• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Pemko Pekanbaru Janji Beri Keringanan Untuk Pedagang Eks Pemegang HGB Ruko STC
Dibaca : 36 Kali
Wamenkes RI Kunjungi Riau, Perkuat Gerakan Bersama Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
Dibaca : 39 Kali
Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
Dibaca : 38 Kali
Delegasi GCMC IMT-GT ke-9 Mulai Berdatangan ke Kota Pekanbaru
Dibaca : 21 Kali
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
Dibaca : 22 Kali

  • Home
  • Dunia

Pria China Pura-pura Jadi Perempuan Buat 'Memangsa' Seribuan Lelaki

Redaksi

Rabu, 16 Juli 2025 21:03:48 WIB
Cetak
Pria China Pura-pura Jadi Perempuan Buat 'Memangsa' Seribuan Lelaki
ilustrasi

PEKANBARU,DENTINGNEWS-----Seorang pria paruh baya di China mengejutkan publik setelah kelakuannya yang menyamar sebagai perempuan terbongkar.

Ia diduga telah menyamar sebagai wanita untuk menjebak dan 'memangsa' lebih dari seribu pria dalam hubungan seksual, yang kemudian diam-diam direkam dan disebarkan secara daring.

Kasus ini menjadi viral di media sosial Tiongkok, dengan hashtag "Red Uncle" menduduki posisi teratas tren di platform Weibo pada Selasa (9/7), menarik lebih dari 200 juta tayangan.

Warganet ramai mengungkapkan keterkejutan dan keprihatinan mereka atas isu kesehatan, privasi, dan kesetiaan dalam rumah tangga.

Ia dilaporkan telah menggoda 1.691 pria heteroseksual untuk datang ke rumahnya dan melakukan hubungan intim yang direkam secara diam-diam.

Video-video itu kemudian ia unggah secara daring. Namun dalam pernyataan resmi yang dirilis polisi distrik Nanjing pada Selasa, disebutkan bahwa pria itu bermarga Jiao dan berusia 38 tahun, bukan 60 tahun seperti yang ramai diberitakan di media sosial.

Polisi juga membantah bahwa Jiao berhubungan intim dengan lebih dari 1.000 pria, meski tidak menyebutkan jumlah pasti.

Jiao kini ditahan atas dugaan menyebarkan konten kotor. Ia belum memberikan komentar secara terbuka terkait kasus ini.

Dalam laporan media lokal, Jiao yang dijuluki "Paman Merah dari Nanjing" disebut mengenakan riasan tebal, wig, dan rok panjang.

Ia juga menirukan suara perempuan untuk menipu para korbannya.

Beberapa pria menyadari bahwa Jiao adalah pria berdandan wanita, namun sebagian besar tampaknya tertipu.

Pasang kamera tersembunyi
Menurut laporan dari media China, Jiao memasang kamera tersembunyi di apartemennya dan membagikan video hubungan seksual itu ke sebuah grup daring.

Ia bahkan disebut menerima keuntungan melalui biaya keanggotaan sebesar 150 yuan atau sekitar Rp 342,000 per orang.

Beberapa korban dilaporkan mengenali diri mereka sendiri dalam video yang tersebar dan kemudian melapor ke polisi.

Jiao tidak memungut biaya dari para tamunya, hanya meminta mereka untuk membawa hadiah kecil.

Beberapa pria datang membawakan susu atau buah-buahan, sementara satu orang bahkan memberikan setengah botol minyak goreng.

Meskipun pihak kepolisian telah memperingatkan publik untuk tidak menyebarluaskan video-video tersebut, gambar wajah para korban tetap beredar di dunia maya.

Banyak korban pria diketahui identitasnya setelah dikenali oleh teman atau anggota keluarga mereka.
Salah satu pria bahkan dikenali oleh ibunya sendiri yang menyebut bahwa anaknya adalah guru bahasa Inggris di taman kanak-kanak.

Seorang perempuan lainnya mengaku menemukan wajah tunangannya dalam koleksi foto yang tersebar.

Kejadian ini memicu kekhawatiran publik, terutama terkait risiko penyakit menular seksual.

"Saya penasaran, berapa banyak perempuan yang jadi korban tidak langsung dari para pria ini," tulis salah satu pengguna media sosial.

"Menakutkan karena kita tidak tahu siapa saja di sekitar kita yang pernah jadi tamu Paman Merah," tulis lainnya.
 

Sindiran warganet
Beberapa warganet menyindir bahwa "yang gratis itu justru paling mahal," mengacu pada konsekuensi yang harus ditanggung para pria dan keluarga mereka.

Sosok Jiao juga memicu perdebatan tentang representasi gender di dunia maya.

Sebelumnya ia menggunakan nama samaran "Kakak Merah," namun kemudian diganti menjadi "Paman Merah" setelah banyak pihak menilai nama tersebut menyudutkan perempuan.

Pada 8 Juli, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Nanjing mengatakan kepada media China, Jimu News, bahwa pihaknya telah turun tangan dan siap memberikan pemeriksaan kesehatan kepada siapa pun yang merasa pernah menjadi kontak erat.

Namun mereka menolak mengungkap apakah Jiao menderita dari penyakit menular, dengan alasan melindungi privasinya.

Hukuman penjara di China
Seorang pengacara kepada China Newsweek menjelaskan bahwa seseorang yang melakukan hubungan intim tanpa pengaman dengan banyak orang meski mengetahui dirinya menderita dari penyakit menular dapat dikenai hukuman penjara 3 hingga 10 tahun.

Selain itu, berdasarkan hukum pidana China, menyebarkan konten kotor dapat dikenakan hukuman hingga dua tahun penjara.

Jiao juga bisa menghadapi tuntutan atas pelanggaran privasi dan hak potret orang lain.

(aya/.cnnindonesia)

 


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Kisah Pria Datangi 9 Piala Dunia dengan Mobil VW Kodok Bergambar Bola

Ahad, 21 Juni 2026 - 20:05:48 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS--.

Dunia

Lagi, 11 Tentara dan Polisi Israel Tewas Bunuh Diri

Senin, 27 April 2026 - 21:00:22 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Dunia

Cerita Lucu Jemaah Haji Bawa Petis, Koper Sempat Dibongkar di Madinah

Senin, 27 April 2026 - 20:53:45 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

Iran Sudah Bertahun-tahun Punya Strategi Penutupan Selat Hormuz

Selasa, 21 April 2026 - 19:47:45 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

Militer AS Akan Buru Kapal-kapal Tanker Iran di Dekat RI

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17:02 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

Vlogger Filipina Meninggal Setelah Makan 'Kepiting Setan'

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS--.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemko Pekanbaru Janji Beri Keringanan Untuk Pedagang Eks Pemegang HGB Ruko STC
04 Agustus 2026
Wamenkes RI Kunjungi Riau, Perkuat Gerakan Bersama Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
04 Agustus 2026
Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
04 Agustus 2026
Delegasi GCMC IMT-GT ke-9 Mulai Berdatangan ke Kota Pekanbaru
04 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
04 Agustus 2026
Pemprov Buka Pendaftaran Beasiswa Riau Cerdas Lanjutan 2026
04 Agustus 2026
Pengukuhan 202 Ketua RT/RW dan 310 Ketua Dasa Wisma Perkuat Kelembagaan Masyarakat Tenayan Raya
04 Agustus 2026
Berjuang 34 Hari Lawan Sakit, Gajah Binaan BBKSDA Riau Jovi Meninggal Dunia
04 Agustus 2026
Nilai Tukar Petani Riau Naik Jadi 194,29 pada Juli 2026, Tertinggi Kedua di Sumatera
04 Agustus 2026
Karhutla di Riau: Sumber Air Menipis, Manggala Agni Harus Pindahkan Pompa Tiap 30 Menit
03 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Temui Wapres Gibran, Bupati Siak Perjuangkan Hak DBH bagi Daerah Penghasil SDA
  • 2 Pemprov Riau-Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan Rohul dan Kampar
  • 3 Pekanbaru Jadi Ketua Jaringan IMT-GT, Konsep Green City Makin Diperkuat
  • 4 Dampingi UAS, Kapolda dan Pangdam Touring, Bupati Afni Kenalkan Sejarah dan Keindahan Siak
  • 5 Bupati Afni Lantik Pengurus KTNA, Serahkan Bantuan Alsintan Hampir Rp15 Miliar
  • 6 Hasil Seleksi Pemenuhan Kuota SMP Negeri Pekanbaru Diumumkan, Daftar Ulang Dimulai 6 Juli
  • 7 Harga Emas Hari Ini Terpantau Stabil

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved