• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Dibaca : 41 Kali
Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027
Dibaca : 29 Kali
Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU
Dibaca : 33 Kali
PSPS Masih Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A
Dibaca : 28 Kali
Rakernas IMI 2026 Digelar di Pekanbaru, Ketua Umum Moreno Soeprapto Dipastikan Hadir
Dibaca : 60 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Riau Catat Investasi Rp12,67 Triliun

Redaksi

Jumat, 15 Agustus 2025 14:30:00 WIB
Cetak
Riau Catat Investasi Rp12,67 Triliun
ilustrasi

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Provinsi Riau menorehkan prestasi membanggakan pada Triwulan II-2025 dengan mencatat realisasi investasi sebesar Rp12,67 triliun pada Triwulan II 2025.

"Capaian ini menempatkan Riau pada peringkat ke-11 secara nasional dan peringkat ke-2 di Pulau Sumatera, menjadikannya salah satu magnet utama bagi para penanam modal di Indonesia," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, Jumat (15/8/2025).

Ia mengatakan bahwa tingginya angka investasi tersebut telah memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian daerah. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Riau pada periode yang sama tercatat sebesar 4,59 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Tren investasi ini menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap potensi Riau, khususnya di sektor pertanian, industri pengolahan, dan konstruksi,” ujarnya.

Asep menjelaskan, peningkatan investasi tercermin pada pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencapai 2,47 persen secara tahunan.

"PMTB, yang merepresentasikan aktivitas investasi fisik, mengalami lonjakan seiring meningkatnya pengadaan semen, impor pupuk dari luar negeri, serta perbaikan indeks nilai konstruksi dibanding periode sebelumnya," sebutnya.

Menurutnya, hal ini menjadi indikasi bahwa modal yang masuk benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan kapasitas produksi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan 4,38 persen pada triwulan ini.

Pertumbuhan tersebut, kata Asep, didukung oleh berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meningkatnya pasokan pupuk yang berdampak pada produksi padi, hasil peternakan, dan perikanan.

“Dengan lahan yang luas dan sumber daya alam yang melimpah, sektor ini bukan hanya menjamin ketahanan pangan, tetapi juga berpeluang besar untuk memperluas pasar ekspor,” tuturnya.

Di sisi lain, sektor industri pengolahan tumbuh 2,36 persen, terutama berkat meningkatnya produksi kelapa sawit, minyak mentah kelapa sawit (CPO), dan produk turunannya.

Asep menilai potensi hilirisasi di sektor ini sangat besar, mulai dari pengembangan industri oleokimia, biodiesel, hingga produk makanan dan minuman berbasis bahan baku lokal.

“Investasi di sektor ini mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi, sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” jelasnya.

Sementara itu, sektor konstruksi juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 4,55 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pengadaan semen dan material bangunan, serta realisasi proyek-proyek strategis seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan kawasan industri.

Menurut Asep, pembangunan infrastruktur yang masif menjadi salah satu alasan investor semakin melirik Riau sebagai basis produksi dan distribusi.

“Ketersediaan infrastruktur yang memadai akan mempermudah arus barang dan jasa, sehingga menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif,” ucapnya.

Meski demikian, Asep mengakui bahwa masih terdapat tantangan yang harus dihadapi. Pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami kontraksi 7,41 persen pada triwulan ini, sementara sektor pertambangan tertekan dengan penurunan produksi minyak mentah dan batubara sebesar 0,10 persen.

“Kondisi ini menjadi pengingat bahwa diversifikasi ekonomi mutlak diperlukan agar Riau tidak terlalu bergantung pada komoditas tertentu,” tegasnya.

Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah daerah perlu mempercepat proses perizinan, memberikan insentif bagi pelaku usaha, dan memastikan realisasi proyek strategis berjalan sesuai rencana.

“Momentum ini harus dijaga. Jika pemerintah, pelaku usaha, dan investor bisa bersinergi, pertumbuhan ekonomi Riau akan semakin merata dan berkelanjutan di masa depan,” kata Asep.

"Dengan posisi geografis yang strategis di jalur perdagangan internasional, kekayaan sumber daya alam yang melimpah, serta pembangunan infrastruktur yang terus berkembang, Riau diproyeksikan tetap menjadi salah satu destinasi investasi paling menjanjikan di Indonesia untuk beberapa tahun mendatang," tandasnya.(aya/MCR)


 Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Ekonomi

Inflasi Riau Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen

Senin, 02 November 2026 - 19:30:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Inflasi Provinsi Riau pada.

Ekonomi

Investasi Riau Capai Rp47,91 Triliun, Serap 41.632 Tenaga Kerja

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:00:00 WIB

PEKANBARU , DENTINGNEWS-----Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpa.

Ekonomi

Bidik Transaksi Rp100 Miliar, Pemprov Riau Buka Peluang Investasi Lintas Negara

Jumat, 09 Oktober 2026 - 15:30:00 WIB

PEKANBARU DENTINGNEWS----  Pemerintah Provinsi .

Ekonomi

Inflasi Riau September 2026 Capai 2,79 Persen, Kampar Tertinggi 3,21 Persen

Kamis, 01 Oktober 2026 - 19:00:00 WIB

PEKANBARU, DENTINGNEWS----- Badan Pusat Statistik (B.

Ekonomi

Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Masyarakat Terdampak Galodo Kabupaten Solok

Jumat, 25 September 2026 - 22:20:45 WIB

SOLOK, DENTINGNEWS ----- PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru mel.

Ekonomi

Rp1,9 Triliun Dana PSR Disalurkan untuk 23.789 Petani Sawit di Riau

Senin, 21 September 2026 - 15:00:00 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---- Program Peremajaan Sawit R.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
KPK Ingatkan Pemkab Siak Soal Celah Korupsi, Bupati Afni Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
03 November 2026
Pemko Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis di 2027
03 November 2026
Pastikan Meteran SPBU Akurat, Disperindag Pekanbaru dan Pertamina Awasi Pelayanan 3 SPBU
03 November 2026
PSPS Masih Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup A
03 November 2026
Rakernas IMI 2026 Digelar di Pekanbaru, Ketua Umum Moreno Soeprapto Dipastikan Hadir
02 November 2026
Penataan Jaringan Kabel FO Kembali Dilakukan Pemko Pekanbaru, Kali Ini Fokus di Jalan Paus
02 November 2026
Inflasi Riau Oktober 2026 Tembus 3,09 Persen
02 November 2026
BBKSDA Konfirmasi Temuan Jejak Harimau di Kampar
02 November 2026
Pemprov Riau Alokasikan Rp2,1 Miliar Perbaiki Ruas Jalan Sontang Duri
02 November 2026
Pemko Pekanbaru Usulkan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah untuk Gerbang Tol Pekanbaru-Dumai
02 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Tiap Hari, Dinkes Pekanbaru Perbarui Data Pasien ISPA dan Kualitas Udara
  • 2 17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital
  • 3 Sidak 7 Arena Biliar, Satpol PP Pekanbaru Temukan Berbagai Pelanggaran
  • 4 Di Panggung Baznas Award 2026, Bupati Afni Minta Pemerintah Kaji Ulang Gaji ASN Disalurkan Lewat Kopdes
  • 5 Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, PT BSP Gandeng Kejari Siak
  • 6 Tinjau Operasi Pasar Murah di Melebung, Plt Gubri Bagikan Beras dan Minyak Goreng Gratis
  • 7 Pemko Pekanbaru Raih Predikat Sangat Baik dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Perizinan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved