• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Dibaca : 30 Kali
Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027
Dibaca : 20 Kali
Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU
Dibaca : 24 Kali
PSPS Masih Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A
Dibaca : 18 Kali
Rakernas IMI 2026 Digelar di Pekanbaru, Ketua Umum Moreno Soeprapto Dipastikan Hadir
Dibaca : 59 Kali

  • Home
  • Pendidikan

Alasan Nadiem Berkeras Sekolah Tatap Muka Usai Vaksinasi Guru

Redaksi

Jumat, 19 Maret 2021 12:46:16 WIB
Cetak
Alasan Nadiem Berkeras Sekolah Tatap Muka Usai Vaksinasi Guru
Mendikbud Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Jakarta, Dentingnews.com -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menegaskan opsi pembukaan sekolah setelah vaksinasi Covid-19 guru dan tenaga kependidikan rampung, bersifat wajib. Jika orang tua ingin anaknya belajar di sekolah, lanjut dia, sekolah harus bisa menyanggupi.
"Sekolah wajib berikan opsi [pembukaan sekolah]. Boleh saja buka dua hari dalam seminggu. Tapi opsi tatap muka wajib dilaksanakan," tutur Nadiem dalam Rapat Kerja bersama Komisi X, Kamis (18/3).

Nadiem mengatakan upaya tersebut ditempuh demi mendorong pembukaan sekolah secara bertahap. Di hadapan anggota Komisi X DPR RI, ia menjabarkan pelbagai alasan yang mendasari keputusannya meminta sekolah dibuka setelah vaksinasi selesai.

Dari sisi kesehatan, Nadiem meyakini Covid-19 lebih berisiko tinggi pada pendidik dan tenaga kependidikan pada kelompok usia 31-51 tahun. Menurut dia, pada infeksi terhadap anak umumnya kasus tidak bergejala.

Baca Juga :
  • Awal Tahun, Pemko Pekanbaru Rencanakan Pembelajaran Tatap Muka Penuh
  • Disdik Pekanbaru Minta Semua Awasi Prokes Sekolah
  • Disdik Pekanbaru Segera Rapid Tes Antigen Warga Sekolah

Selain itu menurut dia risiko penularan lebih tinggi diakibatkan kegiatan luar aktivitas sekolah. "Transmisi terhadap anak terutama terjadi dalam aktivitas sosial di luar kelas, bukan saat pembelajaran tatap muka di dalam kelas," kata dia.

Nadiem pun menyebut kebanyakan anak yang terinfeksi Covid-19 umumnya pun tertular dari orang dewasa. Sehingga ia menilai tepat jika sekolah dibuka setelah vaksinasi diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan.

Sementara dari sisi kebijakan, Nadiem mengaku khawatir dengan perkembangan pendidikan Indonesia dibanding dunia. Dia merasa tertinggal jauh dibanding negara-negara lain yang juga terdampak pandemi Covid-19.

"Dari semua 23 negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, 85 persen dari semua negara tersebut sudah buka sekolahnya. Kita tertinggal, kita dalam 15 persen [sekolah] yang partially open," tambah dia.

Kekukuhan pemerintah membuka sekolah membuat khawatir sejumlah kalangan, mulai dari guru, orang tua, epidemiolog, hingga Dewan Perwakilan Rakyat.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengatakan meskipun guru dan tenaga kependidikan sudah menerima suntik vaksin, banyak penularan virus corona masih menghantui siswa lantaran belum ada mekanisme vaksinasi untuk usia 18 tahun ke bawah.

Adapun Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda meminta pemerintah mewaspadai dan mempertimbangkan adanya mutasi corona baru yang kini mulai berkembang di Indonesia.

"Ada varian baru virus ini juga harus diwaspadai dan dijadikan sebagai pertimbangan terkait rencana (buka sekolah) bulan Juli itu," ucap dia.

Sementara Epidemiolog dari Universitas Airlangga Windhu Purnomo mengingatkan pembukaan sekolah berisiko tinggi penularan jika penerapan protokol kesehatan dan penanganan pandemi di Indonesia belum berubah.

Menurut Windhu, kepatuhan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di masyarakat tergolong rendah. Sementara cara pemerintah menangani pandemi pun menurut pandangannya, belum maksimal. Ia juga menyoroti vaksinasi Covid-19 yang dinilai masih lambat.

"Nggak mungkin kalau kita seperti ini [progres vaksinasi], tentu tidak akan aman bulan Juli. 5 juta guru sudah divaksin, tapi kan belum herd immunity. Jadi di tingkat masyarakat [penyebaran covid-19] masih tinggi banget," pungkas Windhu. (cnnindonesia)


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Pendidikan

Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027

Selasa, 03 November 2026 - 17:30:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----- Pemerintah Kota (Pemko) P.

Pendidikan

Pemprov Riau Gelar Pemilihan Guru dan Kepala Sekolah PNS Berprestasi 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:00:00 WIB

PEKANBARU, DENTINGNEWS---- Pemerintah Provinsi (Pemp.

Pendidikan

Mahasiswa Asal Siak Raih Juara 1 Esai Nasional, Gagas Pelayanan Publik Humanis di Era Digital

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:11:19 WIB

SIAK, DENTINGNEWS-----Ninda Nurhidayatun Nisa (21), mahasiswa Univers.

Pendidikan

Disdik Pekanbaru Berlakukan Sekolah Tatap Muka Bagi SD hingga SMP

Ahad, 18 Oktober 2026 - 18:00:14 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Dinas Pendidikan Kota Peka.

Pendidikan

Kabut Asap Masih Pekat, Pemko Pekanbaru Perpanjang Kebijakan PJJ

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:30:00 WIB

PEKANBARU, DENTINGNEWS ----- Pemerintah Kota (Pemko).

Pendidikan

Bea Siswa Pemprov Riau Cair, Total Rp6,7 Miliar untuk 1.138 Mahasiswa

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:00:00 WIB

PEKANBARU  DENTINGNEWS---- Komitmen Pemerintah .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
03 November 2026
Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027
03 November 2026
Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU
03 November 2026
PSPS Masih Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A
03 November 2026
Rakernas IMI 2026 Digelar di Pekanbaru, Ketua Umum Moreno Soeprapto Dipastikan Hadir
02 November 2026
Penataan Jaringan Kabel FO Kembali Dilakukan Pemko Pekanbaru, Kali Ini Fokus di Jalan Paus
02 November 2026
Inflasi Riau Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen
02 November 2026
BBKSDA Konfirmasi Temuan Jejak Harimau di Kampar
02 November 2026
Pemprov Riau Alokasikan Rp2,1 Miliar Perbaiki Ruas Jalan Sontang Duri
02 November 2026
Pemko Pekanbaru Usulkan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah untuk Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai
02 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tiap Hari, Dinkes Pekanbaru Perbarui Data Pasien ISPA dan Kualitas Udara
  • 2 17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital
  • 3 Sidak 7 Arena Biliar, Satpol PP Pekanbaru Temukan Berbagai Pelanggaran
  • 4 Di Panggung Baznas Award 2026, Bupati Afni Minta Pemerintah Kaji Ulang Gaji ASN Disalurkan Lewat Kopdes
  • 5 Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, PT BSP Gandeng Kejari Siak
  • 6 Tinjau Operasi Pasar Murah di Melebung, Plt Gubri Bagikan Beras dan Minyak Goreng Gratis
  • 7 Pemko Pekanbaru Raih Predikat Sangat Baik dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Perizinan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved