• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Pemkab Siak Matangkan Persiapan MTQ Kecamatan dan Kabupaten 2026, Fokus Temukan Talenta Cinta Al-Qur'an.
Dibaca : 35 Kali
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Depan Mall SKA
Dibaca : 38 Kali
Gelar Rapat Bersama, Forkopimda Pekanbaru Bahas Harga Pangan Hingga Kesiapsiagaan Karlahut
Dibaca : 54 Kali
Tim Gabungan Padamkan Karhutla 10 Hektare di Lahan Gambut Pelalawan
Dibaca : 37 Kali
Plt Gubernur Riau Resmi Buka Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing
Dibaca : 37 Kali

  • Home
  • Nasional

Refleksi Kemerdekaan RI, Perempuan Paramadina Soroti Kesetaraan Peran di Ruang Publik

Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 22:22:16 WIB
Cetak
Refleksi Kemerdekaan RI, Perempuan Paramadina Soroti Kesetaraan Peran di Ruang Publik
Webinar “Refleksi Kemerdekaan oleh Perempuan Paramadina: Bidang Ekonomi dan Sosial Politik” pada Jumat (14/8).

JAKARTA,DENTINGNEWS----Memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Universitas Paramadina menggelar webinar “Refleksi Kemerdekaan oleh Perempuan Paramadina: Bidang Ekonomi dan Sosial Politik” pada Jumat,(14/8). Forum ini membahas perkembangan sekaligus tantangan perempuan Indonesia dalam bidang ekonomi, sosial, politik, diplomasi, hingga industri masa depan dan dimoderatori oleh Kenita Putri.

Wakil Rektor Penjaminan Mutu dan Kemitraan Universitas Paramadina, Prof. Dr. Iin Mayasari, mengatakan bahwa salah satu ukuran kemerdekaan perempuan adalah sejauh mana perempuan memperoleh ruang untuk mengambil peran strategis di ruang publik.

“Pilar utama perempuan di era kemerdekaan adalah sejauh mana perempuan diberikan ruang dan mampu mengambil peran strategis di ruang publik.”

Menurut Iin, perempuan kini tidak lagi sekadar menjadi penopang kehidupan domestik, tetapi juga telah menjadi penggerak UMKM dan motor ketahanan ekonomi keluarga. Di ranah sosial politik, keterlibatan perempuan juga menghadirkan perspektif yang lebih inklusif, humanis, dan berkeadilan. Namun, ketimpangan gender, hambatan kultural, dan akses yang belum merata masih menjadi tantangan.

Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Dr. Rini Sudarmanti, mempertanyakan apakah ruang publik bagi perempuan di Indonesia benar-benar telah merdeka. Ia mencatat sejumlah indikator partisipasi perempuan telah meningkat, tetapi posisi strategis masih didominasi laki-laki.

“Jika di kampus, jumlah perempuan banyak sekali, namun ketika masuk ke ranah publik, jumlah itu kontan menghilang entah ke mana,” ujar Rini.

Sementara itu, Dr. Prima Naomi menyoroti masih lebarnya kesenjangan gender, khususnya dalam partisipasi ekonomi dan pemberdayaan politik. Menurutnya, peningkatan partisipasi perempuan perlu diikuti dengan kesempatan yang lebih besar untuk berada pada posisi strategis.

“Gap paling tinggi di Indonesia ada di political empowerment. Gap terbesar kedua masih di economic participation and opportunity. Itulah PR-PR penting bagi perempuan Indonesia,” kata Prima.

Perspektif politik juga disampaikan Tia Rahmania,M.Psi., yang menilai keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan merupakan bagian penting dari demokrasi yang sehat.

“Demokrasi yang memberikan ruang untuk dipilih dan memimpin bagi perempuan, adalah demokrasi yang sehat.”

Menurut Tia, keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan penting agar pengalaman dan kebutuhan perempuan dapat terakomodasi dalam kebijakan publik.

Dari perspektif psikologi, Dr. Fatchiah E. Kertamuda menekankan bahwa kemerdekaan perempuan juga perlu dibangun melalui rasa percaya diri, harga diri, dukungan keluarga, serta kesejahteraan psikologis.

Sementara itu, Dr. Peni Hanggarini menyoroti masih terbatasnya perempuan pada posisi strategis dalam diplomasi.

Ia menjelaskan bahwa sejak era pasca kemerdekaan, perempuan Indonesia telah memiliki kontribusi penting dalam diplomasi. Sejumlah nama seperti Maria Ulfah Subadio, Laily Roesad, dan Supeni Pujobuntoro menjadi bagian dari sejarah keterlibatan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan bangsa di tingkat internasional.

Meski demikian, Peni menilai keterwakilan perempuan dalam institusi diplomasi belum sepenuhnya mencerminkan kesetaraan, khususnya pada posisi kepemimpinan.

Hendriana Werdaningsih, Ph.D., melihat craftsmanship sebagai salah satu karakter industri masa depan yang dapat berkembang melalui kreativitas, teknologi, dan kolaborasi komunitas.

“Karakter perempuan akan selalu menjadi nafas dan manufaktur masa depan yang lebih manusiawi,” ujar Hendriana.

Diskusi tersebut menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak berhenti pada terbebas dari penjajahan, tetapi juga mencakup kesetaraan kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi, memimpin, mengambil keputusan, dan berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

Melalui forum ini, Universitas Paramadina mendorong penguatan ruang partisipasi perempuan di berbagai bidang sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih inklusif, demokratis, dan berkeadilan.(Rls)


 Editor : Eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Pendaftar Baru Calon Haji RI Melonjak Sampai 118,61 Persen Mei Lalu

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:30:00 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS--.

Nasional

Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Urus Pertanian, Tentara di Sawah

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:20:39 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS.

Nasional

Gibran Respons Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Semoga Segera Sembuh

Ahad, 21 Juni 2026 - 19:58:22 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS.

Nasional

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:16:21 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS--.

Nasional

Prabowo: Akan Ada Uang Rampasan Rp49 Triliun Lagi Bulan Depan

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:09:31 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS-.

Nasional

Menlu RI Sebut Stok BBM Aman saat Perang Iran: Tak Semua Lewat Hormuz

Rabu, 22 April 2026 - 18:17:23 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS--.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemkab Siak Matangkan Persiapan MTQ Kecamatan dan Kabupaten 2026, Fokus Temukan Talenta Cinta Al-Qur'an.
19 Agustus 2026
BPBD Pekanbaru Padamkan Kebakaran Lahan di Depan Mall SKA
19 Agustus 2026
Gelar Rapat Bersama, Forkopimda Pekanbaru Bahas Harga Pangan Hingga Kesiapsiagaan Karlahut
19 Agustus 2026
Tim Gabungan Padamkan Karhutla 10 Hektare di Lahan Gambut Pelalawan
19 Agustus 2026
Plt Gubernur Riau Resmi Buka Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing
19 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Upayakan Hibah Aset Eks Caltex di Rumbai
18 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Proyeksikan PAD Rp1,4 Triliun pada 2027
18 Agustus 2026
Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal
18 Agustus 2026
273 Napi di Rutan Siak Dapat Remisi HUT RI, Lima Langsung Bebas
17 Agustus 2026
Bupati Afni: Menjaga Kemerdekaan Butuh Kerukunan, Kebersamaan dan Gotong Royong
17 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Kejayaan Kerajaan Siak hadir di Bandara SSK II Pekanbaru
  • 2 Logo HUT Riau ke-69 Resmi Diumumkan Pemerintah Provinsi Riau
  • 3 Investasi Riau Tembus Rp20,23 Triliun, Peringkat 8 Nasional dan Tertinggi di Sumatera
  • 4 Temui Wapres Gibran, Bupati Siak Perjuangkan Hak DBH bagi Daerah Penghasil SDA
  • 5 Pemprov Riau-Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan Rohul dan Kampar
  • 6 Pekanbaru Jadi Ketua Jaringan IMT-GT, Konsep Green City Makin Diperkuat
  • 7 Dampingi UAS, Kapolda dan Pangdam Touring, Bupati Afni Kenalkan Sejarah dan Keindahan Siak

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved