• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Pemko Pekanbaru Janji Beri Keringanan Untuk Pedagang Eks Pemegang HGB Ruko STC
Dibaca : 36 Kali
Wamenkes RI Kunjungi Riau, Perkuat Gerakan Bersama Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
Dibaca : 39 Kali
Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
Dibaca : 37 Kali
Delegasi GCMC IMT-GT ke-9 Mulai Berdatangan ke Kota Pekanbaru
Dibaca : 21 Kali
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
Dibaca : 22 Kali

  • Home
  • Dunia

Pemerintah AS Pertimbangkan Tolak Visa Turis yang Obesitas

Redaksi

Kamis, 13 November 2025 16:15:41 WIB
Cetak
Pemerintah AS Pertimbangkan Tolak Visa Turis yang Obesitas
ilustrasi

PEKANBARU,DENTINGNEWS----Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menerima instruksi untuk mempertimbangkan penolakan visa bagi turis asing yang menderita masalah kesehatan kronis, termasuk obesitas.
Kebijakan ini diambil berdasarkan kekhawatiran bahwa turis dengan penyakit tertentu dapat membutuhkan perawatan medis yang mahal dan berpotensi menjadi beban biaya publik negara.

Menurut laporan rahasia Departemen Luar Negeri AS yang ditinjau oleh KFF Health News dan dilansir Fox News, pejabat diminta untuk menilai, "Apakah pemohon (visa) memiliki sumber daya keuangan yang memadai untuk menutupi biaya perawatan tersebut selama seluruh masa hidupnya, yang diharapkan tanpa mencari bantuan tunai publik atau pelembagaan jangka panjang dengan biaya pemerintah."

Penyakit yang menjadi perhatian utama dalam kebijakan baru ini antara lain obesitas, penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan, kanker, diabetes, penyakit metabolik, penyakit neurologis, dan kondisi kesehatan mental.

Wakil Juru Bicara Utama Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengonfirmasi arahan ini. Ia menyoroti bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump, yang mengutamakan kepentingan rakyat Amerika, tengah menegakkan kebijakan tersebut.

"Ini termasuk menegakkan kebijakan yang memastikan sistem imigrasi kita tidak menjadi beban bagi pembayar pajak Amerika," kata Pigott.

Laporan tersebut juga menjelaskan bahwa kemandirian finansial merupakan prinsip dasar kebijakan imigrasi AS selama lebih dari satu abad. Dalam konteks ini, biaya publik yang tidak dapat diterima, termasuk beban biaya kesehatan, telah diatur dalam hukum imigrasi AS.

Arahan ini, yang menghidupkan kembali ketentuan undang-undang imigrasi era Donald Trump, meminta petugas konsuler untuk memeriksa setiap wisatawan secara menyeluruh sebelum menerbitkan visa.

Lora Ries, Direktur Pusat Keamanan Perbatasan dan Imigrasi Heritage Foundation, menjelaskan bahwa pemohon visa dapat ditolak jika mereka dianggap cenderung menjadi tanggungan publik di bawah undang-undang yang berlaku.

"Jika seorang pemohon tidak diasuransikan dan tidak dapat menunjukkan bahwa mereka dapat menutupi potensi biaya medis, seperti yang terkait dengan kondisi kronis, itu dapat menunjukkan risiko tinggi menjadi tanggung jawab publik dan membuat mereka kandidat kuat untuk penolakan visa," terang Ries kepada Fox News.

Hal ini menjadi isu penting mengingat data tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar satu dari lima orang dewasa imigran di AS secara sah tidak memiliki asuransi kesehatan, dan AS tidak memiliki mandat asuransi federal untuk pemegang visa kerja tertentu seperti H-1B.

Menanggapi ide ini, dokter analis medis senior Marc Siegel berpendapat bahwa kondisi kronis seperti obesitas, jantung, dan diabetes berpotensi menimbulkan lonjakan biaya tak terduga.

"Solusinya mungkin bukan larangan, tetapi nasihat pengawasan atau dokumentasi lebih lanjut untuk menghindari kelebihan biaya. Dengan kata lain, obesitas adalah sinyal untuk peningkatan risiko, tapi itu tidak berarti mereka ada di sana dalam setiap kasus," pungkas Siegel.

 
 


Sumber : https://www.cnnindonesia. /  Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Kisah Pria Datangi 9 Piala Dunia dengan Mobil VW Kodok Bergambar Bola

Ahad, 21 Juni 2026 - 20:05:48 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS--.

Dunia

Lagi, 11 Tentara dan Polisi Israel Tewas Bunuh Diri

Senin, 27 April 2026 - 21:00:22 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Dunia

Cerita Lucu Jemaah Haji Bawa Petis, Koper Sempat Dibongkar di Madinah

Senin, 27 April 2026 - 20:53:45 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

Iran Sudah Bertahun-tahun Punya Strategi Penutupan Selat Hormuz

Selasa, 21 April 2026 - 19:47:45 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

Militer AS Akan Buru Kapal-kapal Tanker Iran di Dekat RI

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17:02 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

Vlogger Filipina Meninggal Setelah Makan 'Kepiting Setan'

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS--.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemko Pekanbaru Janji Beri Keringanan Untuk Pedagang Eks Pemegang HGB Ruko STC
04 Agustus 2026
Wamenkes RI Kunjungi Riau, Perkuat Gerakan Bersama Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
04 Agustus 2026
Korban Gigitan Monyet Liar di Tembilahan Bertambah Jadi 15 Orang
04 Agustus 2026
Delegasi GCMC IMT-GT ke-9 Mulai Berdatangan ke Kota Pekanbaru
04 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
04 Agustus 2026
Pemprov Buka Pendaftaran Beasiswa Riau Cerdas Lanjutan 2026
04 Agustus 2026
Pengukuhan 202 Ketua RT/RW dan 310 Ketua Dasa Wisma Perkuat Kelembagaan Masyarakat Tenayan Raya
04 Agustus 2026
Berjuang 34 Hari Lawan Sakit, Gajah Binaan BBKSDA Riau Jovi Meninggal Dunia
04 Agustus 2026
Nilai Tukar Petani Riau Naik Jadi 194,29 pada Juli 2026, Tertinggi Kedua di Sumatera
04 Agustus 2026
Karhutla di Riau: Sumber Air Menipis, Manggala Agni Harus Pindahkan Pompa Tiap 30 Menit
03 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Temui Wapres Gibran, Bupati Siak Perjuangkan Hak DBH bagi Daerah Penghasil SDA
  • 2 Pemprov Riau-Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan Rohul dan Kampar
  • 3 Pekanbaru Jadi Ketua Jaringan IMT-GT, Konsep Green City Makin Diperkuat
  • 4 Dampingi UAS, Kapolda dan Pangdam Touring, Bupati Afni Kenalkan Sejarah dan Keindahan Siak
  • 5 Bupati Afni Lantik Pengurus KTNA, Serahkan Bantuan Alsintan Hampir Rp15 Miliar
  • 6 Hasil Seleksi Pemenuhan Kuota SMP Negeri Pekanbaru Diumumkan, Daftar Ulang Dimulai 6 Juli
  • 7 Harga Emas Hari Ini Terpantau Stabil

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved