• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital
Dibaca : 62 Kali
Sidak 7 Arena Biliar, Satpol PP Pekanbaru Temukan Berbagai Pelanggaran
Dibaca : 162 Kali
Di Panggung Baznas Award 2026, Bupati Afni Minta Pemerintah Kaji Ulang Gaji ASN Disalurkan Lewat Kopdes
Dibaca : 137 Kali
Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, PT BSP Gandeng Kejari Siak
Dibaca : 146 Kali
Kabut Asap Masih Pekat, Pemko Pekanbaru Perpanjang Kebijakan PJJ
Dibaca : 92 Kali

  • Home
  • Nasional

Refleksi Kemerdekaan RI, Perempuan Paramadina Soroti Kesetaraan Peran di Ruang Publik

Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 22:22:16 WIB
Cetak
Refleksi Kemerdekaan RI, Perempuan Paramadina Soroti Kesetaraan Peran di Ruang Publik
Webinar “Refleksi Kemerdekaan oleh Perempuan Paramadina: Bidang Ekonomi dan Sosial Politik” pada Jumat (14/8).

JAKARTA,DENTINGNEWS----Memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Universitas Paramadina menggelar webinar “Refleksi Kemerdekaan oleh Perempuan Paramadina: Bidang Ekonomi dan Sosial Politik” pada Jumat,(14/8). Forum ini membahas perkembangan sekaligus tantangan perempuan Indonesia dalam bidang ekonomi, sosial, politik, diplomasi, hingga industri masa depan dan dimoderatori oleh Kenita Putri.

Wakil Rektor Penjaminan Mutu dan Kemitraan Universitas Paramadina, Prof. Dr. Iin Mayasari, mengatakan bahwa salah satu ukuran kemerdekaan perempuan adalah sejauh mana perempuan memperoleh ruang untuk mengambil peran strategis di ruang publik.

“Pilar utama perempuan di era kemerdekaan adalah sejauh mana perempuan diberikan ruang dan mampu mengambil peran strategis di ruang publik.”

Menurut Iin, perempuan kini tidak lagi sekadar menjadi penopang kehidupan domestik, tetapi juga telah menjadi penggerak UMKM dan motor ketahanan ekonomi keluarga. Di ranah sosial politik, keterlibatan perempuan juga menghadirkan perspektif yang lebih inklusif, humanis, dan berkeadilan. Namun, ketimpangan gender, hambatan kultural, dan akses yang belum merata masih menjadi tantangan.

Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Dr. Rini Sudarmanti, mempertanyakan apakah ruang publik bagi perempuan di Indonesia benar-benar telah merdeka. Ia mencatat sejumlah indikator partisipasi perempuan telah meningkat, tetapi posisi strategis masih didominasi laki-laki.

“Jika di kampus, jumlah perempuan banyak sekali, namun ketika masuk ke ranah publik, jumlah itu kontan menghilang entah ke mana,” ujar Rini.

Sementara itu, Dr. Prima Naomi menyoroti masih lebarnya kesenjangan gender, khususnya dalam partisipasi ekonomi dan pemberdayaan politik. Menurutnya, peningkatan partisipasi perempuan perlu diikuti dengan kesempatan yang lebih besar untuk berada pada posisi strategis.

“Gap paling tinggi di Indonesia ada di political empowerment. Gap terbesar kedua masih di economic participation and opportunity. Itulah PR-PR penting bagi perempuan Indonesia,” kata Prima.

Perspektif politik juga disampaikan Tia Rahmania,M.Psi., yang menilai keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan merupakan bagian penting dari demokrasi yang sehat.

“Demokrasi yang memberikan ruang untuk dipilih dan memimpin bagi perempuan, adalah demokrasi yang sehat.”

Menurut Tia, keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan penting agar pengalaman dan kebutuhan perempuan dapat terakomodasi dalam kebijakan publik.

Dari perspektif psikologi, Dr. Fatchiah E. Kertamuda menekankan bahwa kemerdekaan perempuan juga perlu dibangun melalui rasa percaya diri, harga diri, dukungan keluarga, serta kesejahteraan psikologis.

Sementara itu, Dr. Peni Hanggarini menyoroti masih terbatasnya perempuan pada posisi strategis dalam diplomasi.

Ia menjelaskan bahwa sejak era pasca kemerdekaan, perempuan Indonesia telah memiliki kontribusi penting dalam diplomasi. Sejumlah nama seperti Maria Ulfah Subadio, Laily Roesad, dan Supeni Pujobuntoro menjadi bagian dari sejarah keterlibatan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan bangsa di tingkat internasional.

Meski demikian, Peni menilai keterwakilan perempuan dalam institusi diplomasi belum sepenuhnya mencerminkan kesetaraan, khususnya pada posisi kepemimpinan.

Hendriana Werdaningsih, Ph.D., melihat craftsmanship sebagai salah satu karakter industri masa depan yang dapat berkembang melalui kreativitas, teknologi, dan kolaborasi komunitas.

“Karakter perempuan akan selalu menjadi nafas dan manufaktur masa depan yang lebih manusiawi,” ujar Hendriana.

Diskusi tersebut menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak berhenti pada terbebas dari penjajahan, tetapi juga mencakup kesetaraan kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi, memimpin, mengambil keputusan, dan berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

Melalui forum ini, Universitas Paramadina mendorong penguatan ruang partisipasi perempuan di berbagai bidang sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih inklusif, demokratis, dan berkeadilan.(Rls)


 Editor : Eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital

Ahad, 18 Oktober 2026 - 13:34:39 WIB

BANDUNG,DENTINGNEWS---.

Nasional

IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

Ahad, 27 September 2026 - 18:25:36 WIB

BANDUNG,DENTINGNEWS-----Indonesia Financial Group (I.

Nasional

Pendaftar Baru Calon Haji RI Melonjak Sampai 118,61 Persen Mei Lalu

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:30:00 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS--.

Nasional

Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Urus Pertanian, Tentara di Sawah

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:20:39 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS.

Nasional

Gibran Respons Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Semoga Segera Sembuh

Ahad, 21 Juni 2026 - 19:58:22 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS.

Nasional

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:16:21 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS--.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital
18 Oktober 2026
Sidak 7 Arena Biliar, Satpol PP Pekanbaru Temukan Berbagai Pelanggaran
16 Oktober 2026
Di Panggung Baznas Award 2026, Bupati Afni Minta Pemerintah Kaji Ulang Gaji ASN Disalurkan Lewat Kopdes
16 Oktober 2026
Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, PT BSP Gandeng Kejari Siak
16 Oktober 2026
Kabut Asap Masih Pekat, Pemko Pekanbaru Perpanjang Kebijakan PJJ
15 Oktober 2026
10 ASN Pemkab Siak Dipecat, Bupati Afni: Ada tak Masuk Kerja 174 Hari tapi Bergaji
15 Oktober 2026
Bupati Siak Afni, Satu-satunya Kepala Daerah dari Riau Penerima Grand Award Baznas RI
15 Oktober 2026
Tekan Kasus Pernikahan Dini, Pemprov dan PTA Pekanbaru Sepakat Batas Usia Nikah 19 Tahun
15 Oktober 2026
Tinjau Operasi Pasar Murah di Melebung, Plt Gubri Bagikan Beras dan Minyak Goreng Gratis
15 Oktober 2026
Selaso Cafe Bukan Ngopi Biasa, Afni Ingin Rakyat Nyaman Menunggu di Kantor Bupati
15 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Bupati Afni Zulkifli: Siak Bukan Sekadar Nama di Atas Peta, Hak Rakyat Wajib Diperjuangkan
  • 2 Segel PT MNS Dibuka, Bupati Afni: Ada Investasi Besar Lagi, Jadi Kado HUT Siak
  • 3 Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Masyarakat Terdampak Galodo Kabupaten Solok
  • 4 Pemko Pekanbaru Terima Laporan Ratusan Ijazah Tertahan di Sekolah
  • 5 Pemko Pekanbaru Perpanjang PJJ Hingga Selasa
  • 6 Jelang pembukaan PORSENIJAR Provinsi Riau, Mahadar mantapkan persiapan
  • 7 Disdik Pekanbaru Ancam Jatuhkan Sanksi Untuk Sekolah Yang Tidak Patuhi Kebijakan PJJ

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved