• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Gempur Karhutla, 6 Helikopter Sudah Stanby di Riau
Dibaca : 30 Kali
Wujudkan Misi Ekologi, Pemkab Siak Gandeng Pemerintah Swiss, UNDP dan Mitra Pembangunan
Dibaca : 47 Kali
Pemkab Siak Gandeng Ngo Perkuat Kapasitas Hukum Penghulu Kampung Hadapi Konflik Agraria Dan Lingkungan Hidup
Dibaca : 42 Kali
SPMB SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau Resmi Ditutup, Tercatat 79.350 Pendaftar
Dibaca : 30 Kali
PT BSP Gelar RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa, Tetapkan Direktur Baru untuk Perkuat Kinerja
Dibaca : 72 Kali

  • Home
  • Gaya Hidup

Studi Ungkap Covid-19 Bisa Rusak Plasenta Bayi dalam Kandungan

Redaksi

Selasa, 15 Februari 2022 17:00:19 WIB
Cetak
Studi Ungkap Covid-19 Bisa Rusak Plasenta Bayi dalam Kandungan
Ilustrasi

PEKANBARU,DENTINGNEWS.COM -- Covid-19 dapat mempengaruhi janin yang sedang tumbuh dalam kandungan ibu hamil. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa Covid-19 bisa merusak plasenta bayi dalam kandungan ibu hamil, terutama yang belum vaksinasi.

Menurut penelitian dalam jurnal Archives of Pathology & Laboratory Medicine, Covid-19 dapat menyerang dan menghancurkan plasenta, organ vaskular yang berfungsi sebagai jalur kehidupan janin, yang menyebabkan sesak napas dan lahir mati.

"Kami belum pernah melihat tingkat kehancuran akibat penyakit menular ini sebelumnya. Itu membuat plasenta tidak layak untuk menjalankan tugasnya," kata David Schwartz, ahli patologi perinatal di Atlanta, yang memimpin penelitian, seperti dikutip NBC News.

Baca Juga :
  • 4 Posisi Seks Untuk Wanita yang Insecure dengan Tubuhnya

"Janin dan bayi baru lahir ini meninggal karena sesak napas karena kekurangan oksigen."

Lebih lanjut, Schwartz mengatakan bahwa tidak seperti patogen penyakit lain yang membunuh janin dengan cara menginfeksi secara langsung, virus Corona menyebabkan plasenta hancur dan membuat janin kekurangan oksigen.

Dalam studi tersebut, Schwartz dan timnya meneliti 68 kematian perinatal di 12 negara. Semua 68 bayi lahir mati atau meninggal dalam waktu tujuh hari setelah dilahirkan.

Semuanya memiliki ibu yang tidak divaksinasi dan telah terinfeksi virus corona saat hamil. Studi mereka termasuk pemeriksaan semua 68 plasenta serta 30 otopsi.

Menurut Schwartz, penelitian awal menunjukkan plasentasi SARS-CoV-2 terjadi selama beberapa hari hingga dua minggu.

Oleh karenanya, dia menyarankan dokter kandungan untuk melakukan USG trimester ketiga pada wanita yang telah terinfeksi Covid selama kehamilan untuk menyaring tanda-tanda peringatan yang dapat membahayakan bayi.

Pentingnya vaksinasi Covid-19
Setelah mengetahui Covid-19 rusak plasenta ibu hamil, dokter mengatakan satu-satunya cara terbaik bagi wanita hamil untuk melindungi diri mereka sendiri dan bayi mereka adalah dengan mendapatkan vaksin Covid.

"Meskipun ada banyak hal yang tidak kami ketahui cara mencegahnya dalam kehamilan, termasuk kelahiran mati yang tidak terkait dengan Covid-19, kami dapat mencegah kelahiran mati terkait Covid-19 dengan vaksin," kata Kjersti Aagaard, seorang profesor kedokteran ibu-janin di Baylor College of Medicine and Texas Children's Hospital, yang tidak terlibat dalam penelitian.

CDC, American College of Obstetricians & Gynecologists, dan Society for Maternal-Fetal Medicine merekomendasikan agar wanita hamil divaksinasi terhadap Covid.

Bukti yang menunjukkan keamanan vaksin untuk ibu hamil dan bayinya terus bertambah. Sebuah studi Israel, yang diterbitkan Kamis di JAMA Pediatrics, melibatkan lebih dari 24.000 bayi, dan tidak menemukan perbedaan risiko kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah di antara ibu yang divaksinasi atau tidak divaksinasi.

"Dua penelitian ini secara berdampingan memperkuat gagasan bahwa satu-satunya keputusan terbaik yang dapat diambil oleh setiap orang hamil dan keluarganya saat ini adalah mendapatkan vaksin Covid," kata Aagaard.

"Itu adalah hal terbaik yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan kemungkinan mereka akan melahirkan dengan sehat tanpa komplikasi." (Eci)


 Editor : Eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Gaya Hidup

Penumpang Kapal Pesiar Nekat Lompat ke Laut Selamatkan Kakek Tenggelam

Sabtu, 06 Juni 2026 - 16:22:48 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

8 Barang Wajib di Tas Jamaah Haji saat Cuaca Ekstrem

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

Ini Bagian Ka'bah yang Memiliki Keutamaan saat Disentuh

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:30:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Gaya Hidup

Simak Cara Cek Visa Haji 2026 Online Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 21 April 2026 - 12:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Gaya Hidup

Makin Tua Kenapa Makin Susah Tidur?

Sabtu, 18 April 2026 - 18:57:49 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Gaya Hidup

Apa Saja Ciri Orang Ber-IQ Rendah? Kenali 7 Tanda Khas Ini

Jumat, 03 April 2026 - 16:07:36 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Gempur Karhutla, 6 Helikopter Sudah Stanby di Riau
20 Juni 2026
Wujudkan Misi Ekologi, Pemkab Siak Gandeng Pemerintah Swiss, UNDP dan Mitra Pembangunan
20 Juni 2026
Pemkab Siak Gandeng Ngo Perkuat Kapasitas Hukum Penghulu Kampung Hadapi Konflik Agraria Dan Lingkungan Hidup
20 Juni 2026
SPMB SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau Resmi Ditutup, Tercatat 79.350 Pendaftar
19 Juni 2026
PT BSP Gelar RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa, Tetapkan Direktur Baru untuk Perkuat Kinerja
19 Juni 2026
Wako Agung Dampingi Andre Rosiade Tinjau SPPG di Pekanbaru
19 Juni 2026
SPMB SMP dan SD Negeri di Pekanbaru Segera Dimulai
19 Juni 2026
Pelaku Karhutla di Bengkalis Diamankan Polisi
19 Juni 2026
Siak Pertahankan WTP 15 Kali Berturut-turut, Bupati Afni: Jangan Berpuas Diri
18 Juni 2026
Walikota Apresiasi Kinerja 30 LPS Terbaik di Kota Pekanbaru
18 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juni 2026: Antam Naik, UBS dan Galeri24 Stabil
  • 2 Pasokan dan Harga Minyakita di Pasaran Stabil
  • 3 Jemaah Haji Siak Kloter BTH 12 Tiba di Arafah, Siap Jalani Puncak Ibadah Haji
  • 4 Plt Gubri SF Hariyanto Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau
  • 5 Industri Penjaminan Dinilai Jadi Kunci Penguatan Pembiayaan dan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • 6 Simak Harga Emas 24 Karat Hari Ini 19 Mei 2026
  • 7 Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026 Stabil

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved