• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan
Dibaca : 115 Kali
Pemko Pekanbaru Terus Gesa Perbaikan Jalan Rusak
Dibaca : 96 Kali
Gandeng Swasta,Renovasi Halte Bus TMP di Sudirman Pekanbaru Rampung
Dibaca : 91 Kali
Pemko Pekanbaru Telah Lakukan Penertiban Spanduk dan Sejenisnya Sejak Tahun Lalu
Dibaca : 80 Kali
Harga Emas Antam 3 Februari 2026 Anjlok Rp 183.000,
Dibaca : 139 Kali

  • Home
  • Nasional

Potensi Lonjakan Corona RI dan Senjata Tracing Tanpa Lockdown

Redaksi

Rabu, 31 Maret 2021 12:07:24 WIB
Cetak
Potensi Lonjakan Corona RI dan Senjata Tracing Tanpa Lockdown
ilustrasi : vaksin covid 19


JAKARTA, Dentingnews.com-Kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Sudah delapan pekan kasus Covid-19 di Indonesia turun sejak rekor kasus harian tertinggi pada 30 Januari lalu, 14.518 kasus dalam sehari.

Sementara itu beberapa negara di Eropa, Australia, dan Asia Tenggara memutuskan untuk melakukan karantina wilayah alias lockdown usai terjadi peningkatan kasus Covid-19 di wilayahnya.


Beberapa ahli menilai peningkatan kasus itu imbas mutasi virus SARS-CoV-2 varian B117. Virus yang pertama kali ditemukan di Inggris itu dilaporkan memiliki kemampuan penularan yang masif.

Baca Juga :
  • Pasien Positif Covid 19 Asal Kuansing Berusia 8 Tahun
  • PM Malaysia Disambut Pawai dari Monas hingga Istana Negara
  • Laju Deforestasi Indonesia Turun 75,03 %

Anggota Bidang Tracking Satgas Penanganan Covid-19 Masdalina Pane mengatakan gelombang pertama dapat dikatakan sudah terjadi apabila ada konsistensi penambahan kasus harian yang berjumlah setengah dari kasus tertinggi yang pernah ada. Hitungan itu disebutnya berdasarkan rumus WHO.

Dalam konteks Indonesia, maka gelombang pertama bisa dikatakan terlewati jika ada penambahan kasus harian yang berjumlah setengah dari 14 ribu atau kurang lebih 7 ribu kasus dalam sehari secara konsisten dalam 3-5 pekan.

Bila melihat pakem itu, maka perkembangan kasus Covid-19 di bawah angka tujuh ribu kasus dalam sehari telah terjadi selama empat pekan. Namun begitu, Masdalina belum bisa mengatakan bahwa Indonesia telah melalui puncak gelombang pertama Covid-19.

"Jadi sampai hari ini kita sudah turun delapan minggu berturut-turut, dan belum pernah ada sebelumnya turun lebih dari lima minggu. Dan empat minggu di antaranya kita sudah turun dari 50 persen puncak tertinggi," kata Masdalina saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (31/3).

Masdalina menyebut sedianya bila penambahan kasus berada di bawah 7 ribu dalam tiga pekan, itu sudah menjadi bukti bahwa Indonesia telah mengalami penurunan kasus yang signifikan. Namun, menurutnya pihaknya perlu melihat perkembangan dua pekan lagi untuk bisa memastikan apakah Indonesia telah melalui puncak tertinggi atau gelombang pertama Covid-19.

"Hanya agar lebih konsisten, penurunan jadi sekitar sepuluh minggu, sehingga bisa dilihat dalam dua minggu ke depan lagi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Masdalina pun mengaku cukup was-was penurunan kasus Covid-19 yang sudah cukup signifikan ini tidak bertahan lama. Sebab, selalu ada potensi kenaikan kasus pasca-libur panjang, terutama mengingat mulai merebaknya mutasi virus SARS-CoV-2 varian B117 dan juga lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di negara lain.

Namun demikian, Masdalina yakin bahwa saat ini kasus mutasi virus asal Inggris itu tidak menyebabkan penambahan kasus Covid-19 yang cukup signifikan di Indonesia.

"Jelas lonjakan kasus bisa terjadi. Tetapi apapun kondisi di lapangannya, misalnya strain baru kita kan ada di Desember-Januari, baru ditemukan di Februari, kemudian ketika kita lakukan penyelidikan epdidemiologis, apakah strain baru menimbulkan penularan yang banyak? tidak," jelas Masdalina.


Masdalina juga optimistis bahwa strategi pengendalian yang diterapkan Satgas Covid-19 saat ini sudah cukup efektif dan berdasarkan pakem pengendalian Covid-19 dari badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ia menyebut strategi tracing alias penelusuran kontak yang berjalan mulai akhir Oktober 2020 itu membawa dampak cukup signifikan dalam perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

Masdalina membeberkan, sebaran kasus Covid-19 memang mulai meningkat tajam pada Desember 2020 hingga Januari 2021. Meski begitu, ia menyebut peningkatan itu berasal dari hasil tracing yang optimal. Artinya, kontak erat kasus Covid-19 sesegera mungkin 'dikurung' sehingga tidak menyebarluaskan penularan virus corona.

Dengan strategi itu, Masdalina menyebut hasilnya dapat dilihat dalam dua bulan terakhir ini, di mana kasus Covid-19 di Indonesia mulai mengalami penurunan kasus dengan jangka waktu yang lama.

"Sebelum ada program tracing kita sama sekali tidak mengendalikan pandemi. Orang hanya ribut bicara testing, arus mudik, PSBB, PPKM, tapi teknik pengendalian tidak pernah mereka bicarakan," kata Masdalina.

Masdalina mengatakan upaya preventif dan solutif yang akan dilakukan pihaknya bila terdapat lonjakan kasus atau gelombang baru Covid-19 di Indonesia adalah cukup dengan tracing.

Opsi lockdown hingga pembatasan mobilitas warga menurutnya tidak terlalu efektif, sebab penularan menurutnya bukan hanya terletak pada mobilisasi, melainkan perilaku masyarakat.

Sementara upaya antisipatif seperti penambahan tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 menurutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kasus yang ada.

"Tidak ada lockdown, tracing cukup. Libur panjang 2020 ada empat libur panjang dibilang kasus naik, tapi di 2021 ada dua libur panjang long weekend imlek dan isra miraj, orang berbondong-bondong ke sana kemari kasusnya naik tidak? Tidak. Kenapa? karena tracing," jelas Masdalina.(cnnindonesia)


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Polisi Sebut Tak Ada Unsur Pidana di Kasus Kematian Lula Lahfah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:00:00 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS---.

Nasional

Jokowi : Saya Akan Bekerja Mati-matian untuk PSI

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:51:51 WIB

MAKASSAR,DENTINGNEWS.

Nasional

DPD RI di Jambi Bahas Infrastruktur Batubara, Warga Aur Kenali Kecewa Belum Ada Keputusan

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:06:09 WIB

JAMBI, DENTINGNEWS--- Polemik rencana pembangunan jalan khusus dan st.

Nasional

Purbaya Tak Gentar Di-Noel-Kan: Gue Nggak Terima Duit, Gaji Gede

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:25:17 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS-.

Nasional

28 Juta Warga Berpotensi Gangguan Mental, Layanan Puskesmas Diperkuat

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:33:10 WIB

JAKARTA,DENTINGNEWS----.

Nasional

PDIP Tegaskan Tolak Pilkada Lewat DPRD

Senin, 12 Januari 2026 - 21:37:58 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Bupati Siak Temui Menko Pangan, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan dan Kampung Nelayan
03 Februari 2026
Pemko Pekanbaru Terus Gesa Perbaikan Jalan Rusak
03 Februari 2026
Gandeng Swasta,Renovasi Halte Bus TMP di Sudirman Pekanbaru Rampung
03 Februari 2026
Pemko Pekanbaru Telah Lakukan Penertiban Spanduk dan Sejenisnya Sejak Tahun Lalu
03 Februari 2026
Harga Emas Antam 3 Februari 2026 Anjlok Rp 183.000,
03 Februari 2026
Bupati Siak Surati Menteri Keuangan, Minta Pencairan Rp489,8 Miliar untuk Bayar Utang
03 Februari 2026
Penyeberangan RoRo Bengkalis Segera Terapkan E-Tiketing
03 Februari 2026
Nama Plt Gubri Dicatut,Waspada Penipuan!
03 Februari 2026
Mantan Gubernur Riau Orasi di Depan THM, Minta New Paragon Ditutup
02 Februari 2026
Neraca Perdagangan Riau 2025 Surplus Besar, Ekspor Melonjak dan Impor Menurun
02 Februari 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Bupati Afni Ajak Ribuan Peserta Silatda NU Doakan Korban Tangsi Belanda
  • 2 Tangsi Belanda di Siak Ambruk, 16 Orang Jadi Korban
  • 3 Harga Emas Batangan 24 Karat Hari Ini 30 Januari 2026: Harga Emas Antam Amblas
  • 4 Terbitkan SK Pembelajaran Selama Bulan Puasa, Disdik Pekanbaru Tetapkan Libur Awal Puasa Mulai 16 Februari
  • 5 Dukung Dunia Pendidikan,The Gade Creative Lounge Pegadaian ke-24 Diresmikan di Universitas Riau
  • 6 Perkenalkan Sejarah Pekanbaru, Wako Agung Lepas Peserta Senapelan Heritage Fun Walk
  • 7 Pemprov Riau Gesa Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuansing

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved