• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Ribuan Masker Telah Didistribusikan Pemprov Riau ke Daerah Terdampak Karhutla
Dibaca : 34 Kali
Atasi Karhutla Riau, Pemerintah Tambah Helikopter Water Bombing dan Modifikasi Cuaca
Dibaca : 23 Kali
36 Ton Garam Ditabur di Langit Riau Selama Agustus 2026
Dibaca : 22 Kali
Karhutla di Tembilahan Mendekati Pemukiman Masyarakat
Dibaca : 25 Kali
Wali Kota Agung Nugroho Terima Penghargaan Pembangunan Infrastruktur
Dibaca : 34 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

36 Ton Garam Ditabur di Langit Riau Selama Agustus 2026

Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 21:00:00 WIB
Cetak
36 Ton Garam Ditabur di Langit Riau Selama Agustus 2026

PEKANBARU,DENTINGNEWS----- Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dimaksimalkan oleh Tim Satgas Udara dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Langkah antisipasi ini tidak hanya difokuskan pada puncak musim kemarau di bulan Agustus, melainkan telah berjalan secara berkelanjutan sejak Februari 2026. 

Penaburan garam pada awan konvektif dilakukan sejak awal tahun sebagai tindakan preventif untuk membasahi lahan gambut dan menjaga tinggi muka air pada kondisi optimal.

Kepala Dinas Operasi Lanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Andri Setyawan, menjelaskan penyemaian garam bertujuan memicu pembentukan hujan agar dapat mengisi embung-embung di daerah rawan. 

Ketersediaan cadangan air ini sangat penting bagi pasukan darat dalam melakukan operasi penyiraman dan pemadaman ketika muncul titik api. Strategi pembasahan sejak dini terbukti efektif menjaga kelembaban lahan gambut di berbagai wilayah Riau.

"OMC ini kita lakukan tidak hanya di frame waktu sekarang Agustus di mana puncaknya. Tapi kita sudah melaksanakan OMC bahkan sejak Februari, di awal itu kita lakukan sebagai bentuk pencegahan," kata Kolonel Andri diwawancarai di Pekanbaru, Jumat (28/8/2026).

Hingga menjelang akhir Agustus, Satgas Udara mencatat telah menerbangkan ratusan sortie dengan total garam jenis NaCl yang ditaburkan mencapai hampir 160 ton. Operasi penaburan tersebut memanfaatkan pesawat jenis Cassa yang memiliki kapasitas angkut satu ton garam dalam sekali penerbangan. 

Khusus pada bulan Agustus yang menjadi puncak dampak El Nino, sebanyak 36 sorti atau setara 36 ton garam telah diterbangkan ke wilayah target.

Hasil dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai dirasakan dalam beberapa hari terakhir dengan turunnya hujan di kawasan rawan seperti Kabupaten Siak dan Pelalawan. 

"Kita trigger pembentukan awan hujannya dengan menaburkan garam. Tujuannya agar bisa semaksimal mungkin membasahi lahan-lahan gambut," ucapnya.

Turunnya curah hujan ini sangat membantu mempercepat proses pemadaman di titik-titik lokasi kebakaran, baik melalui pemadaman darat maupun water bombing. Selain memadamkan api, hujan alami hasil modifikasi ini juga secara signifikan menaikkan kembali tinggi muka air di lahan gambut.

"Harapan kita sumber air dari turunnya hujan bisa mengisi embung-embung yang sudah kita siapkan di lahan-lahan rawan. Sehingga apabila terjadi kebakaran, pasukan darat mempunyai sumber air untuk penyiraman dan pemadaman," jelasnya

Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari sinergi dan koordinasi intensif selama 24 jam antara Satgas Udara dan BMKG Riau. Informasi mengenai keberadaan awan konvektif yang berpotensi menjadi awan hujan terus diperbarui secara berkala, mulai dari analisis per 10 hari hingga pemantauan harian setiap 3 jam. 

Data tersebut menjadi acuan utama bagi pesawat untuk segera lepas landas dan melakukan penyemaian.

Evaluasi kelanjutan OMC dilakukan setiap 10 hari sekali guna menyesuaikan dengan kondisi potensi awan hujan yang ada di atmosfer. Jika dalam kurun waktu tersebut analisis BMKG menunjukkan potensi hujan masih tinggi, maka operasi akan diperpanjang. 

Namun, jika potensi awan tidak terlihat, penerbangan akan dihentikan sementara untuk mengefisienkan alokasi penggunaan jam terbang serta material garam.

"Di bulan ini saja, di mana kita terjadi puncaknya El Nino, kita sudah menerbangkan hampir 36 sorti atau 36 ton garam," ungkap Kolonel Andri.

Berdasarkan kalkulasi teknis BMKG, efektivitas OMC terbilang sangat tinggi karena satu kali hujan yang terpicu dapat menurunkan sekitar 170 juta meter kubik air. Volume air hujan tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pemadaman lewat water bombing yang hanya mampu membawa sekitar 200 ribu liter air per sorti. 

"Kita berkoordinasi dengan BMKG yang selalu senantiasa 24 jam memantau kondisi cuaca di Provinsi Riau. Sehingga kita mendapatkan info di mana ada awan-awan konvektif berpotensi menjadi awan hujan, itu kita berangkatkan pesawat," katanya.

Penaburan 4 ton garam beberapa hari lalu bahkan terbukti langsung memadamkan sejumlah titik api secara merata di Siak dan Pelalawan.

Kendati demikian, pelaksanaan OMC tetap memiliki tantangan teknis karena sangat bergantung pada keberadaan awan konvektif serta perhitungan arah dan kecepatan angin. 

Penyemaian tidak bisa dilakukan secara sembarangan agar presipitasi hujan bisa jatuh tepat di lokasi target lahan rawan karhutla dan tidak terbuang di wilayah perairan. Melalui kombinasi data cuaca yang akurat dan penyemaian yang tepat sasaran, status darurat karhutla di Riau diharapkan dapat terus terkendali.

"Kita berharap darurat di Provinsi Riau ini benar-benar bisa kita kendalikan. Hujan kita harapkan bisa merata di seluruh Provinsi Riau, khususnya di lahan-lahan yang sangat rawan terjadinya karhutla," tutup Andri.(Aya)


 


Sumber : https://mediacenter.riau. /  Editor : Eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar, PT KTU Siapkan 5 Menara Pantau Karhutla

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:05:04 WIB

SIAK DENTINGNEWS-----  Wakil Bupati Siak meminta perusahaan yang.

Daerah

Tembus Wilayah Blankspot, Diskominfo Siak Hadirkan Akses Internet di Area Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:00:00 WIB

SIAK DENTINGNEWS-----  Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskomi.

Daerah

Selama Status Tanggap Darurat , Seluruh Puskesmas di Pekanbaru Wajib Siaga

Senin, 27 Juli 2026 - 21:56:29 WIB

PEKANBARU, DENTINGNEWS---- Wali Kota Pekanbaru Agung.

Daerah

Wali Kota Agung Nugroho Terima Penghargaan Pembangunan Infrastruktur

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:00:00 WIB

PEKANBARU, DENTINGNEWS----  Wali Kota Pekanbaru.

Daerah

Ribuan Masker Telah Didistribusikan Pemprov Riau ke Daerah Terdampak Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:42:30 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----Pemprov Riau telah mendistr.

Daerah

Karhutla di Tembilahan Mendekati Pemukiman Masyarakat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:30:00 WIB

TEMBILAHAN,DENTINGNEWS---- Kebakaran hutan dan lahan.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Ribuan Masker Telah Didistribusikan Pemprov Riau ke Daerah Terdampak Karhutla
28 Agustus 2026
Atasi Karhutla Riau, Pemerintah Tambah Helikopter Water Bombing dan Modifikasi Cuaca
28 Agustus 2026
36 Ton Garam Ditabur di Langit Riau Selama Agustus 2026
28 Agustus 2026
Karhutla di Tembilahan Mendekati Pemukiman Masyarakat
28 Agustus 2026
Wali Kota Agung Nugroho Terima Penghargaan Pembangunan Infrastruktur
28 Agustus 2026
Tembus Wilayah Blankspot, Diskominfo Siak Hadirkan Akses Internet di Area Karhutla
28 Agustus 2026
Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar, PT KTU Siapkan 5 Menara Pantau Karhutla
27 Agustus 2026
Karhutla Dekati Sumur Minyak BSP, Robi: Api di Selatan NEB#08 Berhasil Dipadamkan
27 Agustus 2026
Pemprov Riau Pantau Eskalasi Karhutla Usai Dua Daerah Naik Status Tanggap Darurat
27 Agustus 2026
Kuansing Tetapkan Siaga Darurat Bencana Akibat Karhutla
27 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Ghatib Beghanyut, Menolak Bala Menjemput Tuah
  • 2 Investasi Lebihi Target, Pemko Pekanbaru Raih Penghargaan Peringkat I Riau Investment Award 2026
  • 3 Raih Juara II Program 3 Juta Rumah , Pekanbaru Dapat Bonus Bedah 250 Rumah
  • 4 Kejayaan Kerajaan Siak hadir di Bandara SSK II Pekanbaru
  • 5 Kementerian PU Bangun 56 Jaringan Irigasi Air Tanah di Kuansing Tahun Ini
  • 6 Sambut kunjungan Pasis Seskoau angkatan ke - 65, Bupati Afni harap akan ada kerjasama untuk kemajuan Siak.
  • 7 Pemko Pekanbaru Beri Peringatan Kepada Pedagang Jalan Teratai Untuk Segera Pindah

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved