• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Gempur Karhutla, 6 Helikopter Sudah Stanby di Riau
Dibaca : 33 Kali
Wujudkan Misi Ekologi, Pemkab Siak Gandeng Pemerintah Swiss, UNDP dan Mitra Pembangunan
Dibaca : 49 Kali
Pemkab Siak Gandeng Ngo Perkuat Kapasitas Hukum Penghulu Kampung Hadapi Konflik Agraria Dan Lingkungan Hidup
Dibaca : 44 Kali
SPMB SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau Resmi Ditutup, Tercatat 79.350 Pendaftar
Dibaca : 31 Kali
PT BSP Gelar RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa, Tetapkan Direktur Baru untuk Perkuat Kinerja
Dibaca : 72 Kali

  • Home
  • Nasional

Potensi Lonjakan Corona RI dan Senjata Tracing Tanpa Lockdown

Redaksi

Rabu, 31 Maret 2021 12:07:24 WIB
Cetak
Potensi Lonjakan Corona RI dan Senjata Tracing Tanpa Lockdown
ilustrasi : vaksin covid 19


JAKARTA, Dentingnews.com-Kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Sudah delapan pekan kasus Covid-19 di Indonesia turun sejak rekor kasus harian tertinggi pada 30 Januari lalu, 14.518 kasus dalam sehari.

Sementara itu beberapa negara di Eropa, Australia, dan Asia Tenggara memutuskan untuk melakukan karantina wilayah alias lockdown usai terjadi peningkatan kasus Covid-19 di wilayahnya.


Beberapa ahli menilai peningkatan kasus itu imbas mutasi virus SARS-CoV-2 varian B117. Virus yang pertama kali ditemukan di Inggris itu dilaporkan memiliki kemampuan penularan yang masif.

Baca Juga :
  • Pasien Positif Covid 19 Asal Kuansing Berusia 8 Tahun
  • PM Malaysia Disambut Pawai dari Monas hingga Istana Negara
  • Laju Deforestasi Indonesia Turun 75,03 %

Anggota Bidang Tracking Satgas Penanganan Covid-19 Masdalina Pane mengatakan gelombang pertama dapat dikatakan sudah terjadi apabila ada konsistensi penambahan kasus harian yang berjumlah setengah dari kasus tertinggi yang pernah ada. Hitungan itu disebutnya berdasarkan rumus WHO.

Dalam konteks Indonesia, maka gelombang pertama bisa dikatakan terlewati jika ada penambahan kasus harian yang berjumlah setengah dari 14 ribu atau kurang lebih 7 ribu kasus dalam sehari secara konsisten dalam 3-5 pekan.

Bila melihat pakem itu, maka perkembangan kasus Covid-19 di bawah angka tujuh ribu kasus dalam sehari telah terjadi selama empat pekan. Namun begitu, Masdalina belum bisa mengatakan bahwa Indonesia telah melalui puncak gelombang pertama Covid-19.

"Jadi sampai hari ini kita sudah turun delapan minggu berturut-turut, dan belum pernah ada sebelumnya turun lebih dari lima minggu. Dan empat minggu di antaranya kita sudah turun dari 50 persen puncak tertinggi," kata Masdalina saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (31/3).

Masdalina menyebut sedianya bila penambahan kasus berada di bawah 7 ribu dalam tiga pekan, itu sudah menjadi bukti bahwa Indonesia telah mengalami penurunan kasus yang signifikan. Namun, menurutnya pihaknya perlu melihat perkembangan dua pekan lagi untuk bisa memastikan apakah Indonesia telah melalui puncak tertinggi atau gelombang pertama Covid-19.

"Hanya agar lebih konsisten, penurunan jadi sekitar sepuluh minggu, sehingga bisa dilihat dalam dua minggu ke depan lagi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Masdalina pun mengaku cukup was-was penurunan kasus Covid-19 yang sudah cukup signifikan ini tidak bertahan lama. Sebab, selalu ada potensi kenaikan kasus pasca-libur panjang, terutama mengingat mulai merebaknya mutasi virus SARS-CoV-2 varian B117 dan juga lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di negara lain.

Namun demikian, Masdalina yakin bahwa saat ini kasus mutasi virus asal Inggris itu tidak menyebabkan penambahan kasus Covid-19 yang cukup signifikan di Indonesia.

"Jelas lonjakan kasus bisa terjadi. Tetapi apapun kondisi di lapangannya, misalnya strain baru kita kan ada di Desember-Januari, baru ditemukan di Februari, kemudian ketika kita lakukan penyelidikan epdidemiologis, apakah strain baru menimbulkan penularan yang banyak? tidak," jelas Masdalina.


Masdalina juga optimistis bahwa strategi pengendalian yang diterapkan Satgas Covid-19 saat ini sudah cukup efektif dan berdasarkan pakem pengendalian Covid-19 dari badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ia menyebut strategi tracing alias penelusuran kontak yang berjalan mulai akhir Oktober 2020 itu membawa dampak cukup signifikan dalam perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

Masdalina membeberkan, sebaran kasus Covid-19 memang mulai meningkat tajam pada Desember 2020 hingga Januari 2021. Meski begitu, ia menyebut peningkatan itu berasal dari hasil tracing yang optimal. Artinya, kontak erat kasus Covid-19 sesegera mungkin 'dikurung' sehingga tidak menyebarluaskan penularan virus corona.

Dengan strategi itu, Masdalina menyebut hasilnya dapat dilihat dalam dua bulan terakhir ini, di mana kasus Covid-19 di Indonesia mulai mengalami penurunan kasus dengan jangka waktu yang lama.

"Sebelum ada program tracing kita sama sekali tidak mengendalikan pandemi. Orang hanya ribut bicara testing, arus mudik, PSBB, PPKM, tapi teknik pengendalian tidak pernah mereka bicarakan," kata Masdalina.

Masdalina mengatakan upaya preventif dan solutif yang akan dilakukan pihaknya bila terdapat lonjakan kasus atau gelombang baru Covid-19 di Indonesia adalah cukup dengan tracing.

Opsi lockdown hingga pembatasan mobilitas warga menurutnya tidak terlalu efektif, sebab penularan menurutnya bukan hanya terletak pada mobilisasi, melainkan perilaku masyarakat.

Sementara upaya antisipatif seperti penambahan tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 menurutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kasus yang ada.

"Tidak ada lockdown, tracing cukup. Libur panjang 2020 ada empat libur panjang dibilang kasus naik, tapi di 2021 ada dua libur panjang long weekend imlek dan isra miraj, orang berbondong-bondong ke sana kemari kasusnya naik tidak? Tidak. Kenapa? karena tracing," jelas Masdalina.(cnnindonesia)


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:16:21 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS--.

Nasional

Prabowo: Akan Ada Uang Rampasan Rp49 Triliun Lagi Bulan Depan

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:09:31 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS-.

Nasional

Menlu RI Sebut Stok BBM Aman saat Perang Iran: Tak Semua Lewat Hormuz

Rabu, 22 April 2026 - 18:17:23 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS--.

Nasional

2 Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Kemlu Buka Dialog dengan Iran Minta Jaminan Keselamatan

Jumat, 06 Maret 2026 - 15:00:26 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS----Kementerian Luar Negeri (Keml.

Nasional

Prabowo Minta Kumpulkan Video Kritik MBG: Biar Saya Lihat Tiap Malam

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00:00 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS.

Nasional

KPK: Pejabat Bea Cukai Terima Rp7 Miliar per Bulan Loloskan Barang KW

Jumat, 06 Februari 2026 - 16:49:55 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Gempur Karhutla, 6 Helikopter Sudah Stanby di Riau
20 Juni 2026
Wujudkan Misi Ekologi, Pemkab Siak Gandeng Pemerintah Swiss, UNDP dan Mitra Pembangunan
20 Juni 2026
Pemkab Siak Gandeng Ngo Perkuat Kapasitas Hukum Penghulu Kampung Hadapi Konflik Agraria Dan Lingkungan Hidup
20 Juni 2026
SPMB SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau Resmi Ditutup, Tercatat 79.350 Pendaftar
19 Juni 2026
PT BSP Gelar RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa, Tetapkan Direktur Baru untuk Perkuat Kinerja
19 Juni 2026
Wako Agung Dampingi Andre Rosiade Tinjau SPPG di Pekanbaru
19 Juni 2026
SPMB SMP dan SD Negeri di Pekanbaru Segera Dimulai
19 Juni 2026
Pelaku Karhutla di Bengkalis Diamankan Polisi
19 Juni 2026
Siak Pertahankan WTP 15 Kali Berturut-turut, Bupati Afni: Jangan Berpuas Diri
18 Juni 2026
Walikota Apresiasi Kinerja 30 LPS Terbaik di Kota Pekanbaru
18 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juni 2026: Antam Naik, UBS dan Galeri24 Stabil
  • 2 Pasokan dan Harga Minyakita di Pasaran Stabil
  • 3 Jemaah Haji Siak Kloter BTH 12 Tiba di Arafah, Siap Jalani Puncak Ibadah Haji
  • 4 Plt Gubri SF Hariyanto Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau
  • 5 Industri Penjaminan Dinilai Jadi Kunci Penguatan Pembiayaan dan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • 6 Simak Harga Emas 24 Karat Hari Ini 19 Mei 2026
  • 7 Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026 Stabil

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved