• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Pemko Pekanbaru Janji Beri Keringanan Untuk Pedagang Eks Pemegang HGB Ruko STC
Dibaca : 36 Kali
Wamenkes RI Kunjungi Riau, Perkuat Gerakan Bersama Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
Dibaca : 39 Kali
Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
Dibaca : 37 Kali
Delegasi GCMC IMT-GT ke-9 Mulai Berdatangan ke Kota Pekanbaru
Dibaca : 21 Kali
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
Dibaca : 22 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Jadi Narsum di UIN SUSKA, Kadis Akur Beberkan Kiat Disketapang

Redaksi

Selasa, 21 Desember 2021 17:59:25 WIB
Cetak
Jadi Narsum di UIN SUSKA, Kadis Akur Beberkan Kiat Disketapang
Alek Kutniawan usai menjadi pembicara dalam Webinar Nasional perihal tatakelola pangan, Selasa (21/12).

 

PEKANBARU, Dentingnews.com-- Selasa (21/12), Kepala Dinas Ketahan Pangan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, SP, M.Si menjadi pembicara pada  webinar nasional  tentang kebijakan dan tata kelola ketahanan pangan . Acara ini ditaja  Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau .

Dalam pemaparannya Alek banyak mengangkat persoalan pangan dikarena berkurangnya lahan produktif dan tingginya alih fungsi lahan. Sementara pada  sektor ketersediaan dan kerawanan pangan, Alek menilai masih belum optimalnya ketersediaan pangan dari produksi Kota Pekanbaru, masih banyaknya lahan – lahan pertanian yang belum dimanfaatkan dan belum memadainya regulasi dalam pemanfaatan lahan kosong dan masalah terkait pangan lainnya.

Baca Juga :
  • Jual 4.000 Menara, Saham Indosat Langsung Anjlok 2,24 Persen
  • Optimis Ekonomi Pulih di 2021, Pemerintah Lanjutkan BLT
  • DPR Setujui Pemerintah Bentuk Kementerian Investasi Baru

Begitu juga dalam bidang distribusi dan cadangan pangan, Kota  Pekanbaru sangat mengandalkan pasokan dari luar wilayah Kota Pekanbaru sehingga kerentanan stabilitas harga pangan sangat labil.

“Untuk  isu-isu di bidang konsumsi dan keamanan pangan masih ditemukannya penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya pada komoditas hasil pertanian yang beredar di Kota Pekanbaru, yang mengindikasikan butuhnya labor pemeriksaan pangan serta menurunnya daya beli masyarakat terhadap pangan pada saat harga pangan melonjak naik. Dikhawatirkan akan menurunkan kualitas konsumsi pangan yang berdampak pada penurunan kesehatan masyarakat,”terang Alek.

 Alek berpendapat dengan isu-isu strategis yang demikian kita harus mampu hadir dengan segala keterbatasan akibat melemahnya pendanaan akibat pandemic covid-19, namun tidak ada kata “tidak siap”, tanggung jawab telah dipikul.

Secara memadai, Alek menerangkan  bahwa kendala terkini  dalam pembangunan ketahanan pangan di Kota Pekanbaru diantaranya adalah  terbatasnya ruang fiskal daerah karena perlambatan ekonomi akibat covid-19, belum tersedia database pangan yang memadai dan terintegrasi dalam penyediaan layanan publik, belum tersedia inovasi yang memadai di bidang ketahanan pangan dan belum optimalnya koordinasi dengan instansi/ pihak terkait.

“Sedari awal kami mewanti-wanti kepada tim bahwa Peranan Belanja Pemerintah harus menjadi lokomotif utama sebagai penggerak ekonomi pada saat pandemic ini, utamanya di bidang ketahanan pangan” cetusnya lagi.

Bahkan Alek berulang kali menegaskan bahwa ada atau tidak adanya covid-19, sebenarnya isu-isu ketahanan pangan selalu menjadi isu strategis apalagi pada masa pandemic seperti ini. Dan yang terpenting menurut Akur bahwasanya perlakuan kepada sektor pangan harus memadai kalau tidak ingin “pangan berdaulat” dikatakan hanya sebatas slogan karena Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin dalam konstitusi sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas.

Tidak hanya sekedar Omdo allias ‘omong doang’, lebih spesifik Alek menguraikan langkah-langkah kongret strategisnya (ditengah segala keterbatasan dalam mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional/PEN) dalam tiga kelompok besar sesuai SOTK Dinas Ketahanan Pangan yang ia pimpin yaitu ketersediaan & kerawanan pangan, distribusi & cadangan pangan serta konsumsi & keamanan Pangan.

Dalam tusi (singkatan dari tugas pokok dan fungsi) Ketesediaan & Kerawanan Pangan, dia bersama tim Disketapang dan SKPD mitra lainnya terus menggesa optimalisasi belanja kegiatan-kegiatan strategis di antaranya Peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dan Pelaku Usaha Pangan. Kegiatan ini diwujudkan melalui Pemberdayaan Masyarakat lewat Pengembangan Kawasan Mandiri Pangan dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

“Pada tusi distribusi dan Cadangan Pangan, kami juga berusaha maksimal melalui kegiatan revitalisasi kelembagaan pangan melalui Outlet Pangan PUAN BERSERI dan Pekan Pangan Madani yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama PPM. Slogan kami adalah “Petani Untung, Masyarakat Beruntung”. Kami juga mendukung penuh terbentuknya PT. SPM menjadi BUMD Kota Pekanbaru” tukasnya lagi.

 

Eks Kepala BPKAD Kota Pekanbaru ini melanjutkan usaha yang dioptimalkan lainnya melalui Pengawasan keamanan Pangan Segar. Memang saat ini terkendala pendanaan yang belum memadai dan belum adanya laboratorium sehingga sampel yang diperiksa dalam jumlah terbatas. Pengawasan yang dilakukan dengan melakukan uji residu pestisida pangan segar asal tumbuhan menggunakan rapid test kit yang bahan (sampelnya) diperoleh dari pasar-pasar di Kota Pekanbaru.

Selain itu proyek-proyek strategis yang sudah dituntaskan Disketapang Pekanbaru antara lain dokumen Grand Master Plan Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru dan Grand Master Plan Kawasan siCANTIG (Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi). Dua dokumen induk ini akan menjadi acuan dalam pengembangan kegiatan ketahanan pangan kedepannya dan pelaksanaan kegiatan strategis penguatan lumbung pangan yang memiliki nilai edukasi dan entertainment (edutainment). Untuk siCANTIG sendiri merupakan suatu bentuk usaha Pemerintah Kota dalam memberikan edukasi dan sosialisasi sekaligus infrastruktur wisata pertanian yang mengedepan pembelajaran (edukasi) serta wisata agro yang menarik (entertainment).

Alek menerangkan bahwa Luas Kawasan dimaksud adalah 5 hektar yang terletak di kelurahan Agrowisata Kec. Rumbai Kota Pekanbaru. Kawasan siCANTIG merupakan kawasan agrowisata, lokasi pembelajaran budidaya pertanian, peternakan dan perikanan, ditengah kawasan dibuat miniatur Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), juga ada Lumbung Pangan dan pengolahan pangan.

Semua kegiatan-kegiatan tersebut tambahnya lagi harus terdokumentasi dengan baik dan memadai. Makanya inovasi dengan pendekatan teknologi informasi dalam layanan publik juga harus diperbaiki. Hal ini yang pada akhirnya melahirkan inovasi yang dinamakan dengan sebutan siTANGAN alias Sistem Manajemen Informasi Ketahanan Pangan. Sistem Manajemen Informasi Pangan ini dibangun untuk menyediakan data dan informasi pangan yang valid dan terkini secara cepat melalui teknologi informasi sehingga memudahkan institusi maupun masyarakat luas dapat mengakses informasi pangan tersebut dengan cepat.

Tidak hanya sampai disitu, setiap program kegiatan yang hadir juga memunculkan istilah-istilah unik seperti penulisan tagar #SobatPanganPku (Sebutan netizen yang menjadi pengikut medsos Disketapang), #DisketapangGemilang, #DisketapangTerbilang, siCANTIG (Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi, siDIVA (Aplikasi Digital FSVA), KAMAPAN (Kawasan Mandiri Pangan), P2L (Pekarangan Pangan Lestari), PPM (Pekan Pangan Madani), Outlet Pangan PUAN BERSERI (Pemasaran Usahan Pangan Bersama Secara Lestari), Motor Pangan (MoPang) dan Disketapang (Dinas Ketahanan Pangan), yang semua dilengkapi logo khusus dan menarik. Kegiatan inovasi-inovasi ini dibalut dalam program yang di’nama’kannya “Program Disketapang Berkabar”.

Dari racikan tersebut, sebut saja; Grand Master Plan Ketahanan Pangan, Master Plan siCANTIG, CPPD, PPM, siTANGAN, siDIVA, Disketapang Berkabar, Instruksi Walikota Pekanbaru Nomor 521/DKP/2432 tahun 2020 dan Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 166 tahun 2020 lahir lewat tangan dingin seorang Bang Akur. Sehingga tak berlebihan kiranya hadir tagar #DisketapangGemilang dan #DisketapangTerbilang belakangan ini di kalangan insan Disketapang Pekanbaru.

“Mudah-mudahan kita mampu bersinergi dengan perannya masing-masing sehingga tidak adanya mata rantai yang putus dalam menciptakan ketahanan pangan yang terintegrasi dari hulu ke hilirnya. Makanya kami sangat mendukung sekali webinar pagi ini sebagai bentuk sinergitas antara kami di Pemerintah dengan stakeholder kampus yang senantiasa menyiapkan para profesional dalam spektrum keahlian yang lebih luas lagi” Pungkas sang ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Pekanbaru pada Periode keduanya tahun 2021 – 2025 mengakhiri paparannya.(rls)

 

 


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Ekonomi

Nilai Tukar Petani Riau Naik Jadi 194,29 pada Juli 2026, Tertinggi Kedua di Sumatera

Selasa, 04 Agustus 2026 - 11:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Badan Pusat Statistik (BPS.

Ekonomi

Realisasi Pendapatan Daerah di Riau Capai Rp12,18 triliun

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Ketegangan geopolitik di T.

Ekonomi

Riau Bukukan Surplus Perdagangan US$6,97 Miliar

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:34:58 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Kinerja perdagangan luar n.

Ekonomi

HUT ke-56, Jamkrindo Perluas Kontribusi bagi Perekonomian

Kamis, 02 Juli 2026 - 09:47:55 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS----- PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau J.

Ekonomi

Harga Emas Hari Ini Terpantau Stabil

Ahad, 21 Juni 2026 - 11:00:00 WIB

.

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 18 Ribu

Senin, 15 Juni 2026 - 12:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-----Harga emas yang dijual ole.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemko Pekanbaru Janji Beri Keringanan Untuk Pedagang Eks Pemegang HGB Ruko STC
04 Agustus 2026
Wamenkes RI Kunjungi Riau, Perkuat Gerakan Bersama Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
04 Agustus 2026
Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
04 Agustus 2026
Delegasi GCMC IMT-GT ke-9 Mulai Berdatangan ke Kota Pekanbaru
04 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
04 Agustus 2026
Pemprov Buka Pendaftaran Beasiswa Riau Cerdas Lanjutan 2026
04 Agustus 2026
Pengukuhan 202 Ketua RT/RW dan 310 Ketua Dasa Wisma Perkuat Kelembagaan Masyarakat Tenayan Raya
04 Agustus 2026
Berjuang 34 Hari Lawan Sakit, Gajah Binaan BBKSDA Riau Jovi Meninggal Dunia
04 Agustus 2026
Nilai Tukar Petani Riau Naik Jadi 194,29 pada Juli 2026, Tertinggi Kedua di Sumatera
04 Agustus 2026
Karhutla di Riau: Sumber Air Menipis, Manggala Agni Harus Pindahkan Pompa Tiap 30 Menit
03 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Temui Wapres Gibran, Bupati Siak Perjuangkan Hak DBH bagi Daerah Penghasil SDA
  • 2 Pemprov Riau-Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan Rohul dan Kampar
  • 3 Pekanbaru Jadi Ketua Jaringan IMT-GT, Konsep Green City Makin Diperkuat
  • 4 Dampingi UAS, Kapolda dan Pangdam Touring, Bupati Afni Kenalkan Sejarah dan Keindahan Siak
  • 5 Bupati Afni Lantik Pengurus KTNA, Serahkan Bantuan Alsintan Hampir Rp15 Miliar
  • 6 Hasil Seleksi Pemenuhan Kuota SMP Negeri Pekanbaru Diumumkan, Daftar Ulang Dimulai 6 Juli
  • 7 Harga Emas Hari Ini Terpantau Stabil

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved