• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026
Dibaca : 452 Kali
Pemkab Siak Bayar THR ASN 100 Persen dan TPP Murni dari APBD Tanpa Utang
Dibaca : 92 Kali
Pemprov Riau Terapkan Mekanisme WFA Bergantian, Pastikan Layanan Publik Tetap Prima
Dibaca : 62 Kali
Pemko Pekanbaru Realisasikan Perbaikan Jalan Teluk Leok
Dibaca : 53 Kali
3 Aduan THR di Riau Berhasil Cair, 17 Lainnya Masih Dikawal
Dibaca : 58 Kali

  • Home
  • Dunia

Pria China Pura-pura Jadi Perempuan Buat 'Memangsa' Seribuan Lelaki

Redaksi

Rabu, 16 Juli 2025 21:03:48 WIB
Cetak
Pria China Pura-pura Jadi Perempuan Buat 'Memangsa' Seribuan Lelaki
ilustrasi

PEKANBARU,DENTINGNEWS-----Seorang pria paruh baya di China mengejutkan publik setelah kelakuannya yang menyamar sebagai perempuan terbongkar.

Ia diduga telah menyamar sebagai wanita untuk menjebak dan 'memangsa' lebih dari seribu pria dalam hubungan seksual, yang kemudian diam-diam direkam dan disebarkan secara daring.

Kasus ini menjadi viral di media sosial Tiongkok, dengan hashtag "Red Uncle" menduduki posisi teratas tren di platform Weibo pada Selasa (9/7), menarik lebih dari 200 juta tayangan.

Warganet ramai mengungkapkan keterkejutan dan keprihatinan mereka atas isu kesehatan, privasi, dan kesetiaan dalam rumah tangga.

Ia dilaporkan telah menggoda 1.691 pria heteroseksual untuk datang ke rumahnya dan melakukan hubungan intim yang direkam secara diam-diam.

Video-video itu kemudian ia unggah secara daring. Namun dalam pernyataan resmi yang dirilis polisi distrik Nanjing pada Selasa, disebutkan bahwa pria itu bermarga Jiao dan berusia 38 tahun, bukan 60 tahun seperti yang ramai diberitakan di media sosial.

Polisi juga membantah bahwa Jiao berhubungan intim dengan lebih dari 1.000 pria, meski tidak menyebutkan jumlah pasti.

Jiao kini ditahan atas dugaan menyebarkan konten kotor. Ia belum memberikan komentar secara terbuka terkait kasus ini.

Dalam laporan media lokal, Jiao yang dijuluki "Paman Merah dari Nanjing" disebut mengenakan riasan tebal, wig, dan rok panjang.

Ia juga menirukan suara perempuan untuk menipu para korbannya.

Beberapa pria menyadari bahwa Jiao adalah pria berdandan wanita, namun sebagian besar tampaknya tertipu.

Pasang kamera tersembunyi
Menurut laporan dari media China, Jiao memasang kamera tersembunyi di apartemennya dan membagikan video hubungan seksual itu ke sebuah grup daring.

Ia bahkan disebut menerima keuntungan melalui biaya keanggotaan sebesar 150 yuan atau sekitar Rp 342,000 per orang.

Beberapa korban dilaporkan mengenali diri mereka sendiri dalam video yang tersebar dan kemudian melapor ke polisi.

Jiao tidak memungut biaya dari para tamunya, hanya meminta mereka untuk membawa hadiah kecil.

Beberapa pria datang membawakan susu atau buah-buahan, sementara satu orang bahkan memberikan setengah botol minyak goreng.

Meskipun pihak kepolisian telah memperingatkan publik untuk tidak menyebarluaskan video-video tersebut, gambar wajah para korban tetap beredar di dunia maya.

Banyak korban pria diketahui identitasnya setelah dikenali oleh teman atau anggota keluarga mereka.
Salah satu pria bahkan dikenali oleh ibunya sendiri yang menyebut bahwa anaknya adalah guru bahasa Inggris di taman kanak-kanak.

Seorang perempuan lainnya mengaku menemukan wajah tunangannya dalam koleksi foto yang tersebar.

Kejadian ini memicu kekhawatiran publik, terutama terkait risiko penyakit menular seksual.

"Saya penasaran, berapa banyak perempuan yang jadi korban tidak langsung dari para pria ini," tulis salah satu pengguna media sosial.

"Menakutkan karena kita tidak tahu siapa saja di sekitar kita yang pernah jadi tamu Paman Merah," tulis lainnya.
 

Sindiran warganet
Beberapa warganet menyindir bahwa "yang gratis itu justru paling mahal," mengacu pada konsekuensi yang harus ditanggung para pria dan keluarga mereka.

Sosok Jiao juga memicu perdebatan tentang representasi gender di dunia maya.

Sebelumnya ia menggunakan nama samaran "Kakak Merah," namun kemudian diganti menjadi "Paman Merah" setelah banyak pihak menilai nama tersebut menyudutkan perempuan.

Pada 8 Juli, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Nanjing mengatakan kepada media China, Jimu News, bahwa pihaknya telah turun tangan dan siap memberikan pemeriksaan kesehatan kepada siapa pun yang merasa pernah menjadi kontak erat.

Namun mereka menolak mengungkap apakah Jiao menderita dari penyakit menular, dengan alasan melindungi privasinya.

Hukuman penjara di China
Seorang pengacara kepada China Newsweek menjelaskan bahwa seseorang yang melakukan hubungan intim tanpa pengaman dengan banyak orang meski mengetahui dirinya menderita dari penyakit menular dapat dikenai hukuman penjara 3 hingga 10 tahun.

Selain itu, berdasarkan hukum pidana China, menyebarkan konten kotor dapat dikenakan hukuman hingga dua tahun penjara.

Jiao juga bisa menghadapi tuntutan atas pelanggaran privasi dan hak potret orang lain.

(aya/.cnnindonesia)

 


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Vlogger Filipina Meninggal Setelah Makan 'Kepiting Setan'

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS--.

Dunia

Bupati Siak Afni Optimis PT BSP Bisa Kembali Bangkit

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:30:00 WIB

SIAK, DENTINGNEWS-----Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli optimis  Bad.

Dunia

Trump Sewot Inggris Makin 'Mesra' ke China: Sangat Berbahaya

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:05:27 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

Badai Salju Dahsyat, 7 Ribu Penumpang Terjebak di Bandara Jepang

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:32:53 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

4.008 Sekolah di Korsel Tutup Gegara Kekurangan Siswa

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:54:59 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----Sebanyak .

Dunia

Crazy Rich China Diam-diam Parkir Jet Pribadi di Luar Negeri, Ada Apa?

Ahad, 28 Desember 2025 - 20:28:05 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026
16 Maret 2026
Pemkab Siak Bayar THR ASN 100 Persen dan TPP Murni dari APBD Tanpa Utang
16 Maret 2026
Pemprov Riau Terapkan Mekanisme WFA Bergantian, Pastikan Layanan Publik Tetap Prima
16 Maret 2026
Pemko Pekanbaru Realisasikan Perbaikan Jalan Teluk Leok
16 Maret 2026
3 Aduan THR di Riau Berhasil Cair, 17 Lainnya Masih Dikawal
16 Maret 2026
BPJN Riau Siagakan 14 Posko Mudik dan Alat Berat di Jalur Lintas
16 Maret 2026
Wawako Apresiasi Festival Lampu Colok di Kecamatan Bukit Raya
16 Maret 2026
BPBD Pekanbaru Telah Tangani 49 Kejadian Kebakaran Lahan
15 Maret 2026
Selama Mudik, Tarif Tol Permai-XII Koto Kampar DIskon 30 Persen
14 Maret 2026
Bupati Afni Dampingi Puluhan Anak Yatim Belanja Kebutuhan Lebaran di Kandis
14 Maret 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp27,68 Triliun hingga Februari 2026
  • 2 Berlangsung Lama,Pemadaman Karhutla di Rimbo Panjang Terkendal Air
  • 3 ASN Riau Diingatkan Tidak Bawa Mobil Dinas Saat Mudik Lebaran
  • 4 PT Bumi Siak Pusako Gelar RUPS Bagikan Dividen Interim dari Kinerja Tahun Buku 2025
  • 5 Pemkab Siak Bayar Penuh THR ASN Tapi TPP Disesuaikan Kemampuan APBD
  • 6 Jelang Lebaran, Disnaker Pekanbaru Terima 13 Pengaduan Terkait THR
  • 7 ASN Pekanbaru Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved