• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Dibaca : 41 Kali
Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027
Dibaca : 29 Kali
Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU
Dibaca : 33 Kali
PSPS Masih Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A
Dibaca : 28 Kali
Rakernas IMI 2026 Digelar di Pekanbaru, Ketua Umum Moreno Soeprapto Dipastikan Hadir
Dibaca : 60 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

36 Ton Garam Ditabur di Langit Riau Selama Agustus 2026

Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 21:00:00 WIB
Cetak
36 Ton Garam Ditabur di Langit Riau Selama Agustus 2026

PEKANBARU,DENTINGNEWS----- Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dimaksimalkan oleh Tim Satgas Udara dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Langkah antisipasi ini tidak hanya difokuskan pada puncak musim kemarau di bulan Agustus, melainkan telah berjalan secara berkelanjutan sejak Februari 2026. 

Penaburan garam pada awan konvektif dilakukan sejak awal tahun sebagai tindakan preventif untuk membasahi lahan gambut dan menjaga tinggi muka air pada kondisi optimal.

Kepala Dinas Operasi Lanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Andri Setyawan, menjelaskan penyemaian garam bertujuan memicu pembentukan hujan agar dapat mengisi embung-embung di daerah rawan. 

Ketersediaan cadangan air ini sangat penting bagi pasukan darat dalam melakukan operasi penyiraman dan pemadaman ketika muncul titik api. Strategi pembasahan sejak dini terbukti efektif menjaga kelembaban lahan gambut di berbagai wilayah Riau.

"OMC ini kita lakukan tidak hanya di frame waktu sekarang Agustus di mana puncaknya. Tapi kita sudah melaksanakan OMC bahkan sejak Februari, di awal itu kita lakukan sebagai bentuk pencegahan," kata Kolonel Andri diwawancarai di Pekanbaru, Jumat (28/8/2026).

Hingga menjelang akhir Agustus, Satgas Udara mencatat telah menerbangkan ratusan sortie dengan total garam jenis NaCl yang ditaburkan mencapai hampir 160 ton. Operasi penaburan tersebut memanfaatkan pesawat jenis Cassa yang memiliki kapasitas angkut satu ton garam dalam sekali penerbangan. 

Khusus pada bulan Agustus yang menjadi puncak dampak El Nino, sebanyak 36 sorti atau setara 36 ton garam telah diterbangkan ke wilayah target.

Hasil dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai dirasakan dalam beberapa hari terakhir dengan turunnya hujan di kawasan rawan seperti Kabupaten Siak dan Pelalawan. 

"Kita trigger pembentukan awan hujannya dengan menaburkan garam. Tujuannya agar bisa semaksimal mungkin membasahi lahan-lahan gambut," ucapnya.

Turunnya curah hujan ini sangat membantu mempercepat proses pemadaman di titik-titik lokasi kebakaran, baik melalui pemadaman darat maupun water bombing. Selain memadamkan api, hujan alami hasil modifikasi ini juga secara signifikan menaikkan kembali tinggi muka air di lahan gambut.

"Harapan kita sumber air dari turunnya hujan bisa mengisi embung-embung yang sudah kita siapkan di lahan-lahan rawan. Sehingga apabila terjadi kebakaran, pasukan darat mempunyai sumber air untuk penyiraman dan pemadaman," jelasnya

Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari sinergi dan koordinasi intensif selama 24 jam antara Satgas Udara dan BMKG Riau. Informasi mengenai keberadaan awan konvektif yang berpotensi menjadi awan hujan terus diperbarui secara berkala, mulai dari analisis per 10 hari hingga pemantauan harian setiap 3 jam. 

Data tersebut menjadi acuan utama bagi pesawat untuk segera lepas landas dan melakukan penyemaian.

Evaluasi kelanjutan OMC dilakukan setiap 10 hari sekali guna menyesuaikan dengan kondisi potensi awan hujan yang ada di atmosfer. Jika dalam kurun waktu tersebut analisis BMKG menunjukkan potensi hujan masih tinggi, maka operasi akan diperpanjang. 

Namun, jika potensi awan tidak terlihat, penerbangan akan dihentikan sementara untuk mengefisienkan alokasi penggunaan jam terbang serta material garam.

"Di bulan ini saja, di mana kita terjadi puncaknya El Nino, kita sudah menerbangkan hampir 36 sorti atau 36 ton garam," ungkap Kolonel Andri.

Berdasarkan kalkulasi teknis BMKG, efektivitas OMC terbilang sangat tinggi karena satu kali hujan yang terpicu dapat menurunkan sekitar 170 juta meter kubik air. Volume air hujan tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pemadaman lewat water bombing yang hanya mampu membawa sekitar 200 ribu liter air per sorti. 

"Kita berkoordinasi dengan BMKG yang selalu senantiasa 24 jam memantau kondisi cuaca di Provinsi Riau. Sehingga kita mendapatkan info di mana ada awan-awan konvektif berpotensi menjadi awan hujan, itu kita berangkatkan pesawat," katanya.

Penaburan 4 ton garam beberapa hari lalu bahkan terbukti langsung memadamkan sejumlah titik api secara merata di Siak dan Pelalawan.

Kendati demikian, pelaksanaan OMC tetap memiliki tantangan teknis karena sangat bergantung pada keberadaan awan konvektif serta perhitungan arah dan kecepatan angin. 

Penyemaian tidak bisa dilakukan secara sembarangan agar presipitasi hujan bisa jatuh tepat di lokasi target lahan rawan karhutla dan tidak terbuang di wilayah perairan. Melalui kombinasi data cuaca yang akurat dan penyemaian yang tepat sasaran, status darurat karhutla di Riau diharapkan dapat terus terkendali.

"Kita berharap darurat di Provinsi Riau ini benar-benar bisa kita kendalikan. Hujan kita harapkan bisa merata di seluruh Provinsi Riau, khususnya di lahan-lahan yang sangat rawan terjadinya karhutla," tutup Andri.(Aya)


 


Sumber : https://mediacenter.riau. /  Editor : Eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Daerah

KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Selasa, 03 November 2026 - 22:06:36 WIB

SIAK, DENTINGNEWS----- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memperku.

Daerah

Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU

Selasa, 03 November 2026 - 16:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---Memastikan masyarakat mendap.

Daerah

MTQ Kecamatan Kandis Resmi Dibuka, Bupati Afni : Astaka Tak Perlu Megah Tapi Bonus Utamakan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:00:00 WIB

SIAK, DENTINGNEWS----- Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ti.

Daerah

Pemkab Siak Ajak Masyarakat Gelar Salat Ghaib dan Doa Bersama untuk Mantan Bupati Arwin A.S.

Ahad, 01 November 2026 - 12:00:00 WIB

SIAK, DENTINGNEWS-----Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mengimbau ma.

Daerah

Buka MTQ ke-VI di Kecamatan Binawidya, Walikota Ingatkan Alquran Sebagai Pedoman Hidup

Senin, 02 November 2026 - 15:30:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----.

Daerah

Pemko Pekanbaru Usulkan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah untuk Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai

Senin, 02 November 2026 - 16:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
03 November 2026
Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027
03 November 2026
Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU
03 November 2026
PSPS Masih Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A
03 November 2026
Rakernas IMI 2026 Digelar di Pekanbaru, Ketua Umum Moreno Soeprapto Dipastikan Hadir
02 November 2026
Penataan Jaringan Kabel FO Kembali Dilakukan Pemko Pekanbaru, Kali Ini Fokus di Jalan Paus
02 November 2026
Inflasi Riau Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen
02 November 2026
BBKSDA Konfirmasi Temuan Jejak Harimau di Kampar
02 November 2026
Pemprov Riau Alokasikan Rp2,1 Miliar Perbaiki Ruas Jalan Sontang Duri
02 November 2026
Pemko Pekanbaru Usulkan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah untuk Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai
02 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tiap Hari, Dinkes Pekanbaru Perbarui Data Pasien ISPA dan Kualitas Udara
  • 2 17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital
  • 3 Sidak 7 Arena Biliar, Satpol PP Pekanbaru Temukan Berbagai Pelanggaran
  • 4 Di Panggung Baznas Award 2026, Bupati Afni Minta Pemerintah Kaji Ulang Gaji ASN Disalurkan Lewat Kopdes
  • 5 Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, PT BSP Gandeng Kejari Siak
  • 6 Tinjau Operasi Pasar Murah di Melebung, Plt Gubri Bagikan Beras dan Minyak Goreng Gratis
  • 7 Pemko Pekanbaru Raih Predikat Sangat Baik dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Perizinan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved