• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan
Dibaca : 121 Kali
Pemko Pekanbaru Terus Gesa Perbaikan Jalan Rusak
Dibaca : 101 Kali
Gandeng Swasta,Renovasi Halte Bus TMP di Sudirman Pekanbaru Rampung
Dibaca : 96 Kali
Pemko Pekanbaru Telah Lakukan Penertiban Spanduk dan Sejenisnya Sejak Tahun Lalu
Dibaca : 83 Kali
Harga Emas Antam 3 Februari 2026 Anjlok Rp 183.000,
Dibaca : 147 Kali

  • Home
  • Nasional

Komnas HAM Minta Proyek Rempang Eco City sebagai PSN Ditinjau Ulang

Redaksi

Sabtu, 23 September 2023 08:14:37 WIB
Cetak
Komnas HAM Minta Proyek Rempang Eco City sebagai PSN Ditinjau Ulang
Komnas HAM meminta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk meninjau kembali status Pengembangan Kawasan Pulau Rempang Eco City sebagai PSN. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)

JAKARTA,DENTINGEWS--- Komnas HAM meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk meninjau kembali status Pengembangan Kawasan Pulau Rempang Eco City sebagai proyek strategis nasional (PSN) berdasarkan Permenko RI Nomor 7 tahun 2023.

Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM Uli Parulian Sihombing mengatakan selain permintaan untuk meninjau ulang, pihaknya juga meminta Menteri ATR BPN untuk tidak menerbitkan HPL di lokasi Pulau Rempang mengingat lokasi belum clear and clean.

Ia mengatakan penggusuran harus sesuai dengan prinsip-prinsip HAM yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (KIHESB) jo. Komentar Umum Nomor 7 tentang KIHESB.

Artinya, penggusuran paksa hanya dilakukan sebagai upaya terakhir setelah mempertimbangkan upaya-upaya lain. Apabila terpaksa melakukan penggusuran paksa, pemerintah dan/atau korporasi wajib melakukan asesmen dampak penggusuran paksa dan kebijakan pemulihan kepada warga terdampak.

Proses penggusuran juga harus mematuhi standar HAM yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Kovenan Internasional Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Selain itu, penggusuran harus melibatkan musyawarah mufakat, pemberitahuan yang layak, dan relokasi sebelum dilakukannya penggusuran.

Pemerintah harus melakukan dialog dan sosialisasi yang memadai, dengan pendekatan kultural dan humanis, terkait rencana pengembangan dan relokasi sebagai dampak pembangunan PSN.

Negara harus melindungi hak atas tempat tinggal yang layak bagi masyarakat Pulau Rempang tanpa diskriminasi atau relokasi paksa yang merupakan pelanggaran HAM.

Proses relokasi dan pembangunan Kawasan Pulau Rempang Eco City tidak boleh melibatkan kekerasan atau aparat berlebih (excessive use of power).

Lebih lanjut, Komnas HAM merekomendasikan kepada kepolisian untuk mempertimbangkan penggunaan keadilan restoratif dalam penanganan proses pidana kasus Pulau Rempang. Kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, disabilitas, dan masyarakat adat juga harus dilindungi dari kekerasan dan perlakuan yang merugikan di Pulau Rempang.

Tak hanya mengajukan sejumlah rekomendasi, Komnas HAM juga melakukan sejumlah upaya sebagai tindak lanjut dari delapan poin rekomendasi yang telah dikeluarkan.

Pertama, pertemuan koordinasi yang dijadwalkan akan berlangsung di Kantor Komnas HAM RI pada tanggal 25 September 2023. Pertemuan ini akan mengundang berbagai pihak, termasuk Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi/Kepala BKPM, Kemenko Bidang Perekonomian, KSP, Setneg, Menteri ATR/BPN, dan Kapolri. Tujuan pertemuan adalah untuk membahas penyelesaian bersama terhadap permasalahan yang ada.

Kedua, mendalami temuan faktual dan analisis HAM terkait dengan temuan yang telah dilakukan oleh Komnas HAM.

Ketiga, mengirimkan rekomendasi kepada Kapolri dan Ketua Komisi III DPR terkait penanganan peristiwa kerusuhan masyarakat di Pulau Rempang.

Keempat, mengadakan pertemuan dengan Irwasum Polri untuk membahas koordinasi dalam penanganan kasus konflik masyarakat di Pulau Rempang.

Kelima, mengadakan pertemuan dengan Kapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, dan Kapolresta Barelang untuk membahas temuan yang telah dilakukan oleh Komnas HAM terkait konflik masyarakat di Pulau Rempang.

Keenam, berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia terkait dengan pembuktian barang bukti yang ditemukan oleh Komnas HAM di lokasi kerusuhan yang terjadi pada 7 September 2023 di Pulau Rempang.

Ketujuh, melakukan uji balistik di Puslabfor Polri terkait dengan barang bukti yang ditemukan oleh Komnas HAM dalam peristiwa konflik masyarakat di Pulau Rempang.

Tindakan-tindakan ini diambil untuk memastikan bahwa penanganan kasus Pulau Rempang dilakukan dengan baik dan sesuai dengan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM). (Aya/CNNIndoenesia)

 


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Polisi Sebut Tak Ada Unsur Pidana di Kasus Kematian Lula Lahfah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:00:00 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS---.

Nasional

Jokowi : Saya Akan Bekerja Mati-matian untuk PSI

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:51:51 WIB

MAKASSAR,DENTINGNEWS.

Nasional

DPD RI di Jambi Bahas Infrastruktur Batubara, Warga Aur Kenali Kecewa Belum Ada Keputusan

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:06:09 WIB

JAMBI, DENTINGNEWS--- Polemik rencana pembangunan jalan khusus dan st.

Nasional

Purbaya Tak Gentar Di-Noel-Kan: Gue Nggak Terima Duit, Gaji Gede

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:25:17 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS-.

Nasional

28 Juta Warga Berpotensi Gangguan Mental, Layanan Puskesmas Diperkuat

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:33:10 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS----.

Nasional

PDIP Tegaskan Tolak Pilkada Lewat DPRD

Senin, 12 Januari 2026 - 21:37:58 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan
03 Februari 2026
Pemko Pekanbaru Terus Gesa Perbaikan Jalan Rusak
03 Februari 2026
Gandeng Swasta,Renovasi Halte Bus TMP di Sudirman Pekanbaru Rampung
03 Februari 2026
Pemko Pekanbaru Telah Lakukan Penertiban Spanduk dan Sejenisnya Sejak Tahun Lalu
03 Februari 2026
Harga Emas Antam 3 Februari 2026 Anjlok Rp 183.000,
03 Februari 2026
Bupati Siak Surati Menteri Keuangan, Minta Pencairan Rp489,8 Miliar untuk Bayar Utang
03 Februari 2026
Penyeberangan RoRo Bengkalis Segera Terapkan E-Tiketing
03 Februari 2026
Nama Plt Gubri Dicatut,Waspada Penipuan!
03 Februari 2026
Mantan Gubernur Riau Orasi di Depan THM, Minta New Paragon Ditutup
02 Februari 2026
Neraca Perdagangan Riau 2025 Surplus Besar, Ekspor Melonjak dan Impor Menurun
02 Februari 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Bupati Afni Ajak Ribuan Peserta Silatda NU Doakan Korban Tangsi Belanda
  • 2 Tangsi Belanda di Siak Ambruk, 16 Orang Jadi Korban
  • 3 Harga Emas Batangan 24 Karat Hari Ini 30 Januari 2026: Harga Emas Antam Amblas
  • 4 Terbitkan SK Pembelajaran Selama Bulan Puasa, Disdik Pekanbaru Tetapkan Libur Awal Puasa Mulai 16 Februari
  • 5 Dukung Dunia Pendidikan,The Gade Creative Lounge Pegadaian ke-24 Diresmikan di Universitas Riau
  • 6 Perkenalkan Sejarah Pekanbaru, Wako Agung Lepas Peserta Senapelan Heritage Fun Walk
  • 7 Pemprov Riau Gesa Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuansing

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved