• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan
Dibaca : 107 Kali
Pemko Pekanbaru Terus Gesa Perbaikan Jalan Rusak
Dibaca : 88 Kali
Gandeng Swasta,Renovasi Halte Bus TMP di Sudirman Pekanbaru Rampung
Dibaca : 82 Kali
Pemko Pekanbaru Telah Lakukan Penertiban Spanduk dan Sejenisnya Sejak Tahun Lalu
Dibaca : 72 Kali
Harga Emas Antam 3 Februari 2026 Anjlok Rp 183.000,
Dibaca : 130 Kali

  • Home
  • Dunia

Pria China Pura-pura Jadi Perempuan Buat 'Memangsa' Seribuan Lelaki

Redaksi

Rabu, 16 Juli 2025 21:03:48 WIB
Cetak
Pria China Pura-pura Jadi Perempuan Buat 'Memangsa' Seribuan Lelaki
ilustrasi

PEKANBARU,DENTINGNEWS-----Seorang pria paruh baya di China mengejutkan publik setelah kelakuannya yang menyamar sebagai perempuan terbongkar.

Ia diduga telah menyamar sebagai wanita untuk menjebak dan 'memangsa' lebih dari seribu pria dalam hubungan seksual, yang kemudian diam-diam direkam dan disebarkan secara daring.

Kasus ini menjadi viral di media sosial Tiongkok, dengan hashtag "Red Uncle" menduduki posisi teratas tren di platform Weibo pada Selasa (9/7), menarik lebih dari 200 juta tayangan.

Warganet ramai mengungkapkan keterkejutan dan keprihatinan mereka atas isu kesehatan, privasi, dan kesetiaan dalam rumah tangga.

Ia dilaporkan telah menggoda 1.691 pria heteroseksual untuk datang ke rumahnya dan melakukan hubungan intim yang direkam secara diam-diam.

Video-video itu kemudian ia unggah secara daring. Namun dalam pernyataan resmi yang dirilis polisi distrik Nanjing pada Selasa, disebutkan bahwa pria itu bermarga Jiao dan berusia 38 tahun, bukan 60 tahun seperti yang ramai diberitakan di media sosial.

Polisi juga membantah bahwa Jiao berhubungan intim dengan lebih dari 1.000 pria, meski tidak menyebutkan jumlah pasti.

Jiao kini ditahan atas dugaan menyebarkan konten kotor. Ia belum memberikan komentar secara terbuka terkait kasus ini.

Dalam laporan media lokal, Jiao yang dijuluki "Paman Merah dari Nanjing" disebut mengenakan riasan tebal, wig, dan rok panjang.

Ia juga menirukan suara perempuan untuk menipu para korbannya.

Beberapa pria menyadari bahwa Jiao adalah pria berdandan wanita, namun sebagian besar tampaknya tertipu.

Pasang kamera tersembunyi
Menurut laporan dari media China, Jiao memasang kamera tersembunyi di apartemennya dan membagikan video hubungan seksual itu ke sebuah grup daring.

Ia bahkan disebut menerima keuntungan melalui biaya keanggotaan sebesar 150 yuan atau sekitar Rp 342,000 per orang.

Beberapa korban dilaporkan mengenali diri mereka sendiri dalam video yang tersebar dan kemudian melapor ke polisi.

Jiao tidak memungut biaya dari para tamunya, hanya meminta mereka untuk membawa hadiah kecil.

Beberapa pria datang membawakan susu atau buah-buahan, sementara satu orang bahkan memberikan setengah botol minyak goreng.

Meskipun pihak kepolisian telah memperingatkan publik untuk tidak menyebarluaskan video-video tersebut, gambar wajah para korban tetap beredar di dunia maya.

Banyak korban pria diketahui identitasnya setelah dikenali oleh teman atau anggota keluarga mereka.
Salah satu pria bahkan dikenali oleh ibunya sendiri yang menyebut bahwa anaknya adalah guru bahasa Inggris di taman kanak-kanak.

Seorang perempuan lainnya mengaku menemukan wajah tunangannya dalam koleksi foto yang tersebar.

Kejadian ini memicu kekhawatiran publik, terutama terkait risiko penyakit menular seksual.

"Saya penasaran, berapa banyak perempuan yang jadi korban tidak langsung dari para pria ini," tulis salah satu pengguna media sosial.

"Menakutkan karena kita tidak tahu siapa saja di sekitar kita yang pernah jadi tamu Paman Merah," tulis lainnya.
 

Sindiran warganet
Beberapa warganet menyindir bahwa "yang gratis itu justru paling mahal," mengacu pada konsekuensi yang harus ditanggung para pria dan keluarga mereka.

Sosok Jiao juga memicu perdebatan tentang representasi gender di dunia maya.

Sebelumnya ia menggunakan nama samaran "Kakak Merah," namun kemudian diganti menjadi "Paman Merah" setelah banyak pihak menilai nama tersebut menyudutkan perempuan.

Pada 8 Juli, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Nanjing mengatakan kepada media China, Jimu News, bahwa pihaknya telah turun tangan dan siap memberikan pemeriksaan kesehatan kepada siapa pun yang merasa pernah menjadi kontak erat.

Namun mereka menolak mengungkap apakah Jiao menderita dari penyakit menular, dengan alasan melindungi privasinya.

Hukuman penjara di China
Seorang pengacara kepada China Newsweek menjelaskan bahwa seseorang yang melakukan hubungan intim tanpa pengaman dengan banyak orang meski mengetahui dirinya menderita dari penyakit menular dapat dikenai hukuman penjara 3 hingga 10 tahun.

Selain itu, berdasarkan hukum pidana China, menyebarkan konten kotor dapat dikenakan hukuman hingga dua tahun penjara.

Jiao juga bisa menghadapi tuntutan atas pelanggaran privasi dan hak potret orang lain.

(aya/.cnnindonesia)

 


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Trump Sewot Inggris Makin 'Mesra' ke China: Sangat Berbahaya

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:05:27 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

Badai Salju Dahsyat, 7 Ribu Penumpang Terjebak di Bandara Jepang

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:32:53 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

4.008 Sekolah di Korsel Tutup Gegara Kekurangan Siswa

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:54:59 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----Sebanyak .

Dunia

Crazy Rich China Diam-diam Parkir Jet Pribadi di Luar Negeri, Ada Apa?

Ahad, 28 Desember 2025 - 20:28:05 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Dunia

3 Bendungan Raksasa China yang Bikin Dunia Waswas

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:24:19 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---.

Dunia

Malaysia Mau Bangun Jembatan ke Indonesia dari Melaka

Senin, 22 Desember 2025 - 17:13:29 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan
03 Februari 2026
Pemko Pekanbaru Terus Gesa Perbaikan Jalan Rusak
03 Februari 2026
Gandeng Swasta,Renovasi Halte Bus TMP di Sudirman Pekanbaru Rampung
03 Februari 2026
Pemko Pekanbaru Telah Lakukan Penertiban Spanduk dan Sejenisnya Sejak Tahun Lalu
03 Februari 2026
Harga Emas Antam 3 Februari 2026 Anjlok Rp 183.000,
03 Februari 2026
Bupati Siak Surati Menteri Keuangan, Minta Pencairan Rp489,8 Miliar untuk Bayar Utang
03 Februari 2026
Penyeberangan RoRo Bengkalis Segera Terapkan E-Tiketing
03 Februari 2026
Nama Plt Gubri Dicatut,Waspada Penipuan!
03 Februari 2026
Mantan Gubernur Riau Orasi di Depan THM, Minta New Paragon Ditutup
02 Februari 2026
Neraca Perdagangan Riau 2025 Surplus Besar, Ekspor Melonjak dan Impor Menurun
02 Februari 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Bupati Afni Ajak Ribuan Peserta Silatda NU Doakan Korban Tangsi Belanda
  • 2 Tangsi Belanda di Siak Ambruk, 16 Orang Jadi Korban
  • 3 Terbitkan SK Pembelajaran Selama Bulan Puasa, Disdik Pekanbaru Tetapkan Libur Awal Puasa Mulai 16 Februari
  • 4 Dukung Dunia Pendidikan,The Gade Creative Lounge Pegadaian ke-24 Diresmikan di Universitas Riau
  • 5 Perkenalkan Sejarah Pekanbaru, Wako Agung Lepas Peserta Senapelan Heritage Fun Walk
  • 6 Pemprov Riau Gesa Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuansing
  • 7 Bupati Afni Tegaskan Pelayanan Honorer Non Database Harus Bebas Pungli

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved