan, atau sesuatu yang sebaiknya disembunyikan rapat-rapat. Seiring bertambahnya usia, banyak orang berhenti menertawakannya, tapi rasa malu itu tetap ada, terutama jika kentut datang terlalu sering, berisik, atau berbau menyengat.

Padahal, kentut adalah proses tubuh yang sepenuhnya normal. Hampir 100 persen manusia mengalaminya. Lebih dari itu, pola kentut, mulai dari bau, bunyi, frekuensi, hingga sensasi di perut bisa memberi petunjuk penting tentang kondisi kesehatan usus dan pencernaan.

Dengan memahami apa yang tergolong normal, Anda bisa lebih peka saat tubuh mulai memberi sinyal ada yang tidak beres.

 Berikut apa yang tubuh coba sampaikan melalui kentut, melansir EatingWell.

1. Kentut bau ini yang disampaikan tubuh
Pernah bertanya-tanya mengapa sebagian kentut nyaris tak tercium, sementara yang lain begitu menyengat? Menurut ahli gizi dan peneliti pencernaan Shy Vishnumohan, sebagian besar gas sebenarnya tidak berbau.

Aroma muncul dari senyawa sulfur dalam jumlah kecil yang dihasilkan selama proses pencernaan.

Saat bakteri usus memfermentasi makanan yang Anda konsumsi, gas dilepaskan sebagai produk sampingan. Bau kentut bisa bervariasi, tergantung jenis makanan dan komposisi bakteri di saluran cerna.

Perubahan bau sesekali masih tergolong wajar. Namun, jika aroma tidak biasa muncul terus-menerus, apalagi disertai kembung, sembelit, atau diare, ini bisa menandakan gangguan pencernaan atau ketidakseimbangan mikrobiota usus.

Ahli gizi Ava Safir menyebut bau yang kuat dan menetap dapat mengarah pada malabsorpsi karbohidrat, pertumbuhan bakteri berlebih di usus halus (SIBO), atau masalah pencernaan lain yang perlu diperiksa tenaga medis.

2. Bunyi kentut
Soal bunyi, kabar baiknya kentut yang keras atau nyaris tak terdengar tidak berkaitan langsung dengan kesehatan usus. Bunyi kentut lebih bersifat mekanis, dipengaruhi jumlah gas, kecepatan keluarnya, serta kondisi otot yang dilewatinya.

Meski begitu, beberapa kondisi seperti sembelit, ketegangan otot dasar panggul, atau wasir dapat memengaruhi cara gas keluar dan membuat bunyinya lebih sulit dikendalikan. Namun, selama tidak disertai nyeri atau keluhan lain, bunyi kentut bukan hal yang perlu dikhawatirkan.

Seberapa sering kentut masih normal?
Kentut beberapa kali sehari hingga sekitar 20 kali masih dianggap normal. Perbedaan frekuensi dari hari ke hari biasanya sangat dipengaruhi oleh makanan.

Konsumsi karbohidrat yang mudah difermentasi, seperti kacang-kacangan, makanan tinggi FODMAP, gula alkohol, atau intoleransi laktosa dan fruktosa, sering membuat produksi gas meningkat.

Jika Anda baru meningkatkan asupan serat, jangan panik. Peningkatan gas umumnya bersifat sementara. Penelitian menunjukkan, dalam dua hingga enam minggu, frekuensi kentut biasanya kembali normal seiring adaptasi tubuh.

Namun, gas berlebihan yang menetap dan disertai diare atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas sebaiknya segera dikonsultasikan ke tenaga kesehatan.

Sensasi di perut juga penting
Rasa di perut sebelum atau sesudah kentut juga menyimpan petunjuk. Sedikit tidak nyaman masih tergolong normal. Namun, nyeri hebat, kram berkepanjangan, atau sensasi gas seperti 'terjebak' bisa menandakan pencernaan yang melambat, sembelit, sensitivitas usus berlebih, atau kesulitan mencerna jenis karbohidrat tertentu.

Mendengarkan sinyal tubuh, termasuk hal-hal yang sering dianggap sepele seperti kentut, dapat membantu Anda mengenali kondisi pencernaan lebih dini. Jadi, alih-alih sekadar merasa malu, mungkin sudah waktunya memberi sedikit perhatian pada apa yang coba disampaikan tubuh melalui gas yang keluar.

 


Sumber : https://www.cnnindonesia /  Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Gaya Hidup

Punya Penis Terkecil Sedunia, Pria AS Ini Buka Donasi untuk Operasi

Ahad, 28 Juni 2026 - 08:02:07 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Gaya Hidup

Penumpang Kapal Pesiar Nekat Lompat ke Laut Selamatkan Kakek Tenggelam

Sabtu, 06 Juni 2026 - 16:22:48 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

8 Barang Wajib di Tas Jamaah Haji saat Cuaca Ekstrem

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

Ini Bagian Ka'bah yang Memiliki Keutamaan saat Disentuh

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:30:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Gaya Hidup

Simak Cara Cek Visa Haji 2026 Online Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 21 April 2026 - 12:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

Makin Tua Kenapa Makin Susah Tidur?

Sabtu, 18 April 2026 - 18:57:49 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
03 November 2026
Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027
03 November 2026
Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU
03 November 2026
PSPS Masih Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A
03 November 2026
Rakernas IMI 2026 Digelar di Pekanbaru, Ketua Umum Moreno Soeprapto Dipastikan Hadir
02 November 2026
Penataan Jaringan Kabel FO Kembali Dilakukan Pemko Pekanbaru, Kali Ini Fokus di Jalan Paus
02 November 2026
Inflasi Riau Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen
02 November 2026
BBKSDA Konfirmasi Temuan Jejak Harimau di Kampar
02 November 2026
Pemprov Riau Alokasikan Rp2,1 Miliar Perbaiki Ruas Jalan Sontang Duri
02 November 2026
Pemko Pekanbaru Usulkan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah untuk Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai
02 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tiap Hari, Dinkes Pekanbaru Perbarui Data Pasien ISPA dan Kualitas Udara
  • 2 17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital
  • 3 Sidak 7 Arena Biliar, Satpol PP Pekanbaru Temukan Berbagai Pelanggaran
  • 4 Di Panggung Baznas Award 2026, Bupati Afni Minta Pemerintah Kaji Ulang Gaji ASN Disalurkan Lewat Kopdes
  • 5 Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, PT BSP Gandeng Kejari Siak
  • 6 Tinjau Operasi Pasar Murah di Melebung, Plt Gubri Bagikan Beras dan Minyak Goreng Gratis
  • 7 Pemko Pekanbaru Raih Predikat Sangat Baik dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Perizinan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved