• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Aang Ananda Pimpin IKA Faperta Unri 2026-2030
Dibaca : 59 Kali
TKD Siak 2026 Dipangkas 50 Persen, Bupati Afni: Tidak Adil Bagi Daerah Penghasil
Dibaca : 68 Kali
Vlogger Filipina Meninggal Setelah Makan 'Kepiting Setan'
Dibaca : 32 Kali
Bupati Siak Temui Wamenkeu, Bahas Efek Domino Fiskal dan Kurang Salur DBH Rp511 Miliar
Dibaca : 61 Kali
Harga Emas Antam Hari Ini 14 Februari 2026, Terbang Tinggi Lagi
Dibaca : 29 Kali

  • Home
  • Dunia

Vlogger Filipina Meninggal Setelah Makan 'Kepiting Setan'

Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 14:00:00 WIB
Cetak
Vlogger Filipina Meninggal Setelah Makan 'Kepiting Setan'
Ilustrasi. Seorang vlogger Filipina meninggal usai menyantap 'Devil Crab'. 'Devil Crab' dikenal sebagai kepiting paling beracun di Filipina. (istockphoto/Raphael Forns)

PEKANBARU,DENTINGNEWS----Vlogger Filipina Emma Amit (51) meninggal setelah merekam dirinya menyantap 'Devil Crab'. Berjuluk 'Kepiting Setan', kepiting ini memang kepiting paling beracun di Filipina.

Amit merekam dirinya sendiri saat mencari makanan di sepanjang hutam bakau dekat rumahnya di tepi laut di Puerto Princesa, Pulau Palawan. Dalam video yang diunggah pada Rabu (4/2), ia memunguti siput dan mengeluarkan kepiting berwarna cerah dari celah karang.

Seekor kepiting dimasukkan ke dalam panci berisi santan yang sudah mendidih. Amit terlihat puas dengan masakannya. Ia tersenyum usai mencicipinya, lalu dilanjutkan dengan bersantap.

Akan tetapi, tak lama setelah menyantap kepiting itu, Amit pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Namun dua hari kemudian ia dinyatakan meninggal. Pun seorang teman yang turut menyantap kepiting itu meninggal.

Kepiting spesies Zosimus aeneus dikenal di Filipina sebagai 'Kepiting Setan' alias 'Devil Crab'. Spesies ini menghuni terumbu karang dengan daging yang mengandung campuran neurotoksin kuat termasuk tetrodotoksin dan saxitoksin.

Ahli biologi kelautan menganggapnya sebagai salah satu kepiting paling beracun di Indo-Pasifik. Racun diyakini berasal dari alga dan mikroorganisme yang dimakan kepiting.

Proses memasak tidak dapat menetralkan racunnya. Konsumsi sedikit saja bisa menimbulkan kesemutan di bibir dan anggota tubuh. Kemudian disusul mual, kejang, dan gagal napas.

Dalam kasus yang parah, kepiting setan dapat melumpuhkan otot, menghentikan pernapasan, dan membunuh konsumennya dalam hitungan jam.

Laddy Gemang, kepala desa Luzviminda, yang mengunjungi rumah Amit menemukan banyak cangkang kepiting dibuang di tempat sampah. Cangkang-cangkang itu berwarna cerah dan mudah dikenali.

Gemang menyebut Amit dan sang suami adalah nelayan berpengalaman. Menurutnya, Amit seharusnya tahu bahwa kepiting yang ditangkapnya beracun.

"Jadi mengapa dia memakannya? Itulah yang membuat saya bingung," ungkap Gemang seperti dilaporkan Strait Times.

Kematian Amit bukan kasus pertama kematian akibat konsumsi kepiting setan. Oktober lalu, media lokal melaporkan seorang nelayan berusia 54 tahun meninggal usai mengonsumsi kepiting tersebut.

Sementara itu, sejak kematian Amit, para pemimpin desa telah mengeluarkan peringatan darurat pada penduduk yang tinggal di pesisir.

"Jangan makan kepiting setan berbahaya ini karena telah merenggut dua nyawa di kota kita. Jangan mempertaruhkan hidup Anda," ujar Gemang.

 


Sumber : https://www.cnnindonesia. /  Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Bupati Siak Afni Optimis PT BSP Bisa Kembali Bangkit

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:30:00 WIB

SIAK, DENTINGNEWS-----Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli optimis  Bad.

Dunia

Trump Sewot Inggris Makin 'Mesra' ke China: Sangat Berbahaya

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:05:27 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

Badai Salju Dahsyat, 7 Ribu Penumpang Terjebak di Bandara Jepang

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:32:53 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

4.008 Sekolah di Korsel Tutup Gegara Kekurangan Siswa

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:54:59 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS----Sebanyak .

Dunia

Crazy Rich China Diam-diam Parkir Jet Pribadi di Luar Negeri, Ada Apa?

Ahad, 28 Desember 2025 - 20:28:05 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Dunia

3 Bendungan Raksasa China yang Bikin Dunia Waswas

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:24:19 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS---.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Aang Ananda Pimpin IKA Faperta Unri 2026-2030
14 Februari 2026
TKD Siak 2026 Dipangkas 50 Persen, Bupati Afni: Tidak Adil Bagi Daerah Penghasil
14 Februari 2026
Vlogger Filipina Meninggal Setelah Makan 'Kepiting Setan'
14 Februari 2026
Bupati Siak Temui Wamenkeu, Bahas Efek Domino Fiskal dan Kurang Salur DBH Rp511 Miliar
14 Februari 2026
Harga Emas Antam Hari Ini 14 Februari 2026, Terbang Tinggi Lagi
14 Februari 2026
Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds
14 Februari 2026
Prabowo Minta Kumpulkan Video Kritik MBG: Biar Saya Lihat Tiap Malam
14 Februari 2026
Riau Tetapkan Siaga Darurat Karhutla
13 Februari 2026
Batasi Perjalanan Dinas, Bupati Siak Kurangi Protokoler dan Tolak Fasilitas
13 Februari 2026
Manggala Agni Riau Padamkan Karhutla di 12 Titik
13 Februari 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Bupati Siak Afni Optimis PT BSP Bisa Kembali Bangkit
  • 2 Camat dan Lurah Hasil Seleksi Segera Dilantik
  • 3 Dispar Riau Perketat Penataan Hiburan Malam Jelang Bulan Suci Ramadan
  • 4 Tindaklanjut Perintah Presiden, Gotong Royong Massal Jadi Agenda Rutin di Siak
  • 5 Bau hingga Frekuensi Kentut Bisa Ungkap Kondisi Kesehatan Usus
  • 6 KPK: Pejabat Bea Cukai Terima Rp7 Miliar per Bulan Loloskan Barang KW
  • 7 Harga Emas Antam Hari Ini 6 Februari 2026 Anjlok Rp 100.000

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved