• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026
Dibaca : 452 Kali
Pemkab Siak Bayar THR ASN 100 Persen dan TPP Murni dari APBD Tanpa Utang
Dibaca : 92 Kali
Pemprov Riau Terapkan Mekanisme WFA Bergantian, Pastikan Layanan Publik Tetap Prima
Dibaca : 62 Kali
Pemko Pekanbaru Realisasikan Perbaikan Jalan Teluk Leok
Dibaca : 53 Kali
3 Aduan THR di Riau Berhasil Cair, 17 Lainnya Masih Dikawal
Dibaca : 58 Kali

  • Home
  • Dunia

Mentan Jepang Resign Imbas Pamer Tak Pernah Beli Beras saat Harga Naik

Redaksi

Rabu, 21 Mei 2025 20:52:05 WIB
Cetak
Mentan Jepang Resign Imbas Pamer Tak Pernah Beli Beras saat Harga Naik
Menteri Pertanian Jepang Taku Eto

PEKANBARU, DENTINGNEWS----Menteri Pertanian Jepang Taku Eto mengundurkan diri dari jabatan setelah komentarnya pamer tak pernah harus membeli beras mengundang kritik hingga kecaman publik.

Komentar yang diklaimnya hanya gurauan itu terlontar di acara publik kala masyarakat tengah menghadapi kenaikan harga beras yang signifikan.

Pada Rabu (21/5), Eto mengatakan kepada wartawan dirinya telah memberikan surat pendunduran diri ke Perdana Menteri Shigeru Ishiba.

Dikutip AFP, Eto mengatakan surat resign itu ia berikan setelah sang PM "melayangkan serangkaian kata-kata tegas" kepadanya.

Ishiba lalu mengatakan kepada parlemen Jepang bahwa telah menerima surat pengunduran diri Eto.

Komentar yang dianggap tone-deaf itu dilontarkan Eto dalam acara penggalangan dana politik pada Minggu dan pertama kali dilaporkan oleh Kyodo News hingga tersebar cepat ke media lainnya.

Sementara itu, dalam rekaman yang ditayangkan stasiun penyiaran publik NHK memperlihatkan Eto tengah berbicara di podium dalam acara tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah harus membeli beras karena para pendukungnya kerap memberikannya sebagai hadiah.

Eto bahkan terdengar mengaku bahwa ia "punya cukup banyak beras hingga bisa dijual."

"Saya baru saja dimarahi istri lewat telepon. Kami hanya berdua, jadi biasanya memang cukup (beras), tapi dia bilang kalau beras habis, dia tetap pergi membelinya," kata Eto kepada wartawan seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Eto itu pun memicu kemarahan publik terutama di media sosial karena dianggap tidak bisa bersimpati kepada warga yang tengah menghadapi kenaikan harga beras.

"Anda sudah tamat. Cepat mundur!" tulis seorang pengguna di X.

Menanggapi pertanyaan wartawan pada Senin, Eto meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Ia mengakui telah salah bicara dan mungkin melebih-lebihkan demi menghibur hadirin. Namun, ia menghindari pertanyaan soal apakah ia berniat mengundurkan diri.

PM Ishiba juga menyayangkan pernyataan Eto tersebut, yang dianggapnya "pernyataan yang tidak perlu terlontar" dari mulut pejabat.

"Tugas Menteri Pertanian saat ini adalah untuk mencari dan memberikan solusi di tengah lonjakan harga beras. Saya berharap dia menawarkan solusi-solusi," kata Ishiba seperti dikutip AFP.

Dalam pernyataan hari ini, Ishiba bahkan melayangkan permintaan maaf terkait kegaduhan yang dibuat salah satu menterinya itu.

"Saya meminta maaf kepada rakyat Jepang karena adalah tanggung jawab saya yang menunjuknya (sebagai menteri)," kata Ishiba.

Hari ini juga, Ishiba menunjuk Shinjiro Koizumi, sebagai pengganti Eto. Koizumi merupakan eks menteri lingkungan Jepang dan anak dari eks PM Junichiro Koizumi.

Isu harga beras memang menjadi topik sensitif bagi pemilih di Jepang. Hal ini pun bisa berdampak buruk bagi Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan PM Ishiba menjelang pemilu majelis tinggi pada Juli mendatang.

Survei opini Kyodo News pada Minggu menunjukkan tingkat dukungan terhadap Ishiba turun ke titik terendah, hanya 27,4%, dengan hampir sembilan dari sepuluh responden menyatakan tidak puas terhadap penanganan pemerintah atas lonjakan harga beras.

Setelah sempat turun untuk pertama kalinya dalam 18 minggu, harga beras eceran kembali naik pada pekan yang berakhir 11 Mei lalu.

Data menunjukkan harganya tetap dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang naik akibat gelombang panas ekstrem yang merusak panen serta lonjakan permintaan dari sektor pariwisata.

Untuk kemasan 5 kilogram, harga rata-rata beras di supermarket mencapai 4.268 yen (sekitar Rp484 ribu), naik 54 yen dibandingkan pekan sebelumnya.

Pemerintah telah mulai mengeluarkan stok darurat beras sejak Maret guna menekan harga, namun sejauh ini belum membuahkan hasil yang signifikan.

(aya/cnnindonesia)

 


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Vlogger Filipina Meninggal Setelah Makan 'Kepiting Setan'

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS--.

Dunia

Bupati Siak Afni Optimis PT BSP Bisa Kembali Bangkit

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:30:00 WIB

SIAK, DENTINGNEWS-----Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli optimis  Bad.

Dunia

Trump Sewot Inggris Makin 'Mesra' ke China: Sangat Berbahaya

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:05:27 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

Badai Salju Dahsyat, 7 Ribu Penumpang Terjebak di Bandara Jepang

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:32:53 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

4.008 Sekolah di Korsel Tutup Gegara Kekurangan Siswa

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:54:59 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----Sebanyak .

Dunia

Crazy Rich China Diam-diam Parkir Jet Pribadi di Luar Negeri, Ada Apa?

Ahad, 28 Desember 2025 - 20:28:05 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026
16 Maret 2026
Pemkab Siak Bayar THR ASN 100 Persen dan TPP Murni dari APBD Tanpa Utang
16 Maret 2026
Pemprov Riau Terapkan Mekanisme WFA Bergantian, Pastikan Layanan Publik Tetap Prima
16 Maret 2026
Pemko Pekanbaru Realisasikan Perbaikan Jalan Teluk Leok
16 Maret 2026
3 Aduan THR di Riau Berhasil Cair, 17 Lainnya Masih Dikawal
16 Maret 2026
BPJN Riau Siagakan 14 Posko Mudik dan Alat Berat di Jalur Lintas
16 Maret 2026
Wawako Apresiasi Festival Lampu Colok di Kecamatan Bukit Raya
16 Maret 2026
BPBD Pekanbaru Telah Tangani 49 Kejadian Kebakaran Lahan
15 Maret 2026
Selama Mudik, Tarif Tol Permai-XII Koto Kampar DIskon 30 Persen
14 Maret 2026
Bupati Afni Dampingi Puluhan Anak Yatim Belanja Kebutuhan Lebaran di Kandis
14 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026
  • 2 Berlangsung Lama,Pemadaman Karhutla di Rimbo Panjang Terkendal Air
  • 3 ASN Riau Diingatkan Tidak Bawa Mobil Dinas Saat Mudik Lebaran
  • 4 PT Bumi Siak Pusako Gelar RUPS Bagikan Dividen Interim dari Kinerja Tahun Buku 2025
  • 5 Pemkab Siak Bayar Penuh THR ASN Tapi TPP Disesuaikan Kemampuan APBD
  • 6 Jelang Lebaran, Disnaker Pekanbaru Terima 13 Pengaduan Terkait THR
  • 7 ASN Pekanbaru Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved