• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Kuliner
  • Sosok
  • More
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
KMP Jayapura Diresmikan, Wabup Siak : Harga Produk di Jual Lebih Rendah dari Harga Pasar
Dibaca : 104 Kali
BPBD Riau Minta Kabupaten/Kota Siaga Banjir
Dibaca : 86 Kali
8 Barang Wajib di Tas Jamaah Haji saat Cuaca Ekstrem
Dibaca : 88 Kali
Harga Emas Antam Hari Ini 16 Mei 2026 Anjlok Rp 50 Ribu, Mau Beli?
Dibaca : 94 Kali
758 Kasus PMK Ditemukan di Riau
Dibaca : 83 Kali

  • Home
  • Dunia

Vlogger Filipina Meninggal Setelah Makan 'Kepiting Setan'

Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 14:00:00 WIB
Cetak
Vlogger Filipina Meninggal Setelah Makan 'Kepiting Setan'
Ilustrasi. Seorang vlogger Filipina meninggal usai menyantap 'Devil Crab'. 'Devil Crab' dikenal sebagai kepiting paling beracun di Filipina. (istockphoto/Raphael Forns)

PEKANBARU,DENTINGNEWS----Vlogger Filipina Emma Amit (51) meninggal setelah merekam dirinya menyantap 'Devil Crab'. Berjuluk 'Kepiting Setan', kepiting ini memang kepiting paling beracun di Filipina.

Amit merekam dirinya sendiri saat mencari makanan di sepanjang hutam bakau dekat rumahnya di tepi laut di Puerto Princesa, Pulau Palawan. Dalam video yang diunggah pada Rabu (4/2), ia memunguti siput dan mengeluarkan kepiting berwarna cerah dari celah karang.

Seekor kepiting dimasukkan ke dalam panci berisi santan yang sudah mendidih. Amit terlihat puas dengan masakannya. Ia tersenyum usai mencicipinya, lalu dilanjutkan dengan bersantap.

Akan tetapi, tak lama setelah menyantap kepiting itu, Amit pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Namun dua hari kemudian ia dinyatakan meninggal. Pun seorang teman yang turut menyantap kepiting itu meninggal.

Kepiting spesies Zosimus aeneus dikenal di Filipina sebagai 'Kepiting Setan' alias 'Devil Crab'. Spesies ini menghuni terumbu karang dengan daging yang mengandung campuran neurotoksin kuat termasuk tetrodotoksin dan saxitoksin.

Ahli biologi kelautan menganggapnya sebagai salah satu kepiting paling beracun di Indo-Pasifik. Racun diyakini berasal dari alga dan mikroorganisme yang dimakan kepiting.

Proses memasak tidak dapat menetralkan racunnya. Konsumsi sedikit saja bisa menimbulkan kesemutan di bibir dan anggota tubuh. Kemudian disusul mual, kejang, dan gagal napas.

Dalam kasus yang parah, kepiting setan dapat melumpuhkan otot, menghentikan pernapasan, dan membunuh konsumennya dalam hitungan jam.

Laddy Gemang, kepala desa Luzviminda, yang mengunjungi rumah Amit menemukan banyak cangkang kepiting dibuang di tempat sampah. Cangkang-cangkang itu berwarna cerah dan mudah dikenali.

Gemang menyebut Amit dan sang suami adalah nelayan berpengalaman. Menurutnya, Amit seharusnya tahu bahwa kepiting yang ditangkapnya beracun.

"Jadi mengapa dia memakannya? Itulah yang membuat saya bingung," ungkap Gemang seperti dilaporkan Strait Times.

Kematian Amit bukan kasus pertama kematian akibat konsumsi kepiting setan. Oktober lalu, media lokal melaporkan seorang nelayan berusia 54 tahun meninggal usai mengonsumsi kepiting tersebut.

Sementara itu, sejak kematian Amit, para pemimpin desa telah mengeluarkan peringatan darurat pada penduduk yang tinggal di pesisir.

"Jangan makan kepiting setan berbahaya ini karena telah merenggut dua nyawa di kota kita. Jangan mempertaruhkan hidup Anda," ujar Gemang.

 


Sumber : https://www.cnnindonesia. /  Editor : eci

[Ikuti Dentingnews.com


Dentingnews.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Dunia

Lagi, 11 Tentara dan Polisi Israel Tewas Bunuh Diri

Senin, 27 April 2026 - 21:00:22 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS-.

Dunia

Cerita Lucu Jemaah Haji Bawa Petis, Koper Sempat Dibongkar di Madinah

Senin, 27 April 2026 - 20:53:45 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

Iran Sudah Bertahun-tahun Punya Strategi Penutupan Selat Hormuz

Selasa, 21 April 2026 - 19:47:45 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

Militer AS Akan Buru Kapal-kapal Tanker Iran di Dekat RI

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17:02 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

Dunia

Bupati Siak Afni Optimis PT BSP Bisa Kembali Bangkit

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:30:00 WIB

SIAK, DENTINGNEWS-----Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli optimis  Bad.

Dunia

Trump Sewot Inggris Makin 'Mesra' ke China: Sangat Berbahaya

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:05:27 WIB

PEKANBARU,DENTINGNEWS.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
KMP Jayapura Diresmikan, Wabup Siak : Harga Produk di Jual Lebih Rendah dari Harga Pasar
16 Mei 2026
BPBD Riau Minta Kabupaten/Kota Siaga Banjir
16 Mei 2026
8 Barang Wajib di Tas Jamaah Haji saat Cuaca Ekstrem
16 Mei 2026
Harga Emas Antam Hari Ini 16 Mei 2026 Anjlok Rp 50 Ribu, Mau Beli?
16 Mei 2026
758 Kasus PMK Ditemukan di Riau
16 Mei 2026
Sekjen Demokrat Bagikan 1.500 Sembako di Pekanbaru, Tegaskan Partai Harus Dekat dengan Rakyat
15 Mei 2026
Agung Nugroho Kembali Pimpin Demokrat Riau, Kader Diminta Rapatkan Barisan
15 Mei 2026
Modus Ngaku Kunjungi Saudara, Penyelundupan PMI Ilegal di Dumai Terbongkar
15 Mei 2026
DJP Riau Sita 16 Aset Penunggak Pajak Senilai Rp2,95 Miliar
15 Mei 2026
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Mei 2026 Kompak Turun
15 Mei 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Bupati Siak Perjuangkan Revitalisasi Sekolah dan Guru Honorer ke Kemendikdasmen
  • 2 Harga Emas Antam Naik Rp 17.000 Hari Ini 7 Mei 2026
  • 3 Tahun Pertama Memimpin Kota Pekanbaru, Kebijakan dan Terobosan Agung-Markarius Dapat Apresiasi Positif Masyarakat
  • 4 Bupati Siak Serahkan Bantuan Alsintan Rp8,7 Miliar untuk 20 Kelompok Tani
  • 5 Wako Pekanbaru Ingatkan Personel Satpol PP Agar Profesional, Larang Pungli terhadap PKL
  • 6 Gerindra Puji Bupati Siak, Minta Kepala Daerah lain Meniru
  • 7 PT BSP Lepas 12 Calon Jamaah Haji Karyawan Tahun 2026

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

DentingNews.com ©2021 | All Right Reserved